Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Momentum Iduladha, Pengilingan Pentol di Marabahan Banjir Order

- Apahabar.com Selasa, 4 Agustus 2020 - 07:00 WIB

Momentum Iduladha, Pengilingan Pentol di Marabahan Banjir Order

Salah seorang pekerja Penggilingan Daging Anto di Marabahan membulati adonan pentol. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Setelah peternak sapi, Iduladha 1441 Hijriah juga mendatangkan kebahagiaan untuk pengusaha penggilingan daging pentol di Marabahan.

Kesibukan di penggilingan daging setidaknya sudah terlihat sejak, Jumat (31/7). Intensitas semakin meningkat, Senin (3/8), setelah hampir semua hewan kurban sudah dipotong.

“Memang setiap Iduladha, banyak orang yang datang menggiling daging untuk membuat pentol. Sekarang pun kami sudah menerima lebih dari 100 kilogram,” ungkap Harianto, pemilik Penggilingan Daging Anto di Jalan AES Nasution Marabahan.

“Bahkan dulu pernah mencapai 280 kilogram sehari. Kami sampai angkat tangan karena kelelahan, sekalipun sudah dikerjakan 5 orang, termasuk istri dan saya sendiri,” imbuhnya.

Untuk 1 kilogram daging, ditambah bumbu dan jasa membulati pentol, Harianto memasang tarif Rp35.000. Sedangkan kalau cuma dijadikan adonan dan bumbu, dikenakan biaya Rp28.000.

“Tetapi kebanyakan orderan menggunakan bumbu yang kami sediakan. Oleh karena usaha kami sudah mengantongi izin, semua merek bahan yang digunakan telah direkomendasikan Dinas Kesehatan,” jelas Harianto.

Momentum Iduladha sendiri berarti besar untuk Harianto. Selama pandemi Covid-19, pendapatan jauhg menurun.

“Kalau hari biasa sebelum pandemi, order penggilingan daging mencapai di atas 80 kilogram per hari. Sekarang orderan paling banyak cuma 80 kilogram,” lirih Harianto.

“Bahkan pernah hanya menerima 10 kilogram per hari. Akhirnya kami banyak duduk-duduk saja, karena orderan lain tak kunjung datang,” sambungnya.

Harianto memulai usaha penggilingan daging sejak 2014, atau setelah membeli mesin penggilingan daging dari hasil menabung keuntungan berdagang pentol keliling.
Pria berusia 35 tahun ini pernah digelari Paman Halus, lantaran sudah berjualan pentol sejak duduk di Sekolah Dasar.

Harianto juga dipanggil Anto Pegor, karena mengawali usaha pentol goreng pertama di Marabahan. Namun setelah membuka usaha mesin penggilingan daging, Harianto sudah dua tahun tidak lagi berdagang pentol keliling.

Sebaliknya pria kelahiran Pulang Pisau ini menjadi langganan menggiling daging milik 50 pedagang pentol dari sejumlah kecamatan di Barito Kuala.

Lantas setelah sempat lima kali pindah rumah kontrakan, ayah satu putri ini mampu membangun rumah yang cukup besar.

“Omset sebenarnya tidak menentu. Namun Alhamdulillah saya masih bisa bayar kredit bank untuk membangun rumah sebesar Rp8 juta per bulan,” beber Harianto yang sudah menetap 20 tahun di Marabahan.

Harianto bukan satu-satunya pelaku usaha penggilingan daging dan pentol di seputaran Marabahan. Ada Muhammad Daroji yang justru lebih dulu mengembangkan usaha serupa.

Bedanya Daroji menjadikan penggilingan daging dan pentol sebagai usaha sampingan dari rumah makan bernama Ayam Gepok Gorene.

Pun selama Iduladha, orderan penggilingan daging yang diterima Daroji meningkat dibanding hari biasa.

“Saya kurang tahu persis, tetapi memang banyak orang yang datang mengantar daging. Itu belum termasuk lebih dari 20 pelanggan per hari,” beber Nafisah Fitri, putri dari Daroji.

Kalau mengorder adonan saja, mereka mematok Rp45.000 untuk 1 kilogram daging, lengkap dengan bumbu dan tepung.

“Tapi untuk penggilingan 3 kilogram keatas, bisa lebih murah. Sementara pesanan yang langsung dijadikan pentol, tinggal tambah Rp12.000 per 1 kilogram,” tandas Nafisah.

apahabar.com

Harianto menjelaskan cara kerja mesin penggilingan daging yang dibeli dari hasil berjualan pentol keliling. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Editor: Syarif

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Debit Air Sungai Hantakan Meningkat, Peserta JMTs Terpaksa Diungsikan
apahabar.com

Kalsel

Hari Kemerdekaan RI, Pemkab Tabalong Hanya Turunkan 4 Pengibar Bendera
apahabar.com

Kalsel

Enam Tewas, Pencarian Korban di Tambang Emas Kotabaru Disetop
apahabar.com

Kalsel

Warga Berjubel Saksikan Peringatan Hari Juang Kartika di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Datangi Ponpes Nurul Hijrah Jorong, Ini Permintaan Kapolda Kalsel ke Guru Mukeri
apahabar.com

Kalsel

Suasana Haru Iringi Puluhan Napi di Banjarmasin Hirup Udara Bebas
apahabar.com

Kalsel

Pasca Pemilu 2019, Bus Rapid Transit (BRT) akan Beroperasi Banjarmasin-Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Kasus DBD di HST Meningkat, Kepala Dinas Kesehatan Angkat Bicara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com