Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel

Mengulik Isi Perbup Batola Tentang Resepsi Perkawinan

- Apahabar.com Jumat, 21 Agustus 2020 - 16:12 WIB

Mengulik Isi Perbup Batola Tentang Resepsi Perkawinan

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada undangan, sejumlah resepsi perkawinan di Indonesia digelar drive thru. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Kendati tidak dilarang, terdapat rambu-rambu yang mesti diperhatikan calon pengantin dalam menggelar resepsi perkawinan di Barito Kuala.

Rambu-rambu itu tertuang dalam Perbup Nomor 54 Tahun 2020 yang resmi diterapkan sejak, Rabu (19/8). Peraturan ini berlaku hingga pandemi Covid-19 berakhir.

“Esensi Perbup Nomor 54/2020 adalah pengendalian penyebaran Covid-19 melalui pembatasan aktivitas masyarakat dan pendisiplinan protokol kesehatan,” papar Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor.

Tak hanya kewajiban penggunaan masker dan kebiasaan mencuri tangan, Perbup Nomor 54/2020 tersebut memuat peraturan tentang kedisiplinan penerapan physical maupun social distancing.

Termasuk physical dan social distancing adalah pengurangan kegiatan sosial budaya yang menimbulkan keramaian maupun kerumunan orang.

Di antaranya unjuk rasa, olahraga di tempat tertutup maupun terbuka (kecuali non kontak fisik), konser musik atau pawai, seminar, reuni akbar, pasar malam, hingga resepsi perkawinan.

“Terkait resepsi perkawinan, memang sempat dilarang digelar sejak Maret 2020. Sekarang mungkin banyak masyarakat yang tak bisa lagi menunda,” beber Rahmadi.

“Namun kami juga meminta agar protokol kesehatan dapat dilaksanakan. Faktanya dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah penyelenggara resepsi perkawinan belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Selain masih mengabaikan penggunaan masker dan menyediakan tempat cuci tangan, penyelenggara resepsi belum mampu menata physical dan social distancing dalam penyajian makanan.

“Padahal hal itu pun bisa disiasati. Misalnya tamu undangan tidak perlu makan di tempat, karena makanan sudah disiapkan dalam kemasan untuk dibawa pulang,” tegas Rahmadi.

“Pun jangan sampai melakukan jabat tangan dengan kedua mempelai, karena cukup memberikan salam sebagai tanda menghadiri undangan,” tandasnya.

Sementara untuk pernikahan, dianjurkan tetap dilakukan di KUA maupun Kantor Catatan Sipil yang maksimal dihadiri 10 orang.

Andai terpaksa dilakukan di rumah, Perbup Nomor 54/2020 mengatur agar upacara pernikahan juga maksimal dihadiri 10 orang.

Sementara prosesi akad nikah di mesjid atau ruang pertemuan, diharuskan dihadiri maksimal 10 orang di dalam gedung pertemuan yang berkapasitas 50 orang.
Sedangkan pernikahan dalam masjid berkapasitas masjid 50 hingga 100 orang, peserta yang hadir ditetapkan maksimal 30 orang.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polisi Dalami Kematian ASB, Bocah Tala yang Tenggelam di Kolam
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lebat Disertai Petir Hantui Sejumlah Wilayah Kalimantan Selatan

Kalsel

Wisata Pasar Terapung Banjarmasin di Siring Pierre Tendean Siap Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Mappanretasi jadi Wahana Bersyukur Nelayan Teluk Tamiang Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Distribusi Hewan Kurban Lambat, RPH Banjarmasin Terancam Rugi
apahabar.com

Kalsel

Bahaya! Kabel Bertegangan Tinggi di Desa Guntung Besar Menjuntai ke Tanah
apahabar.com

Kalsel

RSUD Ulin Banjarmasin Pastikan Tak Ada Perampasan Hp Jurnalis

Kalsel

Ini Lho Sederet Program AnandaMu untuk Tingkatkan Budaya Literasi di Kota Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com