Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Dampak Banjir di Satui Tanah Bumbu: 145 Rumah, 55 Ha Sawah Terendam, 101 Jiwa Mengungsi

Kemendagri: Pemetaan Zona Penyebaran Covid-19 Tak Cerminkan Kondisi Sebenarnya

- Apahabar.com Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:37 WIB

Kemendagri: Pemetaan Zona Penyebaran Covid-19 Tak Cerminkan Kondisi Sebenarnya

Ilustrasi. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar mengatakan pemetaan zona penyebaran Covid-19 saat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Bahtiar menjelaskan warna merah, kuning, dan hijau yang digunakan mencerminkan jumlah kasus yang ditemukan.

Sementara jumlah tes yang dilakukan di daerah tidak merata.

“Sebenarnya banyak angka-angka merah hijau itu tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Jangan-jangan hijau karena enggak ada tes,” kata Bahtiar saat menjawab pertanyaan soal pilkada di zona merah pada rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (24/8).

Bahtiar mengakui, banyak daerah di Indonesia tak memenuhi standar minimal tes Covid-19 yang dicanangkan WHO.

Ia juga mengakui tak semua daerah punya kemampuan penelusuran kasus Covid-19 atau tracing yang baik.

Sehingga Kemendagri tak akan menggunakan peta persebaran Covid-19 sebagai acuan penyelenggaraan pilkada. Mereka lebih memilih melihat angka kematian di setiap daerah sebagai referensi.

“Referensi kita itu bukan merah-kuning-hijau, tapi angka kematian. Jadi ukurannya lebih pasti karena tracing ini kemampuan daerah beda-beda, kemudian kecepatannya beda,” ujarnya.

Meski demikian, Bahtiar memastikan Pilkada Serentak 2020 tak akan diundur lagi. Begitu pula di daerah-daerah dengan penyebaran Covid-19 yang tinggi.

“Sampai hari ini Kemendagri khususnya, kami tidak berpikiran untuk menunda pilkada. Tetap kita laksanakan tentu dalam kondisi apapun wilayah itu,” kat Bahtiar.

Saat ini, Indonesia mencatat 155.412 kasus positif Covid-19 per Senin (24/8). Sebanyak 6.759 orang meninggal dunia, sedangkan 111.060 orang sembuh.(Cnn)

Daftar 29 daerah yang masuk zona merah Covid-19 per 16 Agustus

Aceh

1. Aceh Selatan
2. Aceh Besar

Sumatera Utara

3. Deli Serdang
4. Dairi
5. Kota Medan
6. Kota Binjai

Kepuluan Riau

7. Kota Tanjungpinang

Sumatera Selatan

8. Kota Lubuklinggau

DKI Jakarta

9. Jakarta Barat
10. Jakarta Pusat
11. Jakarta Utara

Jawa Barat

12. Kota Depok

Jawa Timur

13. Kota Surabaya
14 Sidoarjo

Kalimantan Selatan

15. Banjar
16. Hulu Sungai Tengah
17. Tanah Bumbu
18. Kotabaru
19. Barito Kuala
20. Kota Banjarmasin

Kalimantan Tengah

21. Barito Timur
22. Kota Palangka Raya

Kalimantan Timur

23. Kota Samarinda
24. Balikpapan

Bali

25. Karangasem

Gorontalo

26. Gorontalo

Sulawesi Utara

27 Kota Bitung

Sulawesi Selatan

28.Gowa

Maluku

29. Kota Ambon

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

PBNU Minta Dubes Arab Saudi Dipulangkan
apahabar.com

Nasional

Covid-19 Indonesia Tambah 4.105 Kasus Positif
apahabar.com

Nasional

Sulaiman Umar Dorong Pemerintah Biayai LBM Eijkman Untuk Tes Virus Corona dan Pengembangan Vaksin
apahabar.com

Nasional

Ketua Umum Hipmi Mardani H Maming : Hukum Seberat-beratnya Penyerang Syekh Ali Jaber
apahabar.com

Nasional

Reuni 212 Selesai, Massa Mulai Tinggalkan Monas
apahabar.com

Nasional

Wapres Minta Dai Redakan Kepanikan Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Pemudik Lebaran, BMKG Himbau Waspadai Potensi Cuaca Buruk
apahabar.com

Nasional

Paling Cepat, THR PNS Cair 8 Mei!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com