Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Kisah Haru Petugas Kesehatan Covid-19 di SKB Batola, Rindu Dihantui Cemas

- Apahabar.com     Sabtu, 1 Agustus 2020 - 14:13 WITA

Kisah Haru Petugas Kesehatan Covid-19 di SKB Batola, Rindu Dihantui Cemas

Selama menangani pasien Covid-19, ribuan tenaga kesehatan dibatasi berhubungan dengan keluarga. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Melewatkan banyak momentum bersama keluarga termasuk saat Iduladha hingga khawatir terpapar, hanya sebagian kisah tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di SKB Barito Kuala (Batola).

SKB mulai beralih fungsi menjadi tempat karantina sejak 15 April 2020.

Semula balai pendidikan di Jalan AES Nasution Marabahan ini hanya menampung pelaku perjalanan dan kontak erat.

Mereka diawasi tenaga kesehatan yang bekerja dalam tiga shift. 4 orang mengisi shift pagi yang dimulai pukul 08.00 hingga 14.00.

Kemudian shift dua berjumlah 3 petugas yang berjaga antara antara pukul 14.00 hingga 21.00. Demikian pula shift tiga mulai pukul 21.00 hingga 08.00.

Lantas seiring peningkatan penyebaran Covid-19 di Batola, SKB dijadikan menjadi tempat karantina kasus konfirmasi, terutama pasien asimptomatik atau positif tanpa gejala.

Setelah berubah status, kewaspadaan petugas kesehatan pun ditingkatkan. Mereka tak lagi bisa pulang ke rumah setiap hari, karena dikhawatirkan menjadi carrier orang sekitar.

Solusinya semua tenaga kesehatan ditempatkan dalam asrama. Pun tidak semua orang bisa keluar masuk tempat penampungan tersebut.

Selain RSUD Abdul Aziz Marabahan, mereka yang bertugas di SKB merupakan petugas kesehatan dari sejumlah Puskesmas di Batola.

“Praktis setelah ditunjuk bertugas di SKB, kami tak bisa saban hari pulang ke rumah. Kami baru diizinkan pulang sebulan sekali. Itu pun hanya sehari,” papar Tatang Mardiansyah, salah seorang tenaga kesehatan di SKB, Jumat (31/7) malam.

“Sebelum pulang ke rumah, kami harus dipastikan sudah steril. Setibanya di rumah, kami mesti langsung mandi sebelum berinteraksi dengan keluarga,” imbuh alumni Stikes Cahaya Bangsa ini.

Ketika sudah bertemu keluarga, bukan berarti semuanya baik-baik saja.
Kekhawatiran menjadi carrier untuk keluarga dan warga sekitar, selalu berada dalam pikiran mereka.

“Tentu sedih berada jauh dari keluarga selama berhari-hari. Namun ketika bersama mereka, kami juga khawatir menjadi pembawa virus, sekalipun semua protokol kesehatan sudah dilakukan,” timpal tenaga kesehatan lain bernama Rasyidah.

Kekhawatiran itu juga ditimpali anggapan miring masyarakat tentang potensi penularan Covid-19 dari tenaga kesehatan.

Kendati tak sampai dikucilkan lingkungan sekitar, gelagat dijauhi masyarakat sempat dirasakan.

“Makanya kalau sudah pulang, kami lebih banyak diam di rumah,” lirih Rasyidah yang ditugaskan dari Puskesmas Barambai.

Hanya bisa pulang sebulan sekali, banyak momen bersama keluarga yang dilewatkan tenaga kesehatan di SKB, termasuk perayaan Iduladha 1441 Hijriah.

“Oleh karena penugasan dimulai menjelang bulan puasa, sebagian besar sahur dan buka hingga bahkan perayaan Idulfitri kemarin dilakukan di karantina,” jelas Tatang.

“Namun demikian, kami tetap semangat menjalani tugas. Sesama tenaga kesehatan juga saling menguatkan,” imbuh tenaga kesehatan dari Puskesmas Wanaraya ini.

Selain solidaritas antar sesama tenaga kesehatan, kesembuhan pasien juga menjadi penyemangat. Terlebih kalau pasien tersebut memberikan testimoni baik selama dalam perawatan.

“Merawat pasien Covid-19 memang harus lebih sabar, mengingat mayoritas pasien di SKB tidak bergejala dan sudah lama dikarantina. Mereka pun pasti bingung dan sedih,” jelas Rasyidah.

“Makanya kami juga berusaha memahami karakter setiap pasien. Terkadang dianggap judes oleh pasien, padahal sudah pembawaan si perawat yang berbicara pendek-pendek,” tandas alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat ini.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ini Rute Jalur Konvoi Piala Adipura Banjarmasin

Kalsel

Update Covid-19 Tanah Bumbu: Positif 7 Orang, Sembuh 5
Perusahaan Kayu di Kalsel PHK Ratusan Karyawan, Begini Usaha Apindo

Kalsel

Perusahaan Kayu di Kalsel PHK Ratusan Karyawan, Begini Usaha Apindo
apahabar.com

Kalsel

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Legislator Kalsel: Tol di Jawa Sudah Tumpang Tindih
apahabar.com

Kalsel

Pencopotan Plt Kasatpol PP Banjarmasin Disesalkan Pengamat Kebijakan Publik
Lapas Banjarmasin

Banjarmasin

Ribuan Warga Binaan Lapas Banjarmasin Peroleh Remisi, Paling Dominan Kasus Narkoba
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Proses Administrasi, BPJS Sosialisasikan E-Dabu
apahabar.com

Kalsel

Paripurna DPRD Banjarbaru, Bahas Soal Karhutla
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com