Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Kadisnya Positif Covid-19, Pegawai-Guru Disdik Banjar Dirumahkan

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 15:21 WIB

Kadisnya Positif Covid-19, Pegawai-Guru Disdik Banjar Dirumahkan

Disdik Banjar memilih untuk merumahkan pegawai dari para guru mereka terhitung hari ini. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Banjar, Maidi Armansyah positif Covid-19.

Dalam ruang perawatan, potret Maidi menggunakan alat bantu pernapasan juga beredar di grup-grup whatsapp.

“Iya positif. Hasil tes swab-nya sudah keluar kemarin,” ujar Jubir GTPP Covid-19 Banjar, dr Diauddin, Senin (3/8).

Adapun Covid-19 menjangkiti wilayah perkantoran sejak dicabutnya kebijakan work from home (WFH).

Kebijakan kerja dari rumah ini, kata Diaduddin, diatur oleh kepada SKPD masing-masing.

Disdik Banjar sendiri sudah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang WFH pada 1 Agustus kemarin, setelah adanya penularan virus Corona di lingkup Disdik Banjar.

Dua surat edaran dikeluarkan sekaligus yang ditandatangani Maidi langsung.

Pertama, surat edaran Nomor 065/1292/DISDIK/2020 tentang Pelaksanaan WFH bagi ASN dan Tenaga Kontrak Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.

Kedua, surat edaran No. 065/1293/DISDIK/2020 Tentang Pelaksanaan WFH Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan.

Poin 1 di SE pertama; tidak membuka layanan langsung bagi ASN atau masyarakat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Pelayanan yang bersifat konsultatif dapat dilakukan via telepon atau whatsapp

Poin 2; seluruh ASN dan Tenaga Kontrak di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar terhitung mulai 4 Agustus 2020, melaksanakan sistem kerja WFH selama 7 hari, dan mengikuti anjuran pemerintah untuk menahan diri tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak

Poin 3; pelayanan yang memerlukan verifikasi dan validasi terkait dengan kelengkapan dokumen untuk sementara ditunda sampai berakhirnya WFH.

Adapun poin 1 pada SE kedua; kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran pada satuan pendidikan.

Poin 2; pembelajaran tetap dilaksanakan dengan pola pembelajaran jarak jauh baik secara daring dan/atau luring.

Poin 3; Belajar dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh baik daring maupun luar jaringan dimaksudkan untuk memberi pengalaman yang bermakna bagi siswa dan aktivitas serta tugas pembelajaran belajar dari rumah dengan tidak memberatkan dan menyulitkan peserta didik dan orangtua/wali.

Poin 4; seluruh pendidik dan tenaga kependidikan terhitung mulai 3 Agustus 2020, melaksanakan sistem kerja WFH selama 14 hari di lingkup satuan pendidikannya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Paman Birin Hadiri Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, Intip Pesannya
apahabar.com

Kalsel

Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan
apahabar.com

Kalsel

Jalan Panjang Trauma Healing Korban Pencabulan Ponpes Limpasu HST
apahabar.com

Kalsel

Dari Tragedi Limpasu HST, Pengajar ULM Dorong Perlindungan Santriwati
apahabar.com

Kalsel

Rektor UIN Ajak Masyarakat HST Terapkan Makna Alquran
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Tindak Kejahatan, Polsek Tambang Ulang Gelar Patroli Siang Malam
apahabar.com

Kalsel

Unik, Ini Kampus Terapung Pertama di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Haul Guru Sekumpul, Ratusan Warga Jejali Rumah Bupati Tapin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com