Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji Simpan Sabu di Lipatan Kasur, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Mati-matian Tak Mengaku Lindungi Hak Konsumen, SPBU Banjarmasin Ditera Ulang KMP JM II Nyaris Tenggelam, Tim SAR Gabungan Kotabaru Bersiap Evakuasi Diajak Sabung Ayam, ODGJ Bawa Sajam Berhasil Diamankan di Sungai Raya HSS

Kisah Ryan, Pemuda Banjarmasin Jatuh Bangun Pertahankan Bisnis di Tengah Pandemi

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 16:53 WIB

Kisah Ryan, Pemuda Banjarmasin Jatuh Bangun Pertahankan Bisnis di Tengah Pandemi

Ryan Fahlevi menunjukkan olahan durian miliknya. Foto-apahabar.com/ Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Kisah Ryan Fahlevi warga Banjarmasin bisa jadi inspirasi di kala Covid-19 mewabah.

Ryan seorang pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang coba bertahan dari pandemi yang sudah memukul roda perekonomian.

Bermula dengan bisnis kue kering yang jatuh bangun, Ryan mencoba gigih mempertahankan bisnisnya di saat semua pelaku usaha seperti dirinya bertumbangan.

Ryan mesti menerima kenyataan ketika jualan kue keringnya yaitu Sus Kering tak mampu juga bertahan.

Semula bisnis yang bisa menopang kehidupan rumah tangga Ryan justru kini babak belur tak karuan. Sebab penjualan dirasakannya turun jauh drastis.

“Awal mula berjualan mampu menjual 3000 pack Sus kering dalam sebulan, itu pun didistribusikan ke wilayah yang ada di Kalsel dan Kalteng,” aku Ryan kepada media ini.

Saat Covid-19 mulai mewabah Maret lalu, Ryan bisa menjual 200 pack sebulan.

“Itu masih di saat awal corona. Sampai akhirnya pabrik bahan bakunya tutup tak lagi produksi karena alasan corona dan kini Sus kering tak lagi bisa jadi andalan. Dijual pun hanya kepada reseller setia,” kata Ryan.

Tak berkecil hati, Ryan banting setir mencoba menjual frozen food seperti burger, sosis, siomay, nugget, roti maryam dan kentang. Namun kurangnya respons pasar akhirnya ia pun beralih ke olahan durian.

“Sekarang untuk bertahan saya coba menjual olahan durian. Yang dijual durian medan. Diolah menjadi pancake durian, durian kupas, es duren cup,” ungkapnya.

Ayah satu anak ini kini berinovasi dengan olahan durian guna menghidupi keluarga kecilnya.

“Saya buat es duren bikin sendiri, dari penjualan es duren cup itu mampu dijual sehari 80 sampai 100 cup. Bahkan di masa adaptasi kebiasaan baru ini sudah mampu dijual jauh sampai ke Kalteng wilayah Muara Teweh, Seruyan dan Kaltim seperti ke Samarinda dan Tanah Grogot,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Ahya Firmansyah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Lonjakan Trafik, Telkomsel Siagakan Bandwith 4,2 Tbps dan Bangun 776 BTS Baru
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Sepakati 2 Perjanjian Internasional Terkait Transportasi Udara
apahabar.com

Ekbis

Mengintip Kiat Sukses Habib Hamid, Petani Jamur Tiram asal Martapura
Pak Jokowi

Ekbis

Pak Jokowi, Kalsel Juga Punya 3 Lokasi Food Estate
apahabar.com

Ekbis

Manjakan Pelanggan Setia di Banjarmasin, Gino Mariani Berikan Voucher Belanja
apahabar.com

Ekbis

Sempat Menguat, Rupiah Rabu Pagi Ini Stagnan
Rupiah

Ekbis

Spekulasi Pengetatan The Fed, Rupiah Awal Pekan Ikut Melemah
apahabar.com

Ekbis

Gubernur BI: Tak Hanya Konsumen Jadikan Indonesia Produsen Produk Halal Global
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com