Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

Kisah Perjuangan Badut di Kotabaru Mencari Nafkah di Tengah Pandemi

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 19:24 WIB

Kisah Perjuangan Badut di Kotabaru Mencari Nafkah di Tengah Pandemi

Para badut kini diperkenankan beraktifitas kembali di Siring Laut, dan pada hari-hari tertentu di area wisata pantai Gedambaan. Foto-Eca for apahabar.com

apahabar.com, KOTABARU – Anggapan menjadi badut itu enak, dan mudah dapat uang ternyata salah besar.

Salah satu pemuda di Kotabaru berinisial AN (30) terpaksa menjadi badut lantaran sulitnya mencari pekerjaan layak di tengah pandemi Covid-19.

“Untuk mencukupi keperluan sehari-hari,” lirihnya ditemui di kawasan Siring Laut, Kotabaru, baru tadi.

Ironisnya lagi, kebanyakan badut yang mangkal di sana rupanya tak memiliki kostum sendiri.

“Kami hanya menyewa,” jelasnya.

Artinya, ketika si badut menerima saweran hasilnya harus rela dibagi dua dengan pemilik kostum.

Akan tetapi ia terpaksa tetap menjalani mengingat mahalnya harga kostum.

Untuk sebuah kostum saja, kata dia, harus merogoh koceh hingga Rp4 juta.

Itu tentu tak sebanding dengan penghasilan mereka. Sehari-hari jumlah penghasilan mereka hanya Rp60 ribu.

“Itu rata-rata. Intinya, tidak menentu,” tandasnya.

Hanya di akhir pekan, Sabtu, dan Minggu, penghasilannya baru mencapai Rp100 ribu/hari.

“Ya, mau gimana lagi, om. Cari kerja sekarang susah,” tuturnya.

“Sudah melamar sana-sini juga belum ada panggilan. Jadi, terpaksa saya kerja jadi buruh badut,” ujarnya.

Lantas hal apa yang paling tidak mengenakkan selama jadi badut?

“Menahan rasa panas, pengap, maupun penat jadi. Itu kami pakai sampai beberapa jam,” jelasnya.

Karena dinilai mengganggu pengguna jalan, sebelumnya, belasan badut ditertibkan oleh Satpol PP Kotabaru, Jumat (24/7) lalu.

Penertiban itu dilakukan oleh jajaran Satpol PP setempat di sejumlah lampu merah di Bumi Saijaan.

Belakangan, penertiban itu menuai protes dan kecaman warganet.

Merespons kecaman itu, Pemkab Kotabaru kemudian luluh. Mereka mengizinkan para badut beroperasi lagi, namun di kawasan wisata Siring Laut.

“Nah, ditertibkannya badut itu, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan seperti tabrakan itu terjadi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kotabaru, Khairian Ansari kepada apahabar.com, Selasa (28/7) siang.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Update Covid-19 Tanah Bumbu: Lebih Banyak Pasien Positif Dibanding Sembuh!
apahabar.com

Kalsel

PMI Banjar Siagakan Personel Waspadai Karhutla Meluas
Pembuatan SKCK, STTP dan SIK di Banjarmasin Diliburkan

Kalsel

Pembuatan SKCK, STTP dan SIK di Banjarmasin Diliburkan  
apahabar.com

Kalsel

Ketika Salat Tarawih, Eks Pasar Burung Jalan Tembus Mantuil Dilalap Si Jago Merah
apahabar.com

Kalsel

Tampil Menghibur di Brownis Trans TV, Gimar Jid Mengaku Lebih Rileks

Borneo

Akhir November Aruh Film Kalimantan 2018 Dihelat
apahabar.com

Kalsel

Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam
apahabar.com

Kalsel

HAN 2019, Ramai-Ramai Lawan Kekerasan Anak di HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com