BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Tak Ber-IMB, Inspektorat Turun Tangan Menyingkap Tabir Sejarah Banjar (1): Misteri Makam Demang Lehman Luna Maya Pakai Dress Rp 44 Juta dan Handbag Rp 383 Juta, Netizen Kira Mantan Ariel Noah Tenteng Kaleng Cat! Kejutan! OPIN Susul Insan Kotabaru Dukung 2BHD

Klaim Efektif 98 Persen, Unair: Obat Covid-19 Tunggu Izin BPOM

- Apahabar.com Senin, 17 Agustus 2020 - 09:00 WIB

Klaim Efektif 98 Persen, Unair: Obat Covid-19 Tunggu Izin BPOM

5 kombinasi obat yang dihasilkan oleh peneliti Unair dan BIN untuk membunuh Covid-19. Foto-Dok. Humas Universitas Airlangga

apahabar.com, SURABAYA – Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Mohammad Nasih mengatakan obat penawar Covid-19 hanya tinggal menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diproduksi secara massal.

“Dari lima kombinasi obat penawar Covid-19, hanya tiga yang disarankan karena mempunyai potensi penyembuhan terbesar,” ujarnya di Surabaya, Minggu (16/8).

Ketiganya yakni Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline, serta Hydrochloroquine dan Azithromyci.

Nasih mengatakan meskipun temuan obat penawar Covid-19 tersebut adalah obat kombinasi, namun BPOM tetap menganggap obat yang dihasilkan Unair digolongkan pada obat baru. Untuk itu, pihaknya masih menunggu pembahasan dengan BPOM.

“Tentu BIN (Badan Intelijen Negara) dan Kasad (Kepala Staf TNI Angkatan Darat) yang akan mempresentasikan ke BPOM untuk memperlancar proses terbitnya izin produksi dan edar,” ucapnya.

Rencananya, kata dia, pada Rabu (19/8) akan ada pertemuan dengan BPOM untuk menjelaskan berbagai isu secara gamblang dan detail.

Dalam pertemuan dengan BPOM, pihaknya juga akan mendiskusikan teknis yang berkaitan bahan-bahan obat dengan pihak Kimia Farma dan Lembaga Biologi Angkatan Darat yang akan memproduksi obat penawar tersebut.

“Untuk mempersiapkan lebih teknis agar obat bisa segera diproduksi bila izin edar segera terbit. Kami masih menunggu panggilan dari BPOM,” kata Nasih.

Kendati demikian, lanjut dia, Unair telah meminta perubahan dan perbaikan ke BPOM sepanjang memenuhi persyaratan.

“Yang terpenting, untuk di Bandung BPOM sudah melakukan inspeksi,” tuturnya.

“Dari inspeksi ini, temuan-temuannya sudah kami tindak lanjuti. Tidak ada pertemuan merger. Jadi, ditindaklanjuti langsung,” tambah Nasih.

Nasih juga menyatakan, tingkat efektivitas kombinasi obat penawar Covid-19 temuan peneliti Unair mencapai lebih dari 98 persen.

“Dari hasil uji klinis terhadap tiga obat tersebut, setelah dikombinasikan daya penyembuhannya meningkat dengan sangat tajam dan baik. Untuk kombinasi tertentu sampai 98 persen efektivitasnya, yang paling rendah di angka 92 persen. Efektivitas ini berdasar dari sampel yang diambil secara acak,” katanya.

Sebelumnya, Unair telah melakukan evaluasi pada lebih dari 1.100 sampel dari berbagi multicenter, yakni Rumah Sakit TNI, Rumah Sakit Universitas Airlangga, Rumah Sakit TNI-Polri, dan Rumah Sakit Lamongan.

Dari hasil itu yang memenuhi syarat inklusifivitas dan lainnya lebih dari 750 sampel.

“Ketika persiapan yang lain kami diajak menangani di sana, tetapi kami sekaligus melakukan uji klinis di sini. Meskipun di luar rencana,” tutur Nasih.

Selain itu, ketiga kombinasi obat penawar Covid-19 mempunyai dosis yang lebih rendah dibanding apabila obat diberikan secara tunggal.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Anies Baswedan: Kasih Sayang Ibu Adalah Cinta Tanpa Batas
apahabar.com

Nasional

Dua Nama Jadi Kandidat Kuat MPR, Siapa Mereka?
apahabar.com

Nasional

Lawan Covid-19. G20 Luncurkan Inisiatif Percepat Akses Alat Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Sidang Putusan Ketua KPK Firli Bahuri soal Helikopter Mewah Ditunda
apahabar.com

Nasional

Jakarta Kebanjiran, Update Lokasi yang Terendam, Paling Terdampak di Jaktim
apahabar.com

Nasional

Jemaah Takjub Jokowi Sempatkan Shalat Berjamaah di Sabilal Muhtadin
apahabar.com

Nasional

Total 125 Jenazah Diidentifikasi di Penutupan Operasi DVI Lion Air
apahabar.com

Nasional

Benarkah Corona Berasal dari Laboratorim Wuhan yang Bocor?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com