Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Ketua DPRD Banjar Blak-blakan Ogah Tes Swab Massal

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 17:58 WIB

Ketua DPRD Banjar Blak-blakan Ogah Tes Swab Massal

Ketua DPRD Kabupaten Banjar, HM Rofiqi memiliki sederet alasan tidak akan mengikuti tes. Foto-apahabar.com/Hendralianor

apahabar.com, MARTAPURA – Di saat Pemkab Banjar tengah menggeber uji swab massal, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, HM Rofiqi dan koleganya sesama wakil rakyat terkesan cuek. Lantas, apa alasannya?

Rofiqi rupanya memiliki alasan tersendiri. Ia bilang risiko dirinya terpapar Covid-19 masih rendah. Itu sekalipun dirinya sudah mengetahui ada beberapa pejabat di Pemkab Banjar terinfeksi Covid-19.

“Saya orang yang beranggapan lebih baik tidak tahu dari pada tahu. Ini pendapat pribadi. Karena ketika kita tahu bahwa kita terpapar Corona, kondisi fisik biasanya down, tetapi yang tidak tahu biasanya kondisi fisiknya normal,” ujar Rofiqi kepada awak media, baru tadi.

“Di sini ada empat kemarin yang positif, dan tidak ada satu pun yang menandakan gejala. Berarti kan fine-fine aja, tidak ada yang spesial,” sambung ketua DPC Gerindra Banjar ini.

Ia mengakui bahwa Covid-19 memang berbahaya, hanya saja angka kematiannya relatif rendah. Namun di Indonesia, Rofiqi bilang, angka kematiannya di atas rata-rata standar WHO.

“Kenapa seperti itu, saya beranggapan bahwa tes yang dilakukan belum terlalu masif,” jelasnya.

“Jadi begini, ada orang meninggal misalkan sebenarnya karena jantung, tapi karena dites reaktif dengan rapid tes, maka dihitunglah itu Corona,” imbuh Rofiqi.

Sepanjang pengetahuannya, kata dia, belum pernah ada kasus kematian yang disebabkan karena Covid-19 saja.

“Tetapi harus disertai dengan penyakit penyerta. Itu ajudan saya dua kali swab, dua kali positif, harusnya saya juga (positif), tapi normal saja,” pungkasnya.

Namun begitu Rofiqi menolak dikatakan jika DPRD Banjar tidak bersedia menjalankan test swab massal untuk mencontohkan kepada masyarakat.

“Bukannya tidak mau, kami bisa mandiri, yang gratis itu lebih baik buat rakyat saja, biar kami berjuang menanggung risiko buat rakyat kami,” ujarnya.

Sementara, saat berita ini diturunkan, sudah sebanyak 6.535 warga di Kalsel terjangkit Covid-19, sesuai data pemerintah.

Hari ini, Jumat (7/8), dilaporkan terdapat penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 57 orang. Rinciannya, Tanah Laut 3 orang, Kotabaru 3 orang, Banjar 9 orang, Hulu Sungai Selatan 2 orang, Hulu Sungai Utara 5 orang, Banjarmasin 19 orang dan Banjarbaru 16 orang.

Dari jumlah tersebut 2.347 pasien positif yang masuk dalam ruang perawatan, 1.053 orang yang suspek masuk dalam pengawasan.

Sedangkan pada laporan kasus kematian terdata bertambah sebanyak 3 kasus. Yaitu 1 dari Kotabaru dan 2 dari Banjar. Sehingga total seluruhnya kematian akibat Covid-19 dilaporkan mencapai 303 kasus.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Minim Ahli K3, Kasus Kecelakaan Kerja Masih Terjadi di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kemenag Tala Izinkan Kembali Acara Nikah di Rumah, Ini Syaratnya
apahabar.com

Kalsel

Pengamen Lampu Merah Simpang Empat Diamankan Petugas
apahabar.com

Kalsel

Mayat Mengambang di HST Diduga Anak Keterbelakangan Mental
apahabar.com

Kalsel

Pastikan Kedatangan Ma’ruf Amin Bukan Berkampanye
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Covid-19, Pejabat Lingkup Tala Di-Rapid Test; Satu Reaktif
apahabar.com

Kalsel

Kasus Ini Jadi Trending Kejahatan di Banjarmasin, Polresta Terima Ratusan Laporan
apahabar.com

Kalsel

Pencemaran Nama Baik Habib Banua, Polisi Belum Periksa Adhariani
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com