Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Lewati Fase Kritis, Kondisi Bayi Jantung Bocor dari Batola Kini

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 16:00 WIB

Lewati Fase Kritis, Kondisi Bayi Jantung Bocor dari Batola Kini

Aliqa Azzahra sedang menjalani terapi pasca operasi di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Pasca menjalani operasi jantung bocor bawaan, Aliqa Azzahra mulai melewati fase kritis.

Bayi dari Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, itu bahkan sudah mulai rawat jalan.

Bayi berusia 4 bulan itu dioperasi 20 Juli 2020 di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.

Selanjutnya Aliqa ditempatkan di ruang ICU selama kurang lebih sepekan, sebelum kemudian dipindah ke ruang Intermediate Ward (IW).

Seiring perkembangan yang terus membaik, akhirnya Aliqa sudah bisa ditempatkan ke ruang perawatan lantai 7 RSJPDHK sejak 12 Agustus 2020.

Namun demikian, Aliqa belum sepenuhnya bisa bernapas tanpa bantuan alat pernapasan. Hal itu disebabkan paru-paru yang belum sepenuhnya stabil pasca operasi.

Lantas seiring berjalan waktu, kondisi Aliqa terus membaik dan bahkan sudah diperbolehkan meninggalkan RSJPDHK sejak 14 Agustus 2020.

Namun demikian, Aliqa belum diperbolehkan pulang ke Puntik Luar, karena harus mengikuti serangkaian pemeriksaan di RSJPDHK, termasuk di antaranya ecocardiologi.

“Setelah keluar dari rumah sakit, kami menginap di tempat penginapan terdekat. Dijadwalkan 18 Agustus 2020, masih dilakukan sejumlah pemeriksaan,” papar Najir, ayah Aliqa, Sabtu (15/8).

“Terkait jadwal kepulangan ke rumah, sepenuhnya tergantung keputusan dokter paru dan dokter spesialis jantung anak,” imbuhnya.

Kendati jadwal kepulangan belum ditentukan, hal yang sudah dipastikan adalah Aliqa mesti menjalani operasi kedua.

“Dokter menjelaskan bahwa operasi tahap kedua dilakukan setelah Aliqa berusia 1 tahun atau enam bulan mendatang,” jelas Najir.

“Sedangkan operasi tahap ketiga direncanakan setelah Aliqa berumur 4 tahun. Kami sekeluarga berterima kasih kepada semua pihak, terutama Bupati Batola, karena telah membantu pengobatan Aliqa,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Susur Sungai Barito Sambil Karaokean? Tunggu Oktober Nanti
banjir kalsel

Banjarmasin

Kisruh Banjir Kalsel, Sopir Truk Keluhkan Tarif Feri Penyeberangan Sungai Alalak Milik Swasta
60 Usulan Disampaikan Pada Musrenbang Kecamatan Mantewe Tanbu

Kalsel

60 Usulan Disampaikan Pada Musrenbang Kecamatan Mantewe Tanbu
banjir

Kalsel

Resmi, Banjarmasin Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir
apahabar.com

Kalsel

Deteksi Dini TBC, Dinkes Kotabaru Sasar Pondok Pesantren
apahabar.com

Kalsel

Digelar Bulan Depan, Peserta SKB CPNS Kalsel Wajib Siapkan Ini
apahabar.com

Kalsel

Ngeri, Truk BBM Terjun ke Sungai di Kandangan
apahabar.com

Kalsel

Pemilu, Pelayanan SIM Satpas Pal 21 Libur Selama Empat Hari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com