Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Lewati Fase Kritis, Kondisi Bayi Jantung Bocor dari Batola Kini

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 16:00 WIB

Lewati Fase Kritis, Kondisi Bayi Jantung Bocor dari Batola Kini

Aliqa Azzahra sedang menjalani terapi pasca operasi di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Pasca menjalani operasi jantung bocor bawaan, Aliqa Azzahra mulai melewati fase kritis.

Bayi dari Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, itu bahkan sudah mulai rawat jalan.

Bayi berusia 4 bulan itu dioperasi 20 Juli 2020 di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.

Selanjutnya Aliqa ditempatkan di ruang ICU selama kurang lebih sepekan, sebelum kemudian dipindah ke ruang Intermediate Ward (IW).

Seiring perkembangan yang terus membaik, akhirnya Aliqa sudah bisa ditempatkan ke ruang perawatan lantai 7 RSJPDHK sejak 12 Agustus 2020.

Namun demikian, Aliqa belum sepenuhnya bisa bernapas tanpa bantuan alat pernapasan. Hal itu disebabkan paru-paru yang belum sepenuhnya stabil pasca operasi.

Lantas seiring berjalan waktu, kondisi Aliqa terus membaik dan bahkan sudah diperbolehkan meninggalkan RSJPDHK sejak 14 Agustus 2020.

Namun demikian, Aliqa belum diperbolehkan pulang ke Puntik Luar, karena harus mengikuti serangkaian pemeriksaan di RSJPDHK, termasuk di antaranya ecocardiologi.

“Setelah keluar dari rumah sakit, kami menginap di tempat penginapan terdekat. Dijadwalkan 18 Agustus 2020, masih dilakukan sejumlah pemeriksaan,” papar Najir, ayah Aliqa, Sabtu (15/8).

“Terkait jadwal kepulangan ke rumah, sepenuhnya tergantung keputusan dokter paru dan dokter spesialis jantung anak,” imbuhnya.

Kendati jadwal kepulangan belum ditentukan, hal yang sudah dipastikan adalah Aliqa mesti menjalani operasi kedua.

“Dokter menjelaskan bahwa operasi tahap kedua dilakukan setelah Aliqa berusia 1 tahun atau enam bulan mendatang,” jelas Najir.

“Sedangkan operasi tahap ketiga direncanakan setelah Aliqa berumur 4 tahun. Kami sekeluarga berterima kasih kepada semua pihak, terutama Bupati Batola, karena telah membantu pengobatan Aliqa,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kedatangan KH Ma’ruf Membawa Kebaikan untuk Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pajak Kendaraan Bermotor Belum Capai Target
apahabar.com

Kalsel

Meriahkan HUT RI, Kodim 1008/Tanjung Gelar Berbagai Lomba
apahabar.com

Kalsel

38 Warga HST Dominasi Penambahan Kasus Baru Covid-19 di Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Efek Jutaan Ikan Mati di Marabahan, Pedagang Makanan Kena Protes
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Kalsel Siang Ini, Hujan di Seluruh Penjuru Banua
apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, 8 Warga di Kotabaru Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Satlantas Polres Batola Sosialisasi Pelayanan Samsat Selama Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com