Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7 KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Tiga Jadwal Krusial Persib di Liga 1 2020 Bulan Oktober, Madura vs Persib, Persib vs Bali United, PSM Makassar vs Persib Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru

Menkeu: Indonesia Belum Alami Resesi

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 23:13 WIB

Menkeu: Indonesia Belum Alami Resesi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay/wsj/aa.

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia belum mengalami resesi karena baru mengalami pertumbuhan ekonomi negatif pada triwulan II-2020 yang merupakan pertama kalinya sejak 1999.

“Sebetulnya kalau dilihat dari tahun ke tahun belum resesi, karena baru pertama kali mengalami kontraksi,” kata Menkeu dalam jumpa pers KSSK di Jakarta, Rabu (5/8).

Sri Mulyani menjelaskan syarat suatu negara mengalami resesi ekonomi adalah menghadapi pertumbuhan ekonomi negatif selama dua triwulan berturut-turut secara tahun ke tahun.

“Biasanya resesi untuk dua kuartal berturut-turut, jadi dalam hal ini, kuartal dua baru pertama kali kontraksi. Ini menjadi pemicu agar pada kuartal 3 dan 4 tidak negatif dan terhindar dari zona negatif,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah bersama BI, OJK maupun pemangku kepentingan terkait terus berupaya untuk mendorong percepatan stimulus maupun insentif yang sudah direncanakan agar ekonomi kembali menggeliat.

Dengan demikian, ia mengharapkan ekonomi pada triwulan III tahun ini dapat tumbuh pada kisaran 0-0,5 persen dan triwulan IV 2020 dapat tumbuh hingga mendekati 3 persen agar pertumbuhan bisa kembali ke zona positif.

“Triwulan empat kita berharap bisa meningkat mendekati tiga persen. Kalau itu terjadi maka keseluruhan tahun bisa terjaga di zona positif, minimal 0-1 persen,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi bukan merupakan hal yang mudah mengingat berbagai sektor lapangan usaha maupun kelompok pengeluaran mengalami kontraksi yang dalam.

“Triwulan tiga memang probabilitas negatif masih ada, karena penurunan beberapa sektor mungkin tidak pulih secara cepat,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi terkontraksi pada level negatif untuk pertama kalinya sejak triwulan I-1999, setelah perekonomian pada triwulan II-2020 tumbuh negatif 5,32 persen.

Pencapaian ini sedikit meleset dari proyeksi pemerintah yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 di antara minus 5,08 persen-minus 3,54 persen dengan titik tengah minus 4,3 persen.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Lockdown Melonggar, Rupiah Bisa Menguat
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

UMKM Terdampak Covid-19 di Kalsel Dapat Bekal
apahabar.com

Ekbis

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Melambat, Deputi Gubernur BI Ungkap Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Tarif Batas Atas Pesawat Turun, Mengapa?

Ekbis

Sempat Terkoreksi, Rupiah Rabu Pagi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Pastikan Kenyamanan Momen Ramadan dan Idul Fitri 2020
apahabar.com

Ekbis

Intip Dua Kapal Baru Pengangkut BBM Pertamina International Shipping
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com