Mengejutkan, Kakak Haji Isam Ungguli Popularitas Cuncung dan Mila Karmila di Pilbup Tanbu 2020 Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium

Kembali Nahkodai Partai Gerindra, Prabowo Curhat Soal Jabatan Menhan

- Apahabar.com Sabtu, 8 Agustus 2020 - 17:17 WIB

Kembali Nahkodai Partai Gerindra, Prabowo Curhat Soal Jabatan Menhan

Prabowo Subianto akan kembali memimpin Gerindra hingga lima tahun ke depan. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Prabowo Subianto kembali mendapat amanah menahkodai Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Itu setelah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Indonesia memberikan mandat dan memilih kembali Prabowo menjadi ketua umum dan pembina Partai berlambang kepala Garuda lewat Kongres Luar Biasa (KLB), Sabtu (8/8) di Hambalang, Bogor, Kabupaten Bandung.

Dalam pidatonya Prabowo mengatakan jika dirinya tetap diberikan amanah memimpin Partai Gerindra ia akan meminta semua kader partai bersama-sama membangun bangsa Indonesia.

“Jika kalian kembali memberikan amanah kepada saya, maka saya meminta kepada kalian untuk setia dan berjuang bersama-sama membantu pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo untuk membangun bangsa ini,” sebut Prabowo.

Pelaksanaan KLB secara virtual diikuti kader Gerindra se-Indonesia termasuk di Banjarmasin.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa dirinya sangat dihargai dan diberikan amanah oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

“Ini bukti kalau saya pribadi dan Partai Gerindra diapresiasi presiden. Apalagi kebijakan Menhan yang memegang anggaran terbesar setelah Menteri Pendidikan diserahkan penuh kepada Menhan,” jelasnya.

Prabowo bercerita jika selama ia menjabat sebagai Menhan selalu meminta petunjuk kepada Presiden untuk bisa mengambil kebijakan terutama membeli Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI, namun oleh Presiden keputusan dan kebijakan itu dikembalikan ke Menhan untuk memutuskan.

“Biar Pak Menhan yang putuskan,” ujar Prabowo mengisahkan dirinya saat meminta petunjuk ke Presiden.

Apalagi menurut Prabowo selama ini Presiden Jokowi tidak pernah sama sekali memintanya untuk memenangkan perusahaan manapun agar menangani proyek di Kemenhan, ataupun memintanya membeli persenjataan dari negara mana.

“Sampai sekarang tidak pernah Presiden ataupun keluarganya, atau siapa pun orang dekat Presiden agar mengambil kesempatan. Apalagi instruksi pertama Presiden Jokowi waktu itu saat menunjuk menterinya adalah jangan korupsi dan itu ternyata beliau orangnya konsekuensi dengan hal tersebut,” jelasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Ahya Firmansyah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kecelakaan, Wakil Ketua DPRD Kota Banjar dan Ajudannya Tewas
apahabar.com

Nasional

6 Kali Olah TKP, Periksa 131 Saksi, Bareskrim : Gedung Kejagung Sengaja Dibakar, Bakal Ada Tersangka
apahabar.com

Nasional

Densus 88 Amankan 3 Terduga Teroris di Aceh
apahabar.com

Nasional

Dapat Penghargaan dari Presiden, Fahri Hamzah Sebut Saatnya Pelihara Persatuan
apahabar.com

Nasional

KPK Panggil Artis Faye Nicole Jadi Saksi Terkait Kasus Wawan
apahabar.com

Nasional

Membaik Pasca-Depresi, Polisi: Uang Lihan Sudah Habis
apahabar.com

Nasional

Kemnaker Sebut Subsidi Gaji Telah Disalurkan kepada 2,3 Juta Pekerja
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Indonesia Siapkan Strategi Baru Bela Siti Aisyah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com