Salah Tulis, Perbaikan Plang Nama SDN di Banjarmasin Tunggu Dana BOS Cair Bawa Pesan Damai ke Ukraina-Rusia, Jokowi Dianggap Layak Raih Nobel Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Kawasan di Banjarbaru Tergenang Banjarmasin Terendam Lagi, Masyarakat Diminta Waspada Air Kiriman! Banjarbaru Terendam, Sejumlah Warga Dievakuasi

Kisah Batu yang Membawa Lari Baju Nabi Musa AS

- Apahabar.com     Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:45 WITA

Kisah Batu yang Membawa Lari Baju Nabi Musa AS

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketika Nabi-Nya dihinakan, Allah SWT memiliki cara tersendiri untuk menjawab hinaan tersebut.

Dahulu kala, Bani Israil biasa mandi di sungai tanpa pakaian. Mereka tak malu meski saling melihat satu sama lain. Tapi, kebiasaan itu tak disukai Nabi Musa. Setiap kali mandi, Nabi Musa selalu menyendiri dan enggan mandi bersama.

Sikap mulia Nabi Musa tersebut justru dipertanyakan mereka. Meski Musa merupakan nabi yang patut diyakini dan dihormati, Bani Israil justru mencelanya. Mereka menyebarkan gosip bahwa Musa memiliki cacat badan hingga enggan mandi bersama.

Nabi Musa yang terbiasa sabar menghadapi umatnya pun hanya diam membisu. Ia enggan meladeni gosip murahan Bani Israil. Tapi, Allah enggan membiarkan utusan-Nya dicela.

Suatu hari, ketika Musa mandi dia meletakkan bajunya di atas sebuah batu. Tapi, tiba-tiba atas perintah Allah batu tersebut lari dengan kencang. Musa pun segera mengejar benda mati itu.

“Wahai batu! Bajuku!” ujar Musa. Saat mengejar batu tersebut, Bani Israil melihatnya. Maka, nyatalah bahwa gosip itu tak benar.

“Demi Allah tak ada cacat pada Musa,” ujar mereka.

Setelah Allah menampakkannya, batu tersebut pun berhenti. Nabi Musa segera mengambil baju dan mengenakannya. Nabi pun marah kepada sang batu dan dia pun memukulnya.

Kisah batu tersebut dikabarkan Rasulullah dalam hadits riwayat Bukhari dari sahabat Abu Hurairah. Dari dua kisah di atas dapat dipetik hikmah untuk menghormati dan menaati utusan Allah. Mencintai utusan Allah merupakan bagian dari keimanan.

Rasulullah pernah bersabda: “Terdapat tiga hal yang apabila dimiliki seseorang tentu dia merasakan manisnya iman, Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada yang selain keduanya, dia tidaklah mencintai seseorang melainkan karena Allah serta dia benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api.” (Hadits riwayat Bukhari Muslim dari Anas bin Malik).

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Cerita Gus Baha: Kebanggaan Merawat Orang Tua
apahabar.com

Religi

Perkirakan 2 Juta Lebih Jemaah Hadir, Wakapolda Kalsel Tinjau Kesiapan Pengamanan Haul Sekumpul ke 15
jemaah haji

Religi

Jemaah Haji Indonesia Bakal Tempati Lima Sektor di Makkah, Cek Lokasi untuk Jemaah Kalsel-Teng
apahabar.com

Religi

NU Putuskan Awal Rajab Jatuh Selasa Ini
apahabar.com

Religi

Tausiah di Masjid Agung Al Karomah Martapura, UAS : Adab di Atas Ilmu, Penting
apahabar.com

Religi

Cerita Angel Lelga yang Diterima Keluarga Setelah 10 Tahun Mualaf
apahabar.com

Religi

MU: Selamat Berpuasa untuk Seluruh Umat Muslim
makkah

Religi

Layani Pengunjung Wanita di Masjidil Haram, 1.500 Tenaga Kerja Disiapkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com