Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Kementan Cabut Aturan Ganja Tanaman Obat Binaan

- Apahabar.com Sabtu, 29 Agustus 2020 - 17:56 WIB

Kementan Cabut Aturan Ganja Tanaman Obat Binaan

Ilustrasi ganja (cannabis sativa). Foto-Detik

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mencabut keputusan Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 yang di dalamnya menyatakan ganja sebagai tanaman obat binaan Dirjen Hortikultura.

“Kepmentan 104/2020 tersebut sementara akan dicabut untuk dikaji kembali dan segera dilakukan revisi berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti BNN, Kemenkes, dan LIPI,” kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir dari IDN Times, Sabtu (29/8).

Dalam keterangan tersebut, Tommy menekankan bahwa Kementan tak mendukung budidaya ganja yang dilarang dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dia menegaskan bahwa ganja atau nama latinnya cannabis sativa tergolong narkotika golongan I. Izin penggunaan terhadap narkotika golongan I hanya dibolehkan dalam hal-hal tertentu.

Pengaturan ganja sebagai kelompok komoditas tanaman obat, sambungnya, hanya diperbolehkan bagi tanaman ganja yang ditanam untuk kepentingan pelayanan medis dan atau ilmu pengetahuan, dan secara legal oleh UU Narkotika.

Lebih lanjut, Tommy mengatakan bahwa dalam pasal 67 UU Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura telah diatur pengaturan soal penyalahgunaan tanaman.

Pasal tersebut berbunyi: Budidaya jenis tanaman hortikultura yang merugikan kesehatan masyarakat dapat dilakukan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau ilmu pengetahuan, kecuali ditentukan lain oleh undang-undang.

Sementara, sebelumnya Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan, Bambang Sugiharto menyatakan bahwa ganja tetap ilegal di Indonesia meski dalam Kepmen 104/2020 dinyatakan sebagai komoditas yang masuk dalam daftar tanaman obat Dirjen Hortikultura.

Ganja tetap ilegal baik sebagai tanaman obat atau pun konsumsi bebas.

“Tidak dilegalkan. Tetap dilarang, walau ada ganja untuk obat tapi di Indonesia tidak melegalkan tanaman ganja. Ada keterangannya, tidak dibudidayakan,” kata Bambang dilansir CNN Indonesia, Sabtu.(Idn/Cnn)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jayapura Diguncang Gempa Bumi 4,6 SR
apahabar.com

Nasional

Tak Gentar Hadapi 100 Pengacara Puan Maharani, Nikita Mirzani Panggil 1000 Jin
apahabar.com

Nasional

Kesenian Sinoman Hadrah Sambut Kedatangan Jokowi di Kalsel
apahabar.com

Nasional

Terpilih Sebagai Plt Ketua JMSI Sumsel, Agus Harizal Siap Rangkul Semua Media Siber
apahabar.com

Nasional

Dokumen Tak Lengkap, 8 Mobil Mewah Disita Polisi
apahabar.com

Nasional

Cerita Lora Fadil: Boyong  3 Istrinya di Pelantikan DPR
apahabar.com

Nasional

VIDEO: Detik-detik Syekh Ali Jaber ditusuk Orang Tak Dikenal Di Masjid Di Bandar Lampung
apahabar.com

Nasional

Sah! Komjen Idham Azis Terpilih Jadi Kapolri Secara Aklamasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com