Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7 KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Tiga Jadwal Krusial Persib di Liga 1 2020 Bulan Oktober, Madura vs Persib, Persib vs Bali United, PSM Makassar vs Persib Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru BREAKING NEWS: Pelantikan Pjs Bupati Kotabaru dan Wali Kota Banjarbaru Segera Digelar

Melenggang ke Pilkada Banjar, Andin: Doa Rekan-Rekan Media Mujarab

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 01:05 WIB

Melenggang ke Pilkada Banjar, Andin: Doa Rekan-Rekan Media Mujarab

Di Rumah ThePanas Dalam Andin menceritakan sekelumit perjalanannya mencalonkan diri di Pilbup Banjar 2020 lewat jalur non-partai politik. Foto: apahabar.com/Ahmad ZainaL Muttaqin

apahabar.com, BANJARMASIN – Bersama KH Muhammad Syarif Busthomi atau Guru Oton, Andin Sofyanoor berkunjung ke kantor apahabar.com, Jalan Sutoyo S, Teluk Dalam, Banjarmasin Selatan, Selasa (25/8) sore.

Keduanya datang bersama tim pemenangan mereka. Kedatangannya disambut hangat Pemimpin Umum Budi Ismanto, dan Pemimpin Redaksi Milhan Rusli, serta jajaran redaksi apahabar.com di pelataran cafe rumah The PanasDalam.

“Ke apahabar.com ini cair sekali, tidak ada kesan formal, seperti datang ke tempat teman sendiri,” ujar Andin.

Obrolan santai perlahan menjurus ke hal yang lebih serius. Budi Ismanto mengucapkan selamat kepada Andin dan Guru Oton yang telah lolos verifikasi faktual.

“Mencalonkan diri bahkan melalui jalur perseorangan, tokoh muda seperti Andin ini bisa menjadi contoh bagi generasi sekarang,” seru Budi membuka obrolan.

Ya, Andin-Guru Oton mencoba peruntungannya di Pemilihan Bupati (Pilbup) Banjar 2020 melalui jalur independen alias non-partai politik.

Kunjungan Andin ke kantor apahabar.com bukan kali pertama. Medio September 2019 silam, Andin juga datang bersama tim pemenangannya.

Sejak saat itu Andin mulai rajin turun ke masyarakat untuk bersosialisasi mengenai gagasannya membangun Kabupaten Banjar lewat motto ‘Banjar Bersinar”. Termasuk lewat media massa.

“Kami izin kepada kawan-kawan media karena kami tidak memiliki partai politik, kami tidak mempunyai mesin [politik], mesin kita adalah masyarakat,” kiat Andin mengenai perjalanannya nyalon lewat jalur independen.

Membawa rombongan alim ulama, Andin bercerita awal mula mendaftarkan diri ke KPU Banjar lewat jalur perseorangan, Rabu 19 Februari 2020.

Kala itu sebanyak 48 ribu salinan KTP warga yang tersebar di 20 kecamatan atau 270 desa se-Banjar turut disertakan.

Namun jalan Andin mengantongi satu tiket di Pilbup Banjar tak mulus begitu saja. Pada akhir Juli, KPU Banjar mulai memverikasi berkas dukungan Andin.

Andin rupanya dinyatakan masih kekurangan 6 ribuan berkas dukungan, dari minimal syarat dukungan 35.237 ribu salinan KTP. Diberi waktu sepekan, Andin bergegas memenuhi jumlah kekurangan itu.

Hingga akhirnya, Senin (27/8) sekitar pukul 20.30, keduanya kembali mendatangi KPU Banjar. Kurang lebih 14 ribu salinan dukungan lagi ia sertakan.

Diterima Ketua KPU Banjar Muhaimin, penyerahan dokumen perbaikan dikawal ketat aparat kepolisian dan TNI di halaman kantor KPU Banjar, kompleks Pangeran Antasari Martapura.

Puncaknya, Andin-Guru Oton dinyatakan lolos sebagai pasangan bakal calon satu-satunya di Pilbup Banjar 2020 lewat jalur independen atau perseorangan oleh KPU Banjar, Kamis (20/8).

Dukungan masyarakat ke mereka tertuang dalam bentuk salinan KTP yang angkanya bahkan melebihi jumlah minimal dukungan, yakni 40.397 salinan.

Ribuan lembar dukungan itu, menurut Andin adalah bukti bahwa masyarakat di tingkat akar rumput [grass root] menaruh kepercayaan ke mereka.

“Doa rekan-rekan media ini rupanya juga mustajab,” jelas penyandang gelar doktor bidang ilmu hukum, Universitas Padjajaran Bandung ini.

Dinyatakan lolos, keduanya melakukan syukuran dengan para guru di Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Termasuk kembali bersafari ke sejumlah kantor media massa.

“Kemarin sebelum daftar datang ke apahabar.com, sekarang sudah lolos verifikasi faktual saya datang lagi,” jelas Andin.

“Mudah-mudahan nanti di Desember kami datang kembali untuk mengantarkan undangan pelantikan [sebagai bupati],” guraunya.

Media massa, kata Andin, berperan vital menyampaikan visi-misinya, terlebih di era pandemi Covid-19 sekalipun KPU telah memberi lampu hijau untuk melakukan kampanye terbuka.

“Peran teman-teman media membantu kami menyampaikan gagasan untuk membangun Kabupaten Banjar yang lebih baik lagi,” jelas dia.

Hal penting yang didapat dari kunjungannya ke apahabar.com adalah semangat dan dukungan moril.

Seperti kata Budi Ismanto, bahwa, sudah seharusnya anak muda berani tampil di pentas politik seperti Pilkada.

“Pesan yang utama, bagaimana supaya menghindari politik transaksional,” jelas Andin.

Politik transaksional erat kaitannya dengan balik jasa selama proses pemilihan kepada pihak-pihak tertentu.

Karenanya, Andin lebih memilih mengedepankan politik komunikasi, atau silahturahim.

Jalur perseorangan, kata dia, adalah jalan yang paling pas untuk menghindari politik transaksional itu.

Dalam obrolan sore tadi, Andin juga sedikit menyinggung visi-misinya. Sektor pendidikan menjadi hal utama yang mesti dibenahi.

Dalam masa satu tahun kepemimpinannya, Andin-Guru Oton bertekad mengalokasikan beasiswa minimal 100 santri untuk memperdalam ilmu islam di Timur Tengah. Kemudian 50 mahasiswa umum untuk berangkat ke luar negeri.

“Namun pandemi Covid-19 menggeser persoalan pendidikan menjadi bagian lain setelah ekonomi berhasil dipulihkan,” jelas dia.

Kabupaten Banjar luasnya bahkan melebihi Jakarta. Kelebihan ini, menurutnya, satu dari tiga komponen yang menjadi konsen ketika dipercaya menjadi bupati. Selain tentunya pemberdayaan sumber daya manusia, dan alam (SDA).

Pasca-pandemi, sumber pendapatan daerah alternatif di luar tambang batu bara turut disinggungnya. Adalah sektor pertanian.

Andin yang lahir dan besar di tanah Banjar menilai subsektor pertanian, yakni perkebunan karet cukup potensial untuk dimanfaatkan. Banjar, sebut dia, memiliki 6-9 kecamatan dengan keberadaan sekira 90 ribu petani karet.

“Sekarang anjlok harga karet. Tapi ini persoalan global. Ke depan kita usahakan tak melulu ekspor bahan mentah tapi kita bisa mengolah karet ini menjadi barang setengah jadi. Banjarmasin memiliki offtaker, Banjar ke depan juga harus punya,” jelas dia.

Namun sebagaimana Covid-19 yang terlanjur mewabah, Andin mengira pemulihan ekonomi pasca-pandemi akan lebih prioritas.

“Ini yang menjadi konsen kami. Kita tidak bisa selamanya mengandalkan sektor batu bara, karena bicara pemulihan [lingkungan] juga pasti sulit,” ujar anggota DPRD Banjar tiga periode ini.

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ratusan Karyawan PT Conch Rasakan Manfaat JKN BPJS
apahabar.com

Kalsel

Horee, Insentif Tenaga Medis di Banjarmasin Segera Dibayar
apahabar.com

Kalsel

Anggota DPRD Banjarmasin Bakal Reses Temui Konstituen
apahabar.com

Kalsel

Heboh di Bincau Martapura, Perempuan Muda Ditemukan Tewas Tergantung
apahabar.com

Kalsel

‘Mati Suri’, Pemkab Banjar Siap Hidupkan Kembali Akbid Martapura
apahabar.com

Kalsel

Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Kinerja Polri di Banjarmasin Digali
apahabar.com

Kalsel

Good News: Dinkes Kotabaru Siap Rujuk Fatir, Balita Pengidap Penyakit Langka
apahabar.com

Kalsel

Portal Jembatan Alalak II Diganti Besi, Mobil yang Nekat Siap-Siap Hancur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com