Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Menkopolhukam Klaim Pungli di Layanan Publik Berkurang 

- Apahabar.com Sabtu, 29 Agustus 2020 - 22:07 WIB

Menkopolhukam Klaim Pungli di Layanan Publik Berkurang 

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan pungutan liar pada sentra-sentra pelayanan publik saat ini jauh berkurang dibandingkan di masa lampau.

Pengurangan itu disebut karena banyaknya kemudahan dalam pelayanan publik. Terutama, pada pelayanan publik administrasi umum semisal pembuatan KTP elektronik, SIM, STNK, dan sebagainya.

Kemudian, kemudahan yang didapat tersebut lanjut Mahfud berkat perkembangan teknologi informasi digital.

“Sekarang membuat KTP dapat secara online (melalui jaringan internet), mengurus SIM melalui pelayanan mobil keliling, mengambil uang melalui ATM dan mengirim uang melalui telepon seluler. Tidak perlu lagi antre berlama-lama seperti dahulu,” kata Mahfud, Sabtu (29/8).

Menurut Mahfud pungutan liar biasanya terjadi spontan semisal dalam satu sentra pelayanan publik orang sudah mengantre untuk mendapatkan layanan. Kemudian, ada orang datang dan dilayani lebih dulu karena memberikan uang.

“Ini namanya pungli. Kalau dilakukan dengan berembuk dulu itu termasuk suap atau korupsi,” kata dia lagi.

Pungutan liar biasa terjadi pada birokrasi yang lamban pada sentra-sentra pelayanan publik di berbagai institusi Pemerintah.

Karena itulah, menurut Mahfud Presiden Joko Widodo pada 2016 membentuk Satgas Saber Pungli untuk menertibkan birokrasi yang lamban dan memberantas pungutan liar di dalamnya.

Dalam setahun terakhir ini, Satgas Saber Pungli memfokuskan kegiatannya mengawal penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, hal ini dilakukan karena di lapangan masih ada pungli pada penyalurannya.

Menkopolhukam mencontohkan orang yang semestinya menerima bantuan Rp500 ribu, namun yang diterima hanya Rp300 ribu, demikian pula bermacam-macam potongan bantuan untuk guru dan tenaga perawat kesehatan.

Mahfud mengingatkan fokus perhatian tersebut tidak bersifat permanen, karena saat ini pemerintah juga berupaya menggerakkan kembali perekonomian. Upaya Pemerintah ini dilakukan di antaranya dengan menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui usaha kecil dan menengah (UKM).

Terkait hal itu, Menkopolhukam meminta Satgas Saber Pungli mengawasi jangan sampai kegiatan UKM juga dipungli. Menko juga meminta fokus pengawasan pada sentra layanan pendidikan.

Sementara itu, Rakor Satgas Saber Pungli digelar, Jumat. Kegiatan dihadiri Kepala Satuan Tugas Saber Pungli Komjen Pol Agung Budi Maryoto, Sekretaris Brigjen Pol Agung Makbul, dan kelompok ahli.

Selain itu juga diikuti Satuan Tugas Kelompok Intelijen, Pencegahan, Penindakan dan Yustisi Satgas Saber Pungli

Kasatgas Agung Budi menyatakan akan menindaklanjuti arahan Kemenkopolhukam dan masukan kelompok Ahli.

“Arahan dan masukan tersebut akan kami formulasikan dan implementasikan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Agung Makbul menyatakan akan mengintensifkan kegiatan tiga Kelompok Kerja Satgas Saber Pungli tersebut. Selain itu, pelayanan laporan masyarakat pada Satgas Saber Pungli juga akan lebih diperhatikan dan ditindaklanjuti. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah 

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Soroti 7 Provinsi Belum Terapkan PSBB
apahabar.com

Nasional

Menhan: Saya Sedih, yang Terjerat Kasus Makar itu Senior-Junior Saya
apahabar.com

Nasional

300 Rumah Terendam Banjir di Jakarta Selatan, Satu Meninggal
apahabar.com

Nasional

Edhy Prabowo Mundur, Antam Novambar Jamin KKP Tak Kendor
apahabar.com

Nasional

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Barat Laut Melonguane Sulut
apahabar.com

Nasional

Polrestro Bekasi Intensifkan Pengamanan Empat Gereja Rawan
apahabar.com

Nasional

Tertekan Pandemi, Sri Mulyani Pastikan Anggaran Pendidikan Tetap Prioritas
apahabar.com

Nasional

Kementerian Ketenagakerjaan Alokasikan Bantuan Subsidi Upah Rp 37,7 triliun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com