ga('send', 'pageview');
BREAKING NEWS: Banjarmasin Barat Geger, Kebakaran Rumah Padat Penduduk di Kuin Cerucuk Resmi Sebagai Calon di Pilgub Kalsel, Sahbirin Noor Lepas Jabatan Gubernur Kalsel Pengundian Nomor Urut Pilwali Banjarmasin, KPU Warning Pasangan Calon Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19

Mengapa Pemakaman Disertai dengan Azan, Begini Alasannya

- Apahabar.com Senin, 10 Agustus 2020 - 11:47 WIB

Mengapa Pemakaman Disertai dengan Azan, Begini Alasannya

ilustrasi. Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Proses pemakaman sering disertai dengan kumandang azan, kenapa demikian? Berikut alasannya.
Dikutip dari Laduni.id, dijelaskan bahwa para ulama menganjurkan mengumandangkan azan beserta iqamah pada saat melakukan perjalanan. Disunnahkan pula mengumandangkan azan dan iqamah saat anak dilahirkan.

Tidak hanya itu, mayoritas masyarakat Indonesia juga membudayakan mengazankan mayat ketika hendak dikubur. Setelah mayat diletakkan di liang lahat, kain kafan dibuka, dan muka mayat ditempelkan ke tanah sembari menghadap kiblat, salah satu dari orang yang menguburkan mengumandangkan azan sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Ada ulama yang mengatakan, azan dan iqamah disunnahkan ketika menguburkan mayat. Kesunnahan ini disamakan (qiyas) dengan kesunnahan mengazankan anak yang baru lahir. Akan tetapi, menyamakan hukum mengazankan mayat dengan bayi yang baru lahir ini dianggap lemah oleh ulama lain.

Syekh Ibrahim al-Baijuri dalam Hasyiyah al-Baijuri menjelaskan, “Disunnahkan azan dan iqamah saat melakukan perjalanan dan tidak disunnahkan azan ketika menguburkan mayat. Pendapat ini berbeda dengan ulama yang mensunnahkan azan karena menyamakan hukumnya dengan mengazankan anak yang baru lahir. Ibnu Hajar berkata, saya menolaknya dalam Syarah al ‘Ubab, akan tetapi jika penguburan mayat disertai azan, maka mayat diringankan dalam menjawab pertanyaan di dalam kubur.”

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa ulama berbeda pendapat tentang hukum azan dan iqamah ketika menguburkan mayat. Ada yang mengatakan sunnah dan ada yang tidak.

Perbedaan ini didasarkan pada perbedaan mereka dalam memahami hadis Nabi. Ulama yang mengatakan tidak sunnah beragumentasi dengan tidak adanya dalil spesifik dan pasti terkait permasalahan ini. Sementara ulama yang membolehkannya menganalogikan kasus ini dengan kesunnahan mengazankan anak yang baru lahir.

Kendati tidak ada dalil spesifik, namun perlu diingat bahwa azan dan iqamah termasuk bagian dari zikir. Sebagaimana diketahui, zikir disunnahkan melafalkannya kapan pun dan di mana pun kecuali di tempat-tempat yang dilarang, seperti saat buang hajat.
Oleh sebab itu, mengazankan mayat dibolehkan karena bagian dari zikir. Hikmahnya, sebagaimana dikutip al-Baijuri di atas, membantu mayat dan meringankannya dalam menjawab pertanyaan malaikat di dalam kubur. Wallahu ‘alam.

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Mencintai dan Teladani Rasul SAW Jadi Tantangan Berat di Era Digital
apahabar.com

Habar

Di Tengah Pandemi, Haul Habib Mancung ke-52 di Pacakan Kusan Hulu Digelar Terbatas
apahabar.com

Hikmah

Pesantren Diminta Lebih Melek Digital
apahabar.com

Religi

Guru Zuhdi: Seberapa Besar Dosamu, Lebih Besar Keampunan Tuhan
apahabar.com

Habar

Pakai Metode Wakalah, LAZISNU Banjar Tampung Zakat Fitrah Pengikut Madzhab Syafi’ie
apahabar.com

Ceramah

Isi Ceramah di Tanbu, Gus Miftah Cerita Deddy Corbuzier Masuk Islam
Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Fokus Saat Shalat

Ceramah

Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Fokus Saat Shalat
apahabar.com

Hikmah

Umar bin Khattab dan Bayi yang Dititipkan pada Allah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com