LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April

Lapan: Puncak Hujan Meteor Teramati Lewat Tengah Malam Sampai Subuh

- Apahabar.com Rabu, 12 Agustus 2020 - 22:01 WIB

Lapan: Puncak Hujan Meteor Teramati Lewat Tengah Malam Sampai Subuh

Ilustrasi meteor jatuh. Foto-Istimewa via Tribunnews

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin mengatakan puncak hujan meteor Perseid terjadi pada 11 Agustus hingga 13 Agustus 2020 dan dapat diamati saat lewat tengah malam sampai subuh.

“Waktunya lewat tengah malam sampai subuh. Di Indonesia juga bisa mengamatinya ke arah langit utara,” kata Thomas dihubungi di Jakarta, Rabu (12/8).

Thomas mengatakan pada keadaan puncak hujan meteor, diperkirakan ada sekitar 50 meteor per jam.

“Hujan meteor tidak berdampak di bumi dan tidak menimbulkan dentuman,” ujarnya.

Hujan meteor Perseid merupakan peristiwa tahunan ketika Bumi berpapasan dengan debu-debu sisa komet Swift-Tuttle pada 17 Juli-24 Agustus 2020.

Thomas menuturkan menjelang subuh ada gangguan cahaya bulan, sehingga sulit mengamati hujan meteor.

Ada tiga syarat yang harus dipenuhi untuk bisa melihat hujan meteor tanpa teleskop, yakni cuaca cerah, jauh dari polusi cahaya, dan medan pandang ke arah langit utara tidak terhalang pohon atau bangunan.

Koordinator Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lapan, Emanuel Sungging Mumpuni, mengatakan hujan meteor itu terjadi ketika dalam peredaran Bumi melintasi bidang edarnya setiap saat melewati wilayah yang kotor berdebu akibat guguran komet atau asteroid, dan guguran debu tersebut yang masuk atmosfer Bumi, terbakar menyebabkan seperti bintang berekor.

Emanuel menuturkan hujan meteor itu bisa diamati seperti bola api, kilauan sejenak , atau hujan meteor kecil-kecil, kadang juga ada dentuman, tapi tidak berbahaya.

Hujan meteor itu bisa diamati tanpa teleskop sepanjang langit tidak berawan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Koleksi Ikan Cupang, Cara Anang Misran Hilangkan Stres
apahabar.com

Gaya

Jika Anda Seperti Vidi Aldiano Idap Kanker Ginjal, Apa yang Harus Dilakukan?
apahabar.com

Gaya

Cloud Bakal Jadi Tren Saat Penerapan Normal Baru
apahabar.com

Gaya

Menu MPASI Harus Mengandung 4 Nutrisi Penting Ini
apahabar.com

Gaya

Ingin Miliki Dua WhatsApp dalam Satu Hp? Ikuti 4 Cara Ini
apahabar.com

Gaya

Wah, Begini Bahaya Jika Tidur Terlalu Lama
apahabar.com

Gaya

Sarung Tangan Bisa Picu Penularan Virus Covid-19, Simak Alasannya
apahabar.com

Gaya

Dilema Pria Gunakan ‘Daleman’ Dilapis Celana Pesepeda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com