Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Kisah Pengabdian Mahasiswa UMM di Pulau Laut: Fisioterapi Dikira Tukang Pijat

- Apahabar.com Senin, 17 Agustus 2020 - 22:00 WIB

Kisah Pengabdian Mahasiswa UMM di Pulau Laut: Fisioterapi Dikira Tukang Pijat

Ahmad Awaludin Taslim, mahasiswa UMM, saat memberikan pelayanan fisioterapi gratis untuk warga Kulipak, Pulau Laut Timur. Foto-Taslim for apahabar.com

apahabar.com, KOTABARU – Empat mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diutus ke Kalimantan Selatan untuk mengabdikan diri di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru.

Pengabdian tetap dilaksanakan mereka sekalipun pandemi Covid-19. Itu untuk memenuhi salah satu program kampus. Yakni, Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Tepatnya, di Desa Kulipak, Kecamatan Pulau Laut Timur.

Kegiatan sosial ini berlangsung sejak 13 Agustus 2020, hingga 30 Agustus 2020 mendatang.

Karena pandemi, PMM terpaksa dilakukan secara door to door, atau mendatangi satu per satu rumah-rumah warga. Itu demi menghindari kerumunan, salah satu media penularan Covid-19.

“Sejak 13 Agustus kemarin kami melakukan berbagai kegiatan bernuansa sosial untuk pengabdian kepada warga Desa Kulipak,” ujar Ahmad Awaludin Taslim, salah satu mahasiswa UMM dihubungi apahabar.com, Senin (17/8) sore.

Di lapangan, Taslim bercerita, mereka dituntut untuk mengaplikasikan keilmuan yang telah didapat di bangku kuliah. Di antaranya, tentang fisioterapi, manajemen, dan teknik.

“Selain itu, sebagai bukti telah melaksanakan kegiatan untuk masyarakat, kami juga diminta untuk menyebarkan dokumentasi melalui media sosial,” ujar Taslim.

Dalam pertemuan pertama, mereka memberikan sederet treatment kepada pasien berupa massage, streching, dan
isometric exercise.

“Setelah itu kami berikan edukasi terkait penyakit apa yang diderita oleh pasien dan bagaimana cara penanganannya,” ujarnya.

Tak hanya memberikan treatment, Taslim bersama rekannya, Ika, juga memberikan sederet pemahaman tentang apa itu profesi fisioterapi. Pasalnya, saat ini fisioterapi sering dipandang sebelah mata. Kerap disalahartikan sebagai tukang pijat semata.

“Antara fisioterapi dan tukang pijat sangat berbeda sekali, pijat atau yang biasa kami kenal massage adalah salah satu keterampilan yang fisioterapis miliki, dan tidak hanya itu saja ada yang lain contohnya streching, exercise, menggunakan peralatan elektro seperti infra red, electrical stimulation, ultrasound, dan masih banyak lagi,” ujarnya sambil tersenyum.

Untuk informasi penyakit yang dialami pasien-pasien umumnya adalah osteoarthritis (OA) atau radang sendi. Penyakit ini umumnya terjadi pada orang-orang lanjut usia, faktornya bisa disebabkan karena obesitas dan aktivitas yang mengakibatkan tekanan berlebihan serta terus-menerus di sendi lutut dan paha.

“Jika kebiasaan ini dibiarkan terus menerus maka lama kelamaan akan menyebabkan penggerusan tulang rawan pada sendi, tulang rawan berfungsi sebagai bantalan yang melapisi tulang, apabila tulang rawan ini tergerus habis akan mengakibatkan antar-tulang saling bergesekan dan timbulah peradangan,” ujarnya.

Penyakit ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri hebat dan disertai bunyi krepitasi atau bunyi khas; ketika sendi
digerakkan.

Lebih jauh, fisioterapis dan tukang pijat juga cukup berbeda dilihat dari serangkaian prosedurnya.

“Pertama biasanya ada anamnesa atau tanya jawab untuk mencari tahu lebih detail terkait informasi penyakit yang diderita,” jelasnya.

Kedua pemeriksaan pada fisio sendiri lebih dikhususkan pada pemeriksaan gerak seperti mengukur rentang gerakan untuk mengetahui apakah ada keterbatasan pada gerakan dan masih banyak pemeriksaan lainnya.

Berlanjut ketiga, yang mana menetapkan diagnosa penyakit berdasarkan hasil anamnesa dan pemeriksaan.

“Dan keempat kita berikan treatment sesuai dengan keluhan,” jelasnya.

Untuk OA biasanya mereka memberikan massage untuk melemaskan otot-otot sekitar sendi yang kaku, lalu streching untuk memanjangkan otot-otot yang atrofi atau mengalami pemendekan, dan isometric exercise yaitu latihan untuk menguatkan otot-otot yang lemah serta untuk mengurangi nyeri.

Setelah sesi treatment barulah edukasi kepada pasien diberikan. Biasanya pasien diminta untuk melanjutkan latihan-latihan yang kerap diajarakan setiap hari saat pagi hari.

“Di fase ini, fisioterapis sebisa mungkin harus membuat pasien mandiri dalam menjalani latihan agar pasien tidak sepenuhnya bergantung kepada kami jadi kami tidak datang setiap hari,” ujarnya.

Baru di pekan berikutnya, mereka kembali datang untuk melakukan evaluasi.

“Terkait perkembangan pasien, dan sebagai catatan setiap terapis memiliki cara yang berbeda dalam memberikan treatment, terapis memiliki kebebasan dalam mengkreasikan treatment sesuai dengan wawasan, inilah seni dalam berfisioterapi,” ujar Taslim.

Kepala Desa Kulipak, Jali Rahman mengaku telah beberapa hari kedatangan tamu mahasiswa dari UMM. Ia bersyukur akan kehadiran mereka.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kebakaran di Wildan Sari, 6 Rumah Ludes, Bermula dari Kediaman Kosong
apahabar.com

Kalsel

Di Tengah Pandemi, Pedagang Bubur Ayam di Pulau Laut Ketiban Berkah
apahabar.com

Kalsel

PSBB Berakhir, Borneo Indoor Futsal Tawarkan Promo Menarik
apahabar.com

Kalsel

HUT RI ke-74, Dubes RI Untuk Brunei Darussalam Berikan Penghargaan Kepada Staf Teladan
apahabar.com

Kalsel

[Klarifikasi] Kronologi Lengkap Perkara Penipuan yang Menjerat Bupati Balangan
apahabar.com

Kalsel

Balap Liar di Tengah Covid-19, Puluhan Remaja Banjarmasin Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Dimulai dari Organisasi Wanita, Tala Siap Kurangi Sampah Plastik

Kalsel

Wakil Ketua DPRD Sedih Kalsel Tak Jadi Ibu Kota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com