Bank Data Pilkada Kalsel 2020: 1 Pilgub, 2 Pilwali, 5 Pilbup, Peta Kekuatan 24 Paslon Misteri KDRT Berdarah di Kintap Tala, Polisi Selisik Jejak Suami Pandemi Covid-19, Air-Listrik Balai Karantina Banjarmasin Malah Nunggak! Akun Ilegal Paslon di Banjarmasin, Bawaslu Gandeng Kepolisian Dikira Diare, Wakil Gubernur Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Kemendagri: Pemetaan Zona Penyebaran Covid-19 Tak Cerminkan Kondisi Sebenarnya

- Apahabar.com Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:37 WIB

Kemendagri: Pemetaan Zona Penyebaran Covid-19 Tak Cerminkan Kondisi Sebenarnya

Ilustrasi. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar mengatakan pemetaan zona penyebaran Covid-19 saat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Bahtiar menjelaskan warna merah, kuning, dan hijau yang digunakan mencerminkan jumlah kasus yang ditemukan.

Sementara jumlah tes yang dilakukan di daerah tidak merata.

“Sebenarnya banyak angka-angka merah hijau itu tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Jangan-jangan hijau karena enggak ada tes,” kata Bahtiar saat menjawab pertanyaan soal pilkada di zona merah pada rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (24/8).

Bahtiar mengakui, banyak daerah di Indonesia tak memenuhi standar minimal tes Covid-19 yang dicanangkan WHO.

Ia juga mengakui tak semua daerah punya kemampuan penelusuran kasus Covid-19 atau tracing yang baik.

Baca juga :  Update Covid-19 di Kalsel, Tambah 59 Positif dan 38 Sembuh

Sehingga Kemendagri tak akan menggunakan peta persebaran Covid-19 sebagai acuan penyelenggaraan pilkada. Mereka lebih memilih melihat angka kematian di setiap daerah sebagai referensi.

“Referensi kita itu bukan merah-kuning-hijau, tapi angka kematian. Jadi ukurannya lebih pasti karena tracing ini kemampuan daerah beda-beda, kemudian kecepatannya beda,” ujarnya.

Meski demikian, Bahtiar memastikan Pilkada Serentak 2020 tak akan diundur lagi. Begitu pula di daerah-daerah dengan penyebaran Covid-19 yang tinggi.

“Sampai hari ini Kemendagri khususnya, kami tidak berpikiran untuk menunda pilkada. Tetap kita laksanakan tentu dalam kondisi apapun wilayah itu,” kat Bahtiar.

Saat ini, Indonesia mencatat 155.412 kasus positif Covid-19 per Senin (24/8). Sebanyak 6.759 orang meninggal dunia, sedangkan 111.060 orang sembuh.(Cnn)

Daftar 29 daerah yang masuk zona merah Covid-19 per 16 Agustus

Baca juga :  Cegah Covid-19 ke Anak, Khasiat Kayumanis dan Lemon Bisa Jadi Antiseptik Alami

Aceh

1. Aceh Selatan
2. Aceh Besar

Sumatera Utara

3. Deli Serdang
4. Dairi
5. Kota Medan
6. Kota Binjai

Kepuluan Riau

7. Kota Tanjungpinang

Sumatera Selatan

8. Kota Lubuklinggau

DKI Jakarta

9. Jakarta Barat
10. Jakarta Pusat
11. Jakarta Utara

Jawa Barat

12. Kota Depok

Jawa Timur

13. Kota Surabaya
14 Sidoarjo

Kalimantan Selatan

15. Banjar
16. Hulu Sungai Tengah
17. Tanah Bumbu
18. Kotabaru
19. Barito Kuala
20. Kota Banjarmasin

Kalimantan Tengah

21. Barito Timur
22. Kota Palangka Raya

Kalimantan Timur

23. Kota Samarinda
24. Balikpapan

Bali

25. Karangasem

Gorontalo

26. Gorontalo

Sulawesi Utara

27 Kota Bitung

Sulawesi Selatan

28.Gowa

Maluku

29. Kota Ambon

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gus War Anjurkan Pemerintah Bangun Komunikasi dengan Tokoh Adat Papua
apahabar.com

Nasional

Mardani H. Maming: Pengusaha Muda Harus Jadi Pemain Utama di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Koalisi minta RUU Disahkan
apahabar.com

Nasional

HPN ‘Diubah’ Jadi Hari Prabangsa Nasional di Surabaya
apahabar.com

Nasional

Larangan Mudik, Bandara Soetta Tutup Penerbangan Komersil
apahabar.com

Nasional

Gelombang 10 Mungkin Penutup Program Kartu Prakerja
apahabar.com

Nasional

Indonesia Hentikan Sementara Kebijakan Bebas Visa Turis China
apahabar.com

Nasional

Status Rommy Jadi Tersangka Suap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com