Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Kabar Baik, Hari Ini Ratusan Pasien Covid-19 di Kalsel Dinyatakan Sembuh

- Apahabar.com Jumat, 21 Agustus 2020 - 20:07 WIB

Kabar Baik, Hari Ini Ratusan Pasien Covid-19 di Kalsel Dinyatakan Sembuh

Data sebaran kasus Covid-19 di Kalsel, Kamis (21/8). Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Ratusan pasien di Kalsel dinyatakan bebas dari penularan virus Covid-19, Jumat (21/8).

Tercatat ada sebanyak 269 pasien sembuh. Seluruhnya berasal dari Kota Banjarmasin, setelah melalui perawatan isolasi secara mandiri.

Jumlah ini jadi rekor tertinggi penambahan kasus kesembuhan. Dengan demikian, kini total pasien sembuh sebanyak 5.109 orang.

Pada periode yang sama, pemerintah juga melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 74 orang di Kalsel.

Pasien positif ini berasal dari Kotabaru 23 orang, Banjar 1 orang, HSS 10 orang, HST 1 orang, HSU 32 orang dan Banjarmasin 7 orang.

Jumlah akumulatifnya menjadi 7.618 kasus Covid-19, dengan tersisa 2.179 pasien positif dalam perawatan.

Selanjutnya, satu pasien Covid-19 dilaporkan meninggal dunia asal Banjar. Sehingga total kematian akibat Covid-19 menjadi 330 kasus.

Berdasarkan peta sebaran Covid-19, Kalsel menempati urutan 6 di tingkat nasional.

Ada 6 wilayah pada zona merah atau memiliki risiko tinggi. Masing-masing yaitu Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Kotabaru, Barito Kuala dan Kota Banjarmasin.

“Artinya zona merah tersebut masih terjadi penularan, penyakit yang belum bisa dikendalikan,” ucap Pakar Epidemiologi Kalsel, Dharma Putra kepada apahabar.com.

Status zona yang ditampilkan pada peta risiko pada dasarnya dibuat untuk melakukan pantauan terkait sebaran Covid-19 di suatu wilayah.

Sehingga, pemerintah dapat menggunakannya sebagai dasar penentuan kebijakan secara desentralisasi.

Zona merah sendiri didapat akibat tingginya mobilitas dan aktivitas masyarakat di tempat publik.

Penyebab lain penularan terjadi diduga sejumlah warga yang masih abai terhadap protokol kesehatan.

“Yang perlu diperhatikan adalah kebersamaan untuk bersungguh-sungguh melaksanakan semua protokol Covid,” tutup Direktur Utama RSJ Sambang Lihum ini.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BPBD Kalsel Inventarisir Kerusakan Akibat Puting Beliung
apahabar.com

Kalsel

Kubah Dingin Luluh Lantak Diterjang Api, Kerugian Capai Miliaran
apahabar.com

Kalsel

Ehm, Polisi Dalami Chat Hana Hanifah dengan Koleganya di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Polisi Amankan Puluhan Miras di Eks Pembatuan Banjarbaru, Begini Modusnya!

Kalsel

Tumpukan Sampah di Sungai Martapura, Pengemudi Perahu Siap Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Alasan Mencengangkan Paman di Kotabaru Tega Cabuli Adik Sendiri
apahabar.com

Kalsel

Kasus Dugaan Korupsi Lahan UPPKB Tabalong, Oknum ASN Ditahan
apahabar.com

Kalsel

Bupati Sumenep Kunjungi Mahasiswa Asal Kepulauan di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com