Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Mahfud MD: Bulan Depan, 99,9 Persen RI Akan Terjadi Resesi

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 12:35 WIB

Mahfud MD: Bulan Depan, 99,9 Persen RI Akan Terjadi Resesi

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD. Foto-Reuters/Willy Kuniawan

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meyakini RI akan masuk ke jurang resesi pada kuartal III ini.

Pertumbuhan ekonomi RI, sebut Mahfud sudah terkontraksi hingga minus 5,32 persen pada kuartal II/2020.

Resesi ekonomi terjadi apabila sebuah negara mengalami pertumbuhan negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

“Bulan depan, hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia,” ujar Mahfud dikutip dari Antara, Senin (31/8).

Mahfud memprediksi pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi di rentang minus 0,5 persen hingga 2,2 persen.

Namun, ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik lantaran resesi ekonomi bukan berarti krisis.

“Tapi resesi itu bukan krisis,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan pemerintah telah mengantisipasi kondisi tersebut. Salah satunya, dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sebelumnya, seperti lansir CNN Indoensia, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengungkapkan potensi resesi ekonomi pada kuartal III 2020.

Ia menyatakan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 0 persen sampai minus 2 persen.

Ani, sapaan akrabnya, mengungkapkan proyeksi negatif muncul karena pemerintah melihat aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, yang mulai pulih sejak Juni lalu belum cukup kuat untuk berlanjut pada kuartal III.

Ia bilang ada beberapa sektor usaha yang sudah berbalik positif, namun tidak sedikit yang justru kembali negatif seperti masa pertengahan pandemi Covid-19 mewabah di dalam negeri.

“Kami melihat pada kuartal III, down side-nya ternyata tetap menunjukkan suatu risiko yang nyata, jadi untuk kuartal III kami outlook-nya antara 0 persen hingga negatif 2 persen. Negatif 2 persen karena ada pergeseran dari pergerakan yang terlihat belum sangat solid, meskipun ada beberapa yang sudah positif,” ujar Ani belum lama ini.(Ant/Cnn)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini

Ekbis

Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini
apahabar.com

Ekbis

Sukses Usaha Daster Sasirangan, Miliarder Asal Martapura Ini Luncurkan Aplikasi Olshop
apahabar.com

Ekbis

Dewan Minta Pemprov Kalsel Segera Beri Stimulus Pelaku UMKM
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Digital Jadi Senjata Tarik Investor Asing ke Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Xperss Air Terbang Perdana di Bandara Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Jika THR Tak Cair, Berikut 3 Pengeluaran Lebaran yang Wajib Dicoret
apahabar.com

Ekbis

Pasar Berharap Lolosnya Paket Stimulus AS, Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Tenang, Resesi Indonesia Bisa Tak Separah Negara Lain Asalkan…
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com