Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Jokowi Minta Bansos Covid Sinergi dengan Penanggulangan Stunting

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 18:56 WIB

Jokowi Minta Bansos Covid Sinergi dengan Penanggulangan Stunting

Presiden Joko Widodo. Foto-Biro Pers Setpres

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Sosial mensinergikan bantuan sosial penanganan Covid-19 dengan bantuan program penanggulangan stunting pada anak.

“Presiden juga spesifik menyampaikan apa yang sudah dijalankan di Kemensos seperti di Program Keluarga Harapan (PHK) di mana memang ada komponen kesehatan yang terkait dengan stunting yaitu komponen ibu hamil dan komponen anak usia dini, bisa terus disinergikan khususnya dengan Kementerian Kesehatan,” kata Menteri Sosial Juliari Batubara dalam konferensi pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/8).

Upaya sinergi itu, ujar Juliari, agar program penanggulangan tingkat stunting pada anak terus berjalan meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19.

Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak yang lebih pendek dibanding dengan tinggi badan anak seusianya.

Jajaran kementerian dan lembaga diminta Presiden agar tetap menjalankan program penanggulangan stunting, termasuk kesiapan anggarannya.

“Terkait juga dengan kemampuan para pendamping di dalam mendidik keluarga-keluarga penerima manfaat PKH, kami meminta Menteri Kesehatan agar juga memberikan modul modul tambahan untuk menambah ilmu pendamping tersebut,” ujar dia.

Selain di bansos PKH, Juliari mengusulkan agar komponen bantuan susu ditambahkan dalam program kartu sembako dan juga bantuan pangan non tunai (BPNT). Hal itu untuk menambah gizi bagi penerima manfaat bansos, terutama ibu hamil dan anak di bawah lima tahun (balita).

Prevalensi anak stunting di Indonesia per 2019 mencapai 27,6 persen. Tingkat prevalensi itu menurun dibanding 2013 yang sebesar 37 persen.

Presiden Jokowi dalam rapat terbatas Rabu ini meminta tingkat prevalensi anak stunting dapat menurun hingga 14 persen di 2024.

“Kita harus menurunkan lebih cepat lagi dan target kita seperti yang saya sampaikan ke Menteri Kesehatan di 2024 kita harus bisa turun menjadi 14 persen,” ujar Kepala Negara.

Jokowi meminta jajarannya memprioritaskan penanganan stunting di 10 provinsi yang memiliki tingkat prevelansi stunting tertinggi di Tanah Air yaitu Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

“Saya juga ingin minta para gubernur, nanti Mendagri (Tito Karnavian) juga bisa menyampaikan gubernur, bupati, wali kota sampai ke kepala desa terutama agar 10 provinsi tersebut agar betul-betul fokus dan konsentrasi untuk penurunan stunting,” ujar Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cerita Wagub Kalbar Selama Tiga Pekan Dirawat Akibat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Bebas, Abu Bakar Ba’asyir Langsung ke Ngruki
apahabar.com

Nasional

Seekor Anjing dan 3 Kucing Tertular Covid-19
apahabar.com

Nasional

Gempa Banten 7,4 SR, Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Lantik 881 Pamong Praja Muda Secara Virtual
apahabar.com

Nasional

Dandim Sebut Tak Ada Anggota TNI Terlibat Penyerangan Mapolsek Ciracas
Edhy Prabowo

Nasional

Jalani Pemeriksaan, Status Hukum Menteri KKP Edhy Prabowo Segera Ditentukan
apahabar.com

Nasional

Bertemu Veteran TNI-Polri, Presiden: Pancasila Sudah Final sebagai Ideologi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com