Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Marak Penadah, Warga Kalsel Diimbau Hati-Hati Beli Barang

- Apahabar.com Selasa, 25 Agustus 2020 - 15:23 WIB

Marak Penadah, Warga Kalsel Diimbau Hati-Hati Beli Barang

Dari banyak kasus, banyak masyarakat yang terlibat sebagai penadah barang haram tersebut. Foto ilustrasi: CNN Indonesia

apahabar.com, BANJARMASIN – Beberapa pekan belakangan, aksi pencurian kian marak di Kalimantan Selatan.

Di Banjarmasin, polisi baru meringkus pelaku pencurian serta para penadahnya.

Pelaku bernama Yudi (23), warga Jalan Baguntan Raya, Basirih, Banjarmasin Barat.

Sedangkan pelaku penadahan barang hasil curian ada 3 orang, yakni Arbani (28) warga Jalan Ampera I Ujung RT 37 RW 3, Basirih, Banjarmasin Barat.

Eko (32) Jalan Cempaka Sari IV Nomor 45 RT 50 RW 3, Basirih, Banjarmasin Barat. Jumiati (41) Jalan Cempaka Sari IV RT 50 RW 3, Basirih, Banjarmasin Barat.

Nahasnya dari kasus ini, banyak masyarakat yang terlibat sebagai penadah barang haram tersebut.

Lantas bagaimana secara perspektif hukum pidana, jika penadah itu tidak mengetahui barang yang dibeli merupakan hasil curian?

Pengamat Hukum Pidana FH ULM, Dr. Mispansyah mengatakan tindak pidana penadahan diatur dalam Pasal 480 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Elemen penting dari pasal ini, yakni terdakwa harus mengetahui atau patut dapat menyangka barang itu merupakan hasil kejahatan. Baik pencurian, penggelapan, penipuan, pemerasan dan lainnya.

apahabar.com

Pengamat Hukum Pidana FH ULM, Dr. Mispansyah. Foto: Istimewa

“Akan tetapi, sudah cukup apabila ia patut dapat menyangka (mengira dan mencurigai) bahwa barang itu ‘gelap’, bukan barang yang ‘terang’,” ucap Dr. Mispansyah kepada apahabar.com, Selasa (25/8) pagi.

Menurut Mispansyah, tindak pidana penadahan ini unsur kesalahannya ada dalam bentuk kesengajaan dan kealpaan. Atau disebut delik pro parte dolus dan pro parte culpa.

“Di dalamnya memuat unsur kesengajaan sekaligus kealpaan. Terlihat unsur tindak pidana apabila terdakwa mengetahui atau patut dapat menyangka,” jelas Mispansyah.

Untuk membuktikan elemen ini, kata dia, memang rada sukar. Namun dalam praktiknya, dapat dilihat dari keadaan atau cara dibelinya barang tersebut.

Misalnya dibeli dengan di bawah harga, dibeli pada waktu malam secara sembunyi – sembunyi.

“Yang menurut ukuran di tempat itu memang mencurigakan,” tegasnya.

Agar masyarakat terhindar dari jerat tindak pidana penadahan, sambung dia, maka saat membeli barang harus mempertimbangkan harga beli.

Misalnya, jangan membeli barang dengan harga yang terlalu miring.

Kemudian, jangan membeli barang yang tidak memiliki kwitansi atau surat yang kurang lengkap.

“Kalau masyarakat telah berhati-hati dalam membeli barang, maka tidak dapat dijerat dengan tindak pidana penadahan,” bebernya.

Ia menegaskan, penyidik Polri jangan langsung menuduh masyarakat sebagai penadah.

Harus dilihat, apakah ada kesalahan atau tidak. Bisa jadi masyarakat memang punya itikad baik dengan kehati-hatian.

“Maka jangan dituduh, karena mereka tidak memiliki kesalahan sesuai asas hukum pidana geen straf zonder schuld. Jadi polisi harus melihat, kalau tidak ada kesalahan masyarakat, jangan dipaksakan untuk membawa ke pidana,” tandasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Usai Curi Mobil di Cempaka, Residivis Didor!
apahabar.com

Hukum

Sutradara Amir Mirza Ditangkap Polisi Terkait Narkoba
apahabar.com

Hukum

Polisi Buru Pelaku Penusukan Sopir Pribadi Keluarga Bupati Barito Utara
apahabar.com

Hukum

Sempat Kejar-kejaran, Satresnarkoba Polres Tanbu Ringkus Pengedar Sabu
Taruh Parang di Pinggang, Buruh di Kelayan B Diamankan

Hukum

Taruh Parang di Pinggang, Buruh di Kelayan B Diamankan
apahabar.com

Hukum

Berkas Pembunuhan Mayat Tanpa Kepala, Polisi : Kita Tunggu Petunjuk JPU Berikutnya
apahabar.com

Hukum

Enam Ons Sabu Ancam Petani Asal Batola 15 Tahun Penjara
apahabar.com

Hukum

Simpan Sabu dalam Bungkus Coklat ‘TOP’, MA Berurusan dengan Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com