2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Kisah Batu yang Membawa Lari Baju Nabi Musa AS

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:45 WIB

Kisah Batu yang Membawa Lari Baju Nabi Musa AS

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketika Nabi-Nya dihinakan, Allah SWT memiliki cara tersendiri untuk menjawab hinaan tersebut.

Dahulu kala, Bani Israil biasa mandi di sungai tanpa pakaian. Mereka tak malu meski saling melihat satu sama lain. Tapi, kebiasaan itu tak disukai Nabi Musa. Setiap kali mandi, Nabi Musa selalu menyendiri dan enggan mandi bersama.

Sikap mulia Nabi Musa tersebut justru dipertanyakan mereka. Meski Musa merupakan nabi yang patut diyakini dan dihormati, Bani Israil justru mencelanya. Mereka menyebarkan gosip bahwa Musa memiliki cacat badan hingga enggan mandi bersama.

Nabi Musa yang terbiasa sabar menghadapi umatnya pun hanya diam membisu. Ia enggan meladeni gosip murahan Bani Israil. Tapi, Allah enggan membiarkan utusan-Nya dicela.

Suatu hari, ketika Musa mandi dia meletakkan bajunya di atas sebuah batu. Tapi, tiba-tiba atas perintah Allah batu tersebut lari dengan kencang. Musa pun segera mengejar benda mati itu.

“Wahai batu! Bajuku!” ujar Musa. Saat mengejar batu tersebut, Bani Israil melihatnya. Maka, nyatalah bahwa gosip itu tak benar.

“Demi Allah tak ada cacat pada Musa,” ujar mereka.

Setelah Allah menampakkannya, batu tersebut pun berhenti. Nabi Musa segera mengambil baju dan mengenakannya. Nabi pun marah kepada sang batu dan dia pun memukulnya.

Kisah batu tersebut dikabarkan Rasulullah dalam hadits riwayat Bukhari dari sahabat Abu Hurairah. Dari dua kisah di atas dapat dipetik hikmah untuk menghormati dan menaati utusan Allah. Mencintai utusan Allah merupakan bagian dari keimanan.

Rasulullah pernah bersabda: “Terdapat tiga hal yang apabila dimiliki seseorang tentu dia merasakan manisnya iman, Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada yang selain keduanya, dia tidaklah mencintai seseorang melainkan karena Allah serta dia benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api.” (Hadits riwayat Bukhari Muslim dari Anas bin Malik).

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Disidang karena Perluas Masjid Nabawi, Sayidina Umar Tunjukkan Bagaimana Jadi Pemimpin
apahabar.com

Ceramah

Gus Baha: Hidup Jangan Dibikin Sulit
apahabar.com

Ceramah

Jangan Menunggu Kaya untuk Jadi Dermawan
apahabar.com

Religi

Seorang Muslim Bebas dari Hukuman Potong Tangan Berkat Unta, Simak Kisahnya
apahabar.com

Hikmah

Percepat Pembayaran Zakat di Tengah Covid-19, Afdolkah?
apahabar.com

Religi

Para Nabi pun Bekerja, Berikut Ragam Usaha Mereka
apahabar.com

Ceramah

Soroti Tarawih Berjemaah di Tengah Pandemi Covid-19, PBNU: Satgas yang Turun Tangan
apahabar.com

Habar

Musala yang Selamat dari Amuk Api di Pulau Sebuku Kotabaru Kini Berwajah Cantik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com