Kobaran Api Kembali Gegerkan Warga Patmaraga Kotabaru Cara Cek Pengumuman CPNS 2019 Hari Ini, Login sscn.bkn.go.id, Berikut Website & Panduan Lengkapnya 150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar!

MA Berencana Permanenkan Sidang Perkara Pidana Daring

- Apahabar.com Rabu, 19 Agustus 2020 - 23:37 WIB

MA Berencana Permanenkan Sidang Perkara Pidana Daring

Ilustrasi sidang. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) berencana sidang perkara pidana yang digelar secara daring selama wabah Covid-19, nantinya akan diterapkan secara permanen.

“Perjanjian kerja sama yang awalnya dimaksudkan sebagai respons keberlanjutan proses penegakan hukum dalam situasi makin masifnya penyebaran Covid-19, telah mendapatkan perhatian dari Mahkamah Agung untuk dikembangkan menjadi kebijakan yang bersifat permanen pada lembaga peradilan,” ujar Ketua MA Muhammad Syarifuddin dalam peringatan HUT ke-75 MA yang disiarkan secara daring, Rabu (19/8).

Tidak hanya berlandaskan kerja sama antara MA, Kejagung, dan Kemenkumham yang ditandatangani pada 13 April 2020, regulasi pelaksanaan persidangan perkara pidana secara elektronik masih digodok.

Ia mengatakan kelompok kerja yang dibentuknya pada April 2020 sedang merampungkan rancangan peraturan MA tentang administrasi dan persidangan secara elektronik di pengadilan.

“Sekarang memasuki tahap uji publik sebelum dibawa ke rapat pimpinan Mahkamah Agung untuk disahkan menjadi peraturan Mahkamah Agung. Rancangan peraturan Mahkamah Agung yang akan menjadi landasan hukum pemanfaatan teknologi informasi dalam persidangan perkara pidana ini diharapkan bisa menjadi kado usia 75 Mahkamah Agung,” ujar Syarifuddin.

Dia menyadari sidang perkara pidana secara daring menerima sejumlah kritik terkait landasan yuridis, hak terdakwa, hak mengkonfrontir saksi, keinginan sidang terbuka untuk umum serta kebebasan pers.

Namun, Mahkamah Agung disebutnya kembali pada asas keselamatan yang merupakan hukum tertinggi serta asas terbentuknya peradilan yang cepat dan berbiaya rendah.

Praktik persidangan secara telekonferensi dalam perkara pidana diakuinya merupakan hal yang baru di Indonesia dan masih dilakukan secara terbatas pada pemeriksaan saksi. Regulasi terkait pelaksanaan sidang perkara pidana secara daring juga masih minim, di antaranya Undang-Undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Meski begitu, ia meyakini teknologi membuat bekerja menjadi efisien dan efektif untuk mencapai hasil yang maksimal, sehingga lembaga peradilan dapat memenuhi kebutuhan pencari keadilan dengan cepat, transparan, akuntabel dan adil.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Corona Masih Mewabah, Raja Salman Perpanjang Jam Malam
apahabar.com

Nasional

Ani Yudhoyono Dijenguk Cucu, Hanya Bisa Lepas Rindu Lewat Kaca Pintu
apahabar.com

Nasional

Gubernur: Reuni 212 Berikan Manfaat Ekonomi Luar Biasa
apahabar.com

Nasional

Kapolri Mutasi Sejumlah Perwira Tinggi dan Menengah
Pengakuan Gembong Narkotika Banjarmasin: Tak Jadi Perawat demi Untung Berlipat

Nasional

Pengakuan Gembong Narkotika Banjarmasin: Tak Jadi Perawat demi Untung Berlipat
apahabar.com

Nasional

Banjir Doa di Hari Ulang Tahun, Jokowi Ucapkan Terimakasih
apahabar.com

Nasional

Sambut Hangat Jokowi, TKN Sampaikan Terimakasih pada Warga Kalsel
apahabar.com

Nasional

Geger Temuan King Kobra Keluar dari Dalam Kulkas, Intip Videonya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com