Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Menilik Langkah Bupati HSS Lestarikan Hutan Loksado

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 18:19 WIB

Menilik Langkah Bupati HSS Lestarikan Hutan Loksado

Hutan di Kecamatan Loksado, Kabupaten HSS yang masih terjaga kelestariannya. Foto-apahabar.com/Ahc27

apahabar.com, KANDANGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) konsisten melestarikan hutan, dengan mencegah eksploitasi hutan. Sebab, hutan dianggap menampung sumber air yang diperlukan masyarakat.

Kabupaten HSS merupakan daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel), yang masih banyak hutannya.

Bupati HSS Achmad Fikry mengklaim, pihaknya terus menjaga hutan dengan membatasi penebangan pohon, terutama di wilayah Loksado. “Jadi di Loksado itu, sampai sekarang kita masih bisa mempertahankan tidak ada eksploitasi hutan,” ujarnya, Selasa (4/8) kemarin.

Alasan mempertahankan kelestarian hutan Loksado, ungkapnya, karena sumber air berada di hutan Loksado. Adanya pohon, akan menampung air yang akan mengalir melalui Sungai Amandit, dan dimanfaatkan seluruh masyarakat.

“Penduduk kita 89 persen berusaha sebagai petani, sedangkan hajat hidup petani adalah air,” terang Achmad Fikry, saat menerima kunjungan Normalina SP Mpd, mahasiswa S3 yang sedang melaksanakan penelitian disertasi.

Langkah dilakukan selama lima tahun ini sebutnya, dengan hanya membangun jembatan gantung di daerah hutan Loksado. “Dibangunkan jembatan gantung, dengan harapan kalau mobil besar tidak bisa masuk berarti kita mampu mempertahankan kayu di sana,” jelasnya.

Pohon-pohon besar di hutan sangat berharga, sehingga rawan untuk di eksploitasi besar-besaran, untuk diperjual-belikan. Jika mobil angkutan besar bisa masuk, maka ujarnya, tidak mustahil bisa dimanfaatkan untuk memperjual-belikan kayu hutan.

Sebab pentingnya kelestarian hutan, Pemkab HSS hanya membangun jembatan yang muat mobil kecil. Hal itu untuk sekadar bisa membawa hasil hutan, seperti karet, kayu manis, kemiri hingga kayu manis.

Mempertahankan hutan dan lingkungan bukan tanpa risiko. Salah satunya, berdampak pada akses jalan masyarakat. “Alhamdulillah, mayoritas warga Loksado sangat memahami hal itu. Mereka sepakat, asal bisa membawa hasil pertanian,” tuturnya.

Di samping itu, secara hukum adat setempat, sudah ada aturan menebang pohon. Tetapi tambahnya, pemerintah juga harus ada strategi dalam menjaga hutan.

Selain itu tambahnya, dalam menjaga lingkungan pihaknya juga banyak berinovasi.

Salah satunya program ‘Hijau Desaku’. Tiap desa dilakukan penanaman pohon, dengan konsep tanggung jawab. “Jadi, siapa yang menanam berkewajiban untuk memelihara dan merawat pohon yang ditanamkan,” jelasnya.

Kebijakan lain, yakni tiap kegiatan peresmian sesuatu, terlebih dahulu dilakukan penanaman pohon.

Berkat itu, pada 2015 lalu Pemkab HSS mendapat penghargaan terbaik pertama, sebagai daerah yang paling banyak menanam pohon. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung Presiden Joko Widodo.

Kabupaten HSS, dianggap merupakan daerah yang memiliki keistimewaan, yakni mampu mempertahankan keberadaan hutan lindungnya tetap lestari.

Sehingga, otomatis dapat diasumsikan peran sangat besar dalam kebijakannya.

Hal itulah, yang mendasari mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu, mengambil Bumi Antaludin menjadi lokasi penelitian untuk disertasinya.

“Istimewanya lagi beliau (Bupati HSS) memiliki inovasi, bagaimana merubah karakter dan mindset masyarakat untuk lebih cinta kepada lingkungan,” ucap mahasiswa Program Studi S3 Pengolahan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Berkelanjutan itu, kagum.

Sebelum ke Bupati, Normalina sudah melakukan penelitian di lapangan langsung. Seperti tokoh adat dan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Hulu Sungai.

“Informasi kita dapat dari masyarakat, kita konfirmasi ke Bupati ternyata sesuai,” ungkapnya.

Diakuinya, Bupati Achmad Fikry sangat peduli dan profesional terhadap lingkungan.

apahabar.com

Bupati HSS Achmad Fikry, menerima kunjungan mahasiswa S3 ULM yang sedang melaksanakan penelitian untuk disertasi. Foto-Humas Pemkab HSU

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Ahc27 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

KPU Tanbu Gelar Pleno Verfak Dukungan Calon Perseorangan
apahabar.com

Kalsel

BPBD Tapin Family Gathering ke Loksado
apahabar.com

Kalsel

Kembali Aktif, Pusling Dispersip Kalsel Sambangi Lapas Karang Intan
apahabar.com

Kalsel

Pelaku Pembakaran Lahan Diviralkan, BPBD Kalsel: Supaya Jera
apahabar.com

Kalsel

Olah Waluh di Lomba Cipta Menu Pangan Lokal, TP PKK Kecamatan Juai Wakili Balangan ke Tingkat Provinsi
apahabar.com

Kalsel

Mungkin Hanya Ada Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Pertimbangan GTPP Covid-19 Izinkan Bioskop XXI Banjarmasin Beroperasi

Kalsel

Aksi Ngeles Pemilik Warung Makan 24 Jam di Banjarmasin Saat Kena Razia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com