Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Luas Tanam Belum Capai Target, Jagung Potensial di Batola

- Apahabar.com Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:15 WIB

Luas Tanam Belum Capai Target, Jagung Potensial di Batola

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, di antara rumpun jagung hibrida yang siap panen di Desa Sidomakmur. Foto-Humpro Setda Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Sekalipun sudah melakukan panen raya, luas tanam jagung hibrida di Barito Kuala masih belum sesuai target.

Panen raya jagung hibrida dipusatkan di Desa Sidomakmur, Kecamatan Marabahan, Selasa (12/8). Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, mengawali panen tersebut. “Panen ini membuktikan jagung juga dapat tumbuh dan berkembang di Batola, sekaligus menjadi komoditas alternatif selain padi,” ungkap Noormiliyani.

“Lebih jauh lagi, keberhasilan ini dapat memotivasi petani lain untuk menjadikan lahan kosong menjadi lahan pertanian jagung,” tambahnya.

Namun demikian, luas tanam jagung di Batola belum memenuhi target. Dari target 2.225 hektar sepanjang 2020, baru tercapai sekitar 800 hektar.

“Kendala paling banyak adalah tata kelola lahan yang belum memungkinkan dan permodalan,” sahut Murniati, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Batola, Rabu (12/8).

‘Imbasnya petani belum tertarik memanfaatkan lahan untuk budidaya jagung pasca panen padi. Tetapi untuk target 2020, dilakukan penanaman lagi mulai akhir Agustus,” sambungnya.

Situasi itu akhirnya berimbas kepada produktivitas. Produksi jagung Batola tercatat hanya 54 kuintal per hektar, atau masih di bawah rata-rata provinsi sebesar 58 kuintal per hektar.

Sejatinya jagung cukup potensial di Batola. Dalam dua tahun belakangan, luas tanam mulai meningkat. Dari semula hanya 2.000 hektar, bertambah menjadi 4.300 hektar.

“Sekitar 245 hektar di antaranya berada di Marabahan. Sedangkan di Sidomakmur, terdapat sedikitnya 70 hektar lahan jagung,” beber Murniati.

“Kami berharap terus terjadi peningkatan, mengingat lahan jagung di Sidomakmur mampu menghasilkan 86 kuintal per hektar, setelah Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) ikut membantu melalui penerapan teknologi,” sambungnya.

Balittra sendiri menggunakan teknologi panca kelola lahan dalam membantu peningkatan produksi jagung di Sidomakmur.

“Termasuk panca kelola lahan tersebut adalah pengairan, tata lahan, ameliorasi dan pemupukan, cara penanaman dan proteksi,” timpal Yiyi Sulaeman, Kepala Balittra.

“Salah satu contoh ameliorasi adalah penggunaan rock phosphate untuk memacu pertumbuhan akar. Penggunaan bahan ini juga efesien, karena bertahan sampai lima kali musim tanam,” tambahnya.

Tidak seperti melon yang juga mulai dibudidayakan di Sidomakmur, jagung tak cocok ditanam di lahan tergenang. Situasi ini mengharuskan petani mesti memperhatikan sistem hidrasi.

“Susunan tanam juga harus diperhatikan. Tak bisa ditanam begitu saja, tapi zigzag untuk menambah populasi,” tandas Yiyi yang masuk jajaran 500 peneliti terbaik nasional versi Science and Technology Index (Sinta) edisi 2020.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tak Hanya Tangani Covid-19, Kapolda Kalsel: KTB Juga untuk Ketahanan Pangan dan Sosial Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Para ‘Pencari Hantu’ di Banjarmasin Salurkan Paket Sembako ke Panti Asuhan
apahabar.com

Kalsel

Potensi Hujan Masih Dialami Sejumlah Daerah di Kalsel
Jembatan

Kalsel

Perakitan Jembatan Bailey Segmen 2 di Pabahanan Pelaihari Dikebut
apahabar.com

Kalsel

Nestapa Bocah di Banjarmasin: Diajari Jadi Budak Seks Sejak 14 Tahun
Mudik dari Pesantren di Banjarbaru, Santri Asal Kotabaru Dicek Kesehatannya

Kalsel

Mudik dari Pesantren di Banjarbaru, Santri Asal Kotabaru Dicek Kesehatannya
apahabar.com

Kalsel

Mengular Sepanjang 3 Km, Tumpukan Kendaraan Sulit Diatur
Amanah Grup

Kalsel

Peduli Banjir Tala, Amanah Grup Sebar Bapok hingga Kompor Gas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com