Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Korban Tewas Akibat Ledakan di Beirut Capai 100

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 19:16 WIB

Korban Tewas Akibat Ledakan di Beirut Capai 100

Foto menggunakan drone memperlihat bekas-bekas ledakan di kawasan pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu (5/8). Ledakan berskala besar tersebut merusak area pelabuhan, menghancurkan bangunan di ibu kota dan menciptakan awan bentuk jamur berukuran raksasa di langut Beirut. Foto-AP/Hussein Malla

apahabar.com, BEIRUT – Korban meninggal dunia akibat ledakan hebat di Beirut, Lebanon bertambah menjadi 100 orang.

Adapun korban luka hampir menyentuh 4.000. Korban diperkirakan akan meningkat mengingat evakuasi masih terus dilakukan hingga kini, Rabu (5/8).

“Kami masih menyapu daerah itu. Bisa jadi masih ada korban. Saya harap tidak,” kata Kepala Palang Merah Lebanon, George Kettani.

George Kettaneh mengatakan kepada LBCI TV melalui telepon bahwa pihak Palang Merah sedang berkoordinasi dengan kementerian kesehatan untuk mengambil jenazah korban karena para petugas dari rumah sakit kewalahan menanganinya.

Sebelumnya, sebuah ledakan besar di dekat pusat Beirut menciptakan goncangan ke penjuru ibu kota Lebanon itu, menghancurkan kaca di rumah-rumah penduduk dan menyebabkan balkon apartemen runtuh.

Ledakan itu terjadi di daerah pelabuhan kota itu, di mana terdapat gudang-gudang yang menampung bahan peledak, kantor berita resmi Lebanon NNA dan dua sumber keamanan mengatakan.

Sumber keamanan ketiga mengatakan terdapat bahan kimia yang disimpan di daerah itu.

Rekaman ledakan yang beredar di publik melalui media sosial menunjukkan asap naik dari distrik pelabuhan yang diikuti oleh ledakan besar. Mereka yang merekam apa yang awalnya tampak seperti kobaran api besar kemudian dikejutkan oleh ledakan itu.

Kemudian Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan sebanyak 2.750 ton amonium nitrat ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan, lokasi terjadinya ledakan amat masif yang mengguncang Ibu Kota Beirut, Selasa (4/8).

Aoun menyebut bahwa penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut tidak dapat diterima, karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan.

Amonium nitrat adalah senyawa kimia yang biasa digunakan untuk pupuk dan menjadi campuran zat dalam konstruksi pertambangan.

Aoun meminta kabinet pemerintahan menggelar rapat darurat terkait ledakan ini pada Rabu, serta mengatakan status darurat selama dua pekan harus segera diumumkan.

Sementara itu, otoritas setempat Beirut menyebut kemungkinan korban meninggal dunia masih akan terus bertambah seiring dengan proses evakuasi oleh petugas yang mencari korban di bawah reruntuhan bangunan.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Tanggapi Vaksin Covid-19 Rusia, Menkes AS: Ini Bukan Siapa Cepat
apahabar.com

Internasional

Pakar China Perkirakan 70 Persen Warga Dunia Terdampak Covid-19
apahabar.com

Internasional

Abaikan Usul Trump, Pilpres AS Tetap Berlangsung 3 November
apahabar.com

Internasional

Uni Eropa Tinjau Penularan Covid-19 Melalui Udara
apahabar.com

Internasional

Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Iran Minta Maaf
apahabar.com

Internasional

Ledakan Hebat di Lebanon, Prajurit TNI dari Kalsel Aman
apahabar.com

Internasional

Sebelum di Wuhan, Jejak Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
apahabar.com

Internasional

WHO Prediksi Covid-19 Akan Berakhir dalam 2 Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com