Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok

Kasad Jadi Wakil Ketua Komite Covid-19, Simak Apa Kata Mahfud

- Apahabar.com Sabtu, 8 Agustus 2020 - 21:05 WIB

Kasad Jadi Wakil Ketua Komite Covid-19, Simak Apa Kata Mahfud

Menko Polhukam Mahfud MD. Foto-Wowkeren.com

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan penunjukan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional karena mempertimbangkan hal teknis.

“Pelibatan Kasad itu agar lebih teknis juga mengatur karena selama ini juga penanganan Covid-19 tidak cukup hanya dilaksanakan oleh komite sehingga di situ Polri dan TNI sejak awal secara aktif sudah ikut, misal dalam pembagian bansos,” kata Mahfud MD saat konferensi pers secara virtual, Sabtu (8/8).

Pembagian bantuan sosial, kata dia, jika hanya mengandalkan birokrasi yang ada tanpa keterlibatan TNI/Polri akan sulit pelaksanaannya di lapangan.

“Misalnya, ada yang kisruh tentang daftar, ada yang nyeleweng ke sana kemari, itu TNI dan Polri diikutkan. Pun pengamanan-pengamanan di tengah masyarakat terhadap protokol kesehatan. Selama ini kan juga Polri dan TNI sudah diikutkan,” katanya.

Oleh sebab itu, Mahfud menyampaikan pentingnya keterlibatan TNI/Polri karena serangan dan dampak Covid-19 sedemikian masif dan harus ditangani bersama.

Apalagi, sifatnya untuk kemanusiaan, lanjut dia, sejalan dengan tugas TNI yang dalam perundang-undangan memiliki tugas operasi selain perang atau MOOTW (military operation other than war).

“Coba bayangkan tidak ada TNI/Polri? Ketertiban terhadap penanganan atau ketertiban dalam perang melawan Covid-19 ini kan agak berat kalau tidak ada Polri dan TNI yang mengamankan orang yang melanggar di jalan, tidak tertib mengadakan kerumunan-kerumunan, dan itu harus diberi tahu, dibubarkan,” ujarnya.

Selain itu, Mahfud menyebutkan TNI/Polri memiliki sistem dan armada yang cepat berkoordinasi yang sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19, seperti melakukan penjemputan warga negara Indonesia (WNI) dan obat-obatan dari luar negeri.

“Termasuk, misalnya, menjemput WNI di luar negeri kan TNI semua, pesawatnya, kemudian mengambil obat, pakai kapal-kapal TNI Angkatan Laut. Semua kita kerahkan semua karena kita itu mempunyai konsepsi hankamrata, pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Semua yang ada kita gunakan bersama-sama,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kominfo Catat 1.028 Hoaks Tersebar Terkait Covid-19
apahabar.com

Nasional

Iran Tawarkan Diri Jadi Mediator Turki-Kurdi Suriah
apahabar.com

Nasional

Rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Menteri PPPA Refocusing Kegiatan dan Anggaran Tangani Covid-19
apahabar.com

Nasional

Dirawat di RSD Wisma Atlet, 3.035 Pasien Covid-19 Sembuh

Nasional

UMKM Dinilai Jadi Penyelamat Sektor Ekonomi Indonesia
apahabar.com

Nasional

KKB Mulai, Kapolda Ingatkan Anggota Tak Bepergian Sendiri di Timika
apahabar.com

Nasional

BPN: Usut Pendukung Prabowo Keroyok Warga Berkaus Jokowi
apahabar.com

Nasional

Mulai Juni 2020 Jakarta Bukan Lagi Ibu Kota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com