Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7 KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Tiga Jadwal Krusial Persib di Liga 1 2020 Bulan Oktober, Madura vs Persib, Persib vs Bali United, PSM Makassar vs Persib Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru

Jokowi Minta Bansos Covid Sinergi dengan Penanggulangan Stunting

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 18:56 WIB

Jokowi Minta Bansos Covid Sinergi dengan Penanggulangan Stunting

Presiden Joko Widodo. Foto-Biro Pers Setpres

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Sosial mensinergikan bantuan sosial penanganan Covid-19 dengan bantuan program penanggulangan stunting pada anak.

“Presiden juga spesifik menyampaikan apa yang sudah dijalankan di Kemensos seperti di Program Keluarga Harapan (PHK) di mana memang ada komponen kesehatan yang terkait dengan stunting yaitu komponen ibu hamil dan komponen anak usia dini, bisa terus disinergikan khususnya dengan Kementerian Kesehatan,” kata Menteri Sosial Juliari Batubara dalam konferensi pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/8).

Upaya sinergi itu, ujar Juliari, agar program penanggulangan tingkat stunting pada anak terus berjalan meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19.

Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak yang lebih pendek dibanding dengan tinggi badan anak seusianya.

Jajaran kementerian dan lembaga diminta Presiden agar tetap menjalankan program penanggulangan stunting, termasuk kesiapan anggarannya.

Baca juga :  Sepekan Operasi Yustisi di HST, Puluhan Warga Masih Langgar Prokes

“Terkait juga dengan kemampuan para pendamping di dalam mendidik keluarga-keluarga penerima manfaat PKH, kami meminta Menteri Kesehatan agar juga memberikan modul modul tambahan untuk menambah ilmu pendamping tersebut,” ujar dia.

Selain di bansos PKH, Juliari mengusulkan agar komponen bantuan susu ditambahkan dalam program kartu sembako dan juga bantuan pangan non tunai (BPNT). Hal itu untuk menambah gizi bagi penerima manfaat bansos, terutama ibu hamil dan anak di bawah lima tahun (balita).

Prevalensi anak stunting di Indonesia per 2019 mencapai 27,6 persen. Tingkat prevalensi itu menurun dibanding 2013 yang sebesar 37 persen.

Presiden Jokowi dalam rapat terbatas Rabu ini meminta tingkat prevalensi anak stunting dapat menurun hingga 14 persen di 2024.

Baca juga :  Hadapi Pilkada, DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalsel Bentuk Tim Penegakan Disiplin Prokes Covid-19

“Kita harus menurunkan lebih cepat lagi dan target kita seperti yang saya sampaikan ke Menteri Kesehatan di 2024 kita harus bisa turun menjadi 14 persen,” ujar Kepala Negara.

Jokowi meminta jajarannya memprioritaskan penanganan stunting di 10 provinsi yang memiliki tingkat prevelansi stunting tertinggi di Tanah Air yaitu Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

“Saya juga ingin minta para gubernur, nanti Mendagri (Tito Karnavian) juga bisa menyampaikan gubernur, bupati, wali kota sampai ke kepala desa terutama agar 10 provinsi tersebut agar betul-betul fokus dan konsentrasi untuk penurunan stunting,” ujar Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Istri Ustaz Maulana Wafat, Berikut Kisah Cinta Keduanya
apahabar.com

Nasional

Bidik Industri Skala Besar, Kementerian ESDM Godok Konsep Rebid PLTA
apahabar.com

Nasional

TNI-Polri Siap Amankan HUT OPM di Sentani Papua
apahabar.com

Nasional

OTT KPK; Bupati Kudus Terjerat Kasus Suap
apahabar.com

Nasional

Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan Cianjur Berhenti Melaut
apahabar.com

Nasional

Masyarakat Meulaboh Ziarahi Kubur Korban Tsunami
apahabar.com

Nasional

Huni Nusakambangan, Habib Bahar One Man One Cell
apahabar.com

Nasional

Viral! Polisi Pukul Sopir Ambulans Gegara Bunyi Sirene
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com