Nekat Takbir Keliling di Kalsel, Simak Sanksi yang Bakal Diterapkan Polisi Subuh Hilang Kontak, Seorang Pria di Telaga Biru Banjarmasin Ditemukan Jadi Mayat Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji Simpan Sabu di Lipatan Kasur, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Mati-matian Tak Mengaku Lindungi Hak Konsumen, SPBU Banjarmasin Ditera Ulang

Mendagri: Jangan Pilih Lagi Kepala Daerah yang Tak Serius Tangani Covid-19

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 22:33 WIB

Mendagri: Jangan Pilih Lagi Kepala Daerah yang Tak Serius Tangani Covid-19

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada saat memberikan arahan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (7/8). Foto-Antara/Pool-Aziz Ramadani

apahabar.com, MALANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau masyarakat agar tidak memilih calon kepala daerah yang tidak memiliki gagasan di dalam menangani pandemi Covid-19.

“Kalau yang lagi ikut pilkada, kalau tidak serius (menangani Covid-19), tidak usah dipilih, itu saja. Masyarakat memberikan sanksi sosial kepada kepala daerah yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” kata Tito di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (7/8).

Tito juga meminta kepala daerah untuk serius menangani wabah Covid-19 dan memberi contoh kepada masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kementerian Dalam Negeri akan memberikan teguran bagi para kepala daerah yang dalam melakukan aktivitas di luar rumah tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kalau berkali-kali (kepala daerah) tidak memberikan contoh yang benar, akan kami tegur,” kata Tito.

Tito menambahkan, penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah diharapkan bisa menjadi ujung tombak untuk sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

Penerapan protokol kesehatan yang harus terus dilakukan mencakup empat poin utama. Empat poin tersebut adalah selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dalam Inpres tersebut, Menteri Dalam Negeri diminta untuk melaksanakan sosialisasi dan diseminasi secara masif tentang penerapan protokol kesehatan, memberikan pedoman teknis, dan memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah.

Tito meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan peraturan terkait peningkatan disiplin dan kepatuhan penerapan protokol kesehatan dalam upaya menekan penyebaran COVID-19.

Di Indonesia, hingga saat ini ada 121.226 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total tersebut, sebanyak 5.593 orang dilaporkan meninggal dunia, 77.557 orang dinyatakan sembuh, dan sisanya masih menjalani perawatan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Presiden Janji Rampingkan 18 Lembaga Non-struktural, Apa Alasannya?
apahabar.com

Nasional

Penangkapan Vannesa Angel, Polisi Temukan Puluhan Pil Candu
apahabar.com

Nasional

Sri Mulyani: Investor Incar Data Konsumen dariĀ Unicorn
Gelombang

Nasional

Waspada! Gelombang Pasang Ancam Wilayah Pesisir Indonesia
Covid-19

Nasional

Positif Covid-19 Indonesia Bertambah 7.259, Sembuh 6.324 Kasus
apahabar.com

Nasional

Bandara Wamena Siap Didarati Boeing
Juliari

Nasional

Duh, Juliari Diduga Terima Fee Rp 10 Ribu per Paket Bansos
apahabar.com

Nasional

BMKG: Winangun-Manado Terekam 9 Kali Gempa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com