Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir

Kasus Gilang ‘Bungkus’, Polisi Ungkap Sederet Kendala

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 14:45 WIB

Kasus Gilang ‘Bungkus’, Polisi Ungkap Sederet Kendala

Jagad media sosial dihebohkan dengan sosok Gilang, oknum mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Surabaya yang dituding melakukan pelecehan seksual berkedok riset akademis. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Sederet kendala mengadang penyelidikan kasus seks menyimpang, Gilang ‘bungkus’.

Sebelumnya oknum mahasiswa Universitar Airlangga (Unair) itu meminta korbannya membungkus diri dengan kedok riset akademis.

Ada banyak korban dari perilaku seks menyimpang pemuda yang diketahui pernah bersekolah di Banjarmasin itu.

Polisi yang sudah turun tangan telah membuka posko aduan khusus melalui nomor WhatsApp 082143578532.

Namun begitu, jajaran Polda Jawa Timur (Jatim) rupanya tetap kesulitan mengembangkan kasus ini karena terbatasnya saksi dari para korban.

“Sudah dilakukan langkah sejak awal, namun kita masih memiliki keterbatasan untuk adanya laporan pengaduan yang secara sah, dari para saksi korban,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, dilansir Detik.com.

Sejauh ini, pihaknya telah menerima 15 aduan dari posko yang bekerja sama dengan Unair itu.

“Ada 15 orang yang mengadu tapi masih sumir karena tidak mencantumkan identitasnya secara jelas,” imbuh Truno.

Karenanya, dia mengaku, pihaknya sengaja belum memanggil terduga pelaku, Gilang.

“Terduga pelaku masih belum dipanggil karena masih penyelidikan. Penyelidikan masih awal. Dengan pengaduan, penyelidikan lebih fokus untuk mengumpulkan alat bukti sehingga kita bisa melakukan penyidikan,” pungkas Truno.

Sementara penyelidikan difokuskan lewat patroli siber, Truno meminta para korban untuk melapor.

Sampaikan Maaf

Keluarga Gilang Aprilian menyampaikan permohonan maaf.

Gilang, oknum mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu sebelumnya diduga melakukan pelecehan seksual ‘bungkus kain jarik’.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair Surabaya baru saja merampungkan rapat klarifikasi bersama pihak keluarga Gilang,

“Itu ya tidak dapat disampaikan secara terbuka, tapi intinya keluarga menyesalkan atas apa yang sudah dilakukan oleh putranya,” kata Puji, Selasa (4/8) dilansir CNN Indonesia.

Dalam rapat virtual itu Gilang tak hadir. Ia diwakili pihak keluarga yakni ibu dan kakaknya. Mereka, kata Puji pun telah menyesali perbuatan putranya.

Ada beberapa hal di dalam rapat kemarin, yang tak bisa diungkapkannya kepada publik. Meski begitu, Komisi Etik telah membahasnya dan dirumuskan menjadi sejumlah rekomendasi, untuk langkah selanjutnya.

“Komisi Etik bekerja independen, mereka mengikuti tanya jawab yang terjadi di rapat (dengan keluarga Gilang),” ujarnya.

Rekomendasi dari Komisi Etik itu, kata Puji, yang nantinya akan dijadikan salah satu pertimbangan universitas untuk menjatuhkan sanksi kepada Gilang.

Soal sanksi apa yang bakal dijatuhkan kepada Gilang menjadi sepenuhnya wewenang universitas. Keputusan tersebut akan resmi tertuang dalam surat keputusan (SK) rektor).

“Yang berhak mengangkat atau memberhentikan mahasiswa, atau memberikan sanksi itu kan universitas,” ujarnya.

Terlepas itu, atas nama lembaga Puji pun menyampaikan permintaan maafnya kepada publik. Ia menyesalkan peristiwa ini bisa terjadi hingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Pihak FIB Unair, kata Puji berkomitmen menyelesaikan persoalan ini dengan domain akademik. Selain itu, jika terbukti telah melanggar pidana, ia juga menyerahkan proses hukum kasus ini ke pihak kepolisian.

“Kedua kami berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini sebaik-baiknya. Tentu saja kami adalah domain akademik, kalau domain pidana itu urusannya penegak hukum,” ujarnya.

Kasus Gilang yang melecehkan korbannya dengan bungkus jarik melilit badan itu diketahui setelah salah satu korban, MF, mengungkapnya ke publik.

MF yang belakangan baru menyadari itu pelecehan mengaku Gilang awalnya meminta tolong bantuan untuk riset akademis dirinya.

MF mengaku dirinya sengaja mengungkap itu ke publik agar tak ada korban lain. Setelah diungkap itulah, sambungnya, baru diketahui ternyata dia bukan satu-satunya korban perbuatan Gilang.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kemenkeu: Resesi Harus Dihadapi dan Dimanfaatkan

Nasional

Gubernur Kalbar Waswas Pontianak Zona Merah Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jakarta PSBB Lagi, Rumah Ibadah Raya Dilarang Beroperasi
apahabar.com

Nasional

Terapkan Sikap Sederhana, Polri Terbitkan Aturan Tidak Bermewah-mewahan
CPNS

Nasional

Guru Tak Masuk CPNS, PGRI: Kebijakan Diskriminatif!
apahabar.com

Nasional

Waspada! Pegadaian Tak Pernah Jual Emas Secara Online
apahabar.com

Nasional

Mendikbud: Sekolah Tatap Muka Harus dengan Persetujuan Orang Tua
apahabar.com

Borneo

Terdakwa Pencurian Motor di Masjid Menyesal, Pasrah Diganjar 1 Tahun 6 Bulan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com