Jambret Sipir Wanita, Pemuda asal Kotabaru Nyungsep ke Drainase Karang Intan! Ansharuddin Curhat, Eh Wabup Balangan Maradang INNALILLAHI, Anggota TNI Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung

Ledakan Berantai di Beirut, Banyak Korban yang Masih Terperangkap

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 11:58 WIB

Ledakan Berantai di Beirut, Banyak Korban yang Masih Terperangkap

Dua ledakan besar mengguncang Beirut, ibu kota Lebanon, Selasa (4/8). 73 tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Foto: Reuters

apahabar.com, BEIRUT – Masih ada sejumlah korban ledakan di Beirut, ibu kota Lebanon terperangkap di puing bangunan.

Sementara ratusan orang yang terluka dalam ledakan di pelabuhan Beirut dibawa ke rumah sakit.

Kepala Palang Merah Lebanon George Kettaneh mengatakan tidak ada angka pasti jumlah korban yang terluka.

“Karena banyak yang masih terperangkap di rumah-rumah dan di dalam wilayah ledakan. Yang lainnya diselamatkan dengan perahu,” ujarnya dilansir Antara.

Media Lebanon LBCI mengutip Hotel Dieu Hospital di Beirut yang mengatakan bahwa mereka merawat lebih dari 500 orang dan tidak dapat menerima lebih dari itu. Puluhan orang yang terluka perlu operasi, kata rumah sakit itu seraya meminta sumbangan darah.

Rekaman ledakan yang beredar di publik melalui media sosial menunjukkan asap naik dari distrik pelabuhan yang diikuti oleh ledakan besar. Mereka yang merekam apa yang awalnya tampak seperti kobaran api besar kemudian dikejutkan oleh ledakan itu.

“Setidaknya 10 jenazah dibawa ke rumah sakit,” ujar sumber keamanan dan sumber medis mengatakan kepada Reuters.

Sebelumnya, dua ledakan besar mengguncang Beirut, ibu kota Lebanon, Selasa (4/8). 73 tewas dan ribuan lainnya luka-luka.

Video ledakan yang mengguncang bangunan dan menebarkan kepanikan warga itu beredar luas di media sosial.

Kepulan asap berwarna oranye membumbung ke langit setelah ledakan kedua di kawasan pelabuhan setempat. Ledakan diikuti gelombang kejut mirip tornado.

Dari laporan otoritas setempat, korban luka-luka jumlahnya mencapai 4 ribu orang.

Presiden Lebanon Michel Aoun, dilansir Antara, mengatakan sebanyak 2.750 ton amonium nitrat ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan.

“Penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut tidak dapat diterima, karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan,” ujarnya.

Amonium nitrat adalah senyawa kimia yang biasa digunakan untuk pupuk dan menjadi campuran zat dalam konstruksi pertambangan.

Pemerintah setempat langsung menggelar rapat dadakan merespons ledakan. Status darurat selama dua pekan tengah direncanakan.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Presiden Minta Masyarakat Hormati Privasi Pasien Corona
apahabar.com

Nasional

Menag Minta Masyarakat Tak Tergiur Haji Ilegal
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Diperkirakan Puncak Panen Beras Capai 5,62 Juta Ton
apahabar.com

Nasional

PLN Dipastikan Tetap Beroperasi Optimal
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming Jabat Ketum BPP Hipmi, Endang: Kebanggaan Masyarakat Kalsel
apahabar.com

Nasional

BMKG: Pengaruh Gelombang MJO Fase Awal La Nina, Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat
apahabar.com

Nasional

BKKBN Sosialisasi Program KKBPK Dengan Parade Jukung Hias Tanglong
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Mendagri Tegur Kepala Daerah Belum Alokasi Anggaran untuk Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com