Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah

Merespons Sinyal Pemulihan Ekonomi Global, Rupiah Menguat

- Apahabar.com Selasa, 11 Agustus 2020 - 11:28 WIB

Merespons Sinyal Pemulihan Ekonomi Global, Rupiah Menguat

Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah, Jakarta. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (11/8) pagi menguat merespons sinyal pemulihan ekonomi global.

Rupiah dibuka menguat 68 poin atau 0,46 persen menjadi Rp14.580 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.648 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa, sentimen positif kelihatannya masuk kembali ke aset berisiko pagi ini dengan indeks saham Asia yang bergerak menguat.

“Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga terlihat kembali menguat yang artinya pasar mulai kembali ke aset berisiko,” ujar Ariston.

Menurut Ariston, pasar mungkin sedang merespons positif sinyal pemulihan ekonomi yang terjadi di China, demikian juga di AS.

China kemarin merilis data indeks harga konsumen Juli yang melebihi perkiraan, yang mengindikasikan pemulihan permintaan di Negeri Tirai Bambu itu.

Sementara AS telah merilis data tenaga kerja di akhir pekan dan data jumlah lowongan pekerjaan semalam yang juga lebih bagus dari perkiraan.

“Hasil ini juga menunjukkan potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak menguat di kisaran Rp14.550 per dolar AS hingga Rp14.700 per dolar AS.

Pada Senin (10/8) lalu rupiah ditutup melemah 23 poin atau 0,15 persen menjadi Rp14.648 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.625 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ekspansi ke Luar Negeri, Pertamina Ekspor Perdana 4 Ribu Barel SF-05 ke Algeria
apahabar.com

Ekbis

Tak Ramah Lingkungan, Ini Alasan Pertamina Berencana Hapus BBM Premium
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Senang Implementasi B30 Hemat Devisa 4,8 Miliar Dolar
apahabar.com

Ekbis

PHE-Medco E&P Simenggaris Teken Perjanjian Jual Beli Gas
apahabar.com

Ekbis

Bulan Puasa: Produsen Rokok di Kalimantan Rugi Rp 20 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Bulog Luncurkan Toko Online PangananDotcom
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini Garuda Indonesia Mulai Buka Reservasi Penerbangan
apahabar,com

Ekbis

Terkait Kepemilikan Lahan Berlebihan, Luhut: Era Jokowi Tak Akan Ada Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com