Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Jokowi: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 13:29 WIB

Jokowi: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital

Presiden Joko Widodo di perhelatan seminar ekonomi digital, di Jakarta. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun ke depan untuk mentransformasikan cara kerja ke ranah digital di segala sektor.

Dengan begitu, Indonesia membutuhkan setidaknya 600 ribu talenta digital setiap tahunnya untuk membangun ekosistem digital di Tanah Air.

“Untuk melakukan transformasi digital, negara kita membutuhkan talenta digital sebanyak kurang lebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan. Ini perlu betul-betul sebuah persiapan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas mengenai perencanaan transformasi digital di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Jokowi menekankan upaya transformasi digital harus terus dilanjutkan. Situasi pandemi Covid-19 yang mengubah cara setiap orang untuk bekerja, dan berinteraksi dapat dijadikan momentum untuk akselerasi cara kerja menuju ekosistem digital.

“Karena di masa pandemi maupun next pandemi mengubah secara struktural, cara kerja, cara beraktivitas, cara berkonsumsi, cara belajar, cara bertransaksi yang sebelumnya offline dengan kontak fisik menjadi lebih banyak ke online dan digital,” ujar Jokowi.

Upaya transformasi digital perlu perencanaan yang matang. Perencanaan harus termasuk dengan kebijakan transformasi digital yang dapat merata ke seluruh Tanah Air.

Hal itu, kata Jokowi, dapat dilakukan dengan peningkatan kapasitas infrastruktur digital ke berbagai daerah.

Upaya transformasi digital juga harus dipercepat karena digitalisasi akan mempengaruhi daya saing Indonesia dengan negara-negara lain di kawasan maupun di global.

“Survei lembaga IMD World Digital Competitiveness pada 2019, negara kita masih di peringkat 56 dari 63 negara. Memang kita di bawah sekali lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga kita di ASEAN, misalnya Thailand di posisi 40, Malaysia di posisi 26, Singapura di posisi nomor dua,” ujar Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Kunjungan Wisata di Kalsel Naik, Ini Faktanya
apahabar.com

Ekbis

Kolaborasi ShopeePay-MyTelkomsel, Hadirkan Alternatif Pembayaran Digital di Penjuru Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Sepanjang Januari-Agustus 2019, Lion Air Group Layani 245 Ribu Penerbangan
apahabar.com

Ekbis

Realisasi Investasi Kalsel Masih di Bawah Kaltim, dan Kalbar!
apahabar.com

Ekbis

Emas Menguat Pasca Donald Trump Tawarkan Stimulus Lawan Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Akhir Tahun, Toyota Avanza Diskon 15 Juta
apahabar.com

Ekbis

Ingin Kaya Sejak Muda, Intip Kiat Belajar Investasi ala Miliarder AS
apahabar.com

Ekbis

Raup Belasan Juta dari Perpaduan Jeans dan Kain Etnik Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com