Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak

Jokowi: Ekonomi Indonesia Masih Berpeluang Kembali ke Tren Positif

- Apahabar.com Selasa, 11 Agustus 2020 - 13:01 WIB

Jokowi: Ekonomi Indonesia Masih Berpeluang Kembali ke Tren Positif

Presiden Jokowi tinjau fasilitas pelaksanaan uji klinis vaksin Covid-19. Foto:-Biro Pers Setpres

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan laju ekonomi domestik masih sangat berpeluang kembali ke tren positif pada kuartal III 2020.

Hal itu menurut Jokowi, dengan mengakselerasikan penyerapan belanja pemerintah untuk meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat.

“Realisasi anggaran disegerakan, sekali lagi, terutama di kuartal III 2020 sangat menentukan. Begitu kita belanjakan sesegera mungkin, kemungkinan kita bisa kembali lagi ke positif, itu ada peluang,” kata Jokowi saat meninjau Pos Koordinasi Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Bandung, Selasa (11/8).

Jokowi mengingatkan jajaran kementerian/lembaga dan juga pemerintah daerah, termasuk Jawa Barat, untuk meningkatkan penyerapan anggaran. Jokowi juga menyoroti pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat yang terkontraksi hingga minus 5,9 persen pada kuartal II 2020.

“Kita harapkan tumbuh positif, tapi perlu kerja keras. Oleh sebab itu saya minta bupati, walikota, agar belanja APBD disegerakan, direalisasikan,” ujar Jokowi.

Kepala Negara mengatakan saat ini secara nasional anggaran pemerintah daerah yang mengendap di perbankan mencapai Rp170 triliun.

Jumlah anggaran yang belum terserap itu terlalu besar, katanya, padahal masyarakat membutuhkan stimulus dari pemerintah untuk segera memulihkan kegiatan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Artinya penggunaannya membutuhkan kecepatan, terutama kuartal III, kunci di Juli, Agustus, September, supaya kita tidak masuk ke resesi ekonomi,” ujar Jokowi.

Di kuartal I, ekonomi Indonesia masih bertumbuh sebesar 2,97 persen (year on year/yoy). Namun di kuartal II 202, ekonomi Indonesia terkontraksi hingga minus 5,3 persen (yoy).

Jokowi mengingatkan realisasi ekonomi negatif pada kuartal II 2020 harus menjadi peringatan, agar pada kuartal III 2020 ekonomi dapat pulih dan kembali ke tren positif.

Meski demikian, menurut Jokowi, ekonomi Indonesia di kuartal II 2020, masih lebih baik dibanding negara-negara lain.

“Tapi kita bersyukur meskipun kita ekonomi -5,32 persen, Italia sampai -17 persen, Jerman -11 persen, Prancis -19 persen, Amerika Serikat -9,5 persen. Kita tetap patut syukuri, oleh karena itu realisasi anggaran disegerakan sekali lagi, terutama di kuartal III 2020,” ujar Kepala Negara.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tingkatkan Pengawasan Akhir Tahun, Bea Cukai Gencar Menindak
apahabar.com

Nasional

Bupati Kutim Kena OTT, Bukti KPK Era Firli Bahuri Masih Bertaji?
apahabar.com

Nasional

Kewenangan Fatwa Halal oleh Banyak Lembaga akan Rancu
apahabar.com

Nasional

BPBD: Banjir Mulai Surut, Jakarta Barat Paling Banyak Terdampak
apahabar.com

Nasional

Luangkan Waktu Khusus untuk Jenguk Ani Yudhoyono
apahabar.com

Nasional

Menkominfo Siapkan Informasi Lawan Kabar Hoaks Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Palestina Peringatkan Israel Tak Ubah Status Quo Masjid Al-Aqsha
apahabar.com

Nasional

Giliran Agus Gumiwang Dipanggil ke Istana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com