3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Mengapa Pemakaman Disertai dengan Azan, Begini Alasannya

- Apahabar.com Senin, 10 Agustus 2020 - 11:47 WIB

Mengapa Pemakaman Disertai dengan Azan, Begini Alasannya

ilustrasi. Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Proses pemakaman sering disertai dengan kumandang azan, kenapa demikian? Berikut alasannya.
Dikutip dari Laduni.id, dijelaskan bahwa para ulama menganjurkan mengumandangkan azan beserta iqamah pada saat melakukan perjalanan. Disunnahkan pula mengumandangkan azan dan iqamah saat anak dilahirkan.

Tidak hanya itu, mayoritas masyarakat Indonesia juga membudayakan mengazankan mayat ketika hendak dikubur. Setelah mayat diletakkan di liang lahat, kain kafan dibuka, dan muka mayat ditempelkan ke tanah sembari menghadap kiblat, salah satu dari orang yang menguburkan mengumandangkan azan sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Ada ulama yang mengatakan, azan dan iqamah disunnahkan ketika menguburkan mayat. Kesunnahan ini disamakan (qiyas) dengan kesunnahan mengazankan anak yang baru lahir. Akan tetapi, menyamakan hukum mengazankan mayat dengan bayi yang baru lahir ini dianggap lemah oleh ulama lain.

Syekh Ibrahim al-Baijuri dalam Hasyiyah al-Baijuri menjelaskan, “Disunnahkan azan dan iqamah saat melakukan perjalanan dan tidak disunnahkan azan ketika menguburkan mayat. Pendapat ini berbeda dengan ulama yang mensunnahkan azan karena menyamakan hukumnya dengan mengazankan anak yang baru lahir. Ibnu Hajar berkata, saya menolaknya dalam Syarah al ‘Ubab, akan tetapi jika penguburan mayat disertai azan, maka mayat diringankan dalam menjawab pertanyaan di dalam kubur.”

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa ulama berbeda pendapat tentang hukum azan dan iqamah ketika menguburkan mayat. Ada yang mengatakan sunnah dan ada yang tidak.

Perbedaan ini didasarkan pada perbedaan mereka dalam memahami hadis Nabi. Ulama yang mengatakan tidak sunnah beragumentasi dengan tidak adanya dalil spesifik dan pasti terkait permasalahan ini. Sementara ulama yang membolehkannya menganalogikan kasus ini dengan kesunnahan mengazankan anak yang baru lahir.

Kendati tidak ada dalil spesifik, namun perlu diingat bahwa azan dan iqamah termasuk bagian dari zikir. Sebagaimana diketahui, zikir disunnahkan melafalkannya kapan pun dan di mana pun kecuali di tempat-tempat yang dilarang, seperti saat buang hajat.
Oleh sebab itu, mengazankan mayat dibolehkan karena bagian dari zikir. Hikmahnya, sebagaimana dikutip al-Baijuri di atas, membantu mayat dan meringankannya dalam menjawab pertanyaan malaikat di dalam kubur. Wallahu ‘alam.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Haul Guru Sekumpul, Puluhan Sekolah Diliburkan
aphabar.com

Religi

Mengenang Spirit Kemanusiaan Gus Dur
apahabar.com

Religi

Tergolong Mampu tapi Tak Bayar Zakat Fitrah, MUI Kalsel: Dosa Besar
apahabar.com

Hikmah

Kisah Manusia Pertama Pelantun Ayat Suci Alquran
apahabar.com

Hikmah

Allah Mengangkat Derajat Suatu Kaum karena Alquran
apahabar.com

Habar

PCNU Tapin Sepakat Ikuti Edaran Menag Terkait Ibadah Tarawih dan Idul Fitri
apahabar,com

Religi

Jelang Haul Abah Guru Sekumpul, Panitia Ungkap Hal yang Dilarang
apahabar.com

Hikmah

Dosa-Dosa Diakibatkan Lidah yang Tak Bertulang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com