Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Jokowi Pastikan Subsidi Gaji Pekerja Cair 2-3 Pekan Ini

- Apahabar.com Selasa, 11 Agustus 2020 - 16:23 WIB

Jokowi Pastikan Subsidi Gaji Pekerja Cair 2-3 Pekan Ini

Presiden Joko Widodo. Foto: Dok. Kementerian Sekretariat Negara

apahabar.com, BANDUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pencairan subsidi upah bagi pekerja bergaji kurang dari Rp 5 juta per bulan bisa cair dalam 2-3 pekan ke depan.

Jokowi menjelaskan, kebijakan ini menambah deret bantuan sosial yang sebelumnya sudah dikeluarkan pemerintah demi membantu masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi Covid-19.

“Bantuan modal kerja darurat sebesar Rp 2,4 juta. Akan diberikan kepada 13 juta pekerja, ini di luar 10 juta yang Kartu Prakerja. Kartu prakerja itu untuk yang di-PHK, kalau ini untuk yang masih bekerja. Tapi yang ikut dalam BPJS TK. Insyaallah dalam seminggu dua minggu ini sudah akan keluar,” jelas Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Bandung, Jawa Barat, sebagaimana dilansir Republika.co.id, Selasa (11/8).

Sesuai dengan penjelasan Kementerian Ketenagakerjaan, bantuan akan diberikan sebesar Rp 600 ribu selama 4 bulan.

Sasarannya adalah pekerja di seluruh sektor industri yang namanya terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

Bantuan diberikan kepada sekitar 15 juta pekerja dengan gaji kurang dari Rp 5 juta per bulan.

Kepala Negara menyebutkan, sebelum kebijakan untuk pemberian bantuan bagi pekerja dan buruh ini dibuat, bantuan sosial lainnya sudah banyak diberikan.

Di antaranya adalah bantuan sosial berupa sembako dan uang tunai, subsidi dan penggratisan listrik untuk golongan tertentu, sampai stimulus ekonomi untuk usaha kecil yang diberikan lewat perbankan.

Seluruh bantuan ini diberikan, ujar Jokowi, untuk mendorong daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah. Diharapkan, penyaluran bantuan ini mampu meningkatkan konsumsi yang selama kuartal kedua 2020 ini mengalami kontraksi.

“Diharapkan ada daya beli di sana, konsumsi domestik kita juga akan naik. Sehingga kita harapkan pertumbuhan ekonomi secara nasional ini akan tumbuh lebih baik dari kuartal yang kemarin,” jelas Kepala Negara.

Konsumsi rumah tangga memang menjadi salah satu jurus ampuh untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Seperti diketahui, Indonesia berada di tepi jurang resesi setelah pada kuartal kedua ini PDB nasional kontraksi ke angka -5,32 persen.

Bila pada kuartal ketiga kinerja ekonomi kembali minus, maka Indonesia akan menyusul negara-negara lain di dunia yang lebih dulu mengalami resesi.

“Ini hati-hati. Tadi di Jawa Barat juga di kuartal II sudah berada di posisi minus 5,9. Ini hati-hati, tetapi saya optimiis di kuartal III kita akan lebih baik dari kuartal yang II, dan kita harapkan kita ingin tumbuh positif. Tapi memang ini perlu kerja keras,” jelas Jokowi.(Rep)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jarang Gunakan Uang Koin Bikin Inflasi, Kok Bisa?
apahabar.com

Ekbis

Yang Menarik di Pasar Muamalah, Transaksi dengan Dinar dan Dirham
apahabar.com

Ekbis

Cegah Penyebaran Covid-19, PT Tatalogam Kembangkan Baja Ringan Antivirus
apahabar.com

Ekbis

MHM Dorong Pemerintah dan Konglomerat Rangkul Pelaku UMKM di Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Pertumbuhan Ekonomi China Picu Naiknya Nilai Ekspor Kalsel hingga 3,11 Persen
apahabar.com

Ekbis

Antisipasi Covid-19, Pelni Semprot Seluruh Kapal dengan Disinfektan
apahabar.com

Ekbis

Deputi Gubernur BI Ajak Menanam Durian di Lahan RPL
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat Dipicu Sentimen Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com