Setelah Tarif 10 Kubik Dihapus, Intip Kerugian PDAM Bandarmasih Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai

Motif Mencengangkan Pembunuhan di Pasar Batuah Banjar

- Apahabar.com Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:54 WIB

Motif Mencengangkan Pembunuhan di Pasar Batuah Banjar

Kapolres Banjar AKBP Andri Koko menginterogasi para tersangka dalam konferensi pers pengungkapan kasus pengeroyokan berujung pembunuhan di Pasar Kasbah samping Pasar Batuah Martapura, Selasa (25/8). Foto-apahabar.com/hendralianor.

apahabar.com, MARTAPURA – Motif pembunuhan di Pasar Batuah rupanya hanya dipicu masalah sepele.

Sebelumnya, seorang pemuda bernama Riduan meregang nyawa secara mengenaskan, Rabu (25/8).

Dini hari, jasad korban berusia 27 tahun itu ditemukan tergeletak penuh luka di Pasar Kasbah, samping Pasar Batuah Martapura, Kabupaten Banjar.

Selang sehari kemudian, polisi menangkap dua orang pria diduga pembunuh Riduan. Mereka, Sapta Bayu (33), dan Muhammad Yamin (42).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, sejumlah fakta baru terungkap dari pengakuan keduanya. Termasuk adanya kesalahpahaman mereka dengan korban. Ironisnya, kesalahpahaman itu rupanya hanya karena uang kembalian pembelian lem FOX.

Keduanya juga menjadi nekat lantaran dalam kondisi mabuk akibat minuman keras.

“Sehari sebelumnya, Selasa (18/8) pukul 23.00, tersangka I dan II bersama tiga temannya, yakni Uji, Zainab, dan Ipit sedang pesta minum tuak yang dicampur kuku bima di halaman toko pasar Kasbah Martapura,” ujar Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo didampingi Kabag Ops AKP Boma Widayanto Purnomo dan Kasat Reskrim, AKP Rizky Fernandez saat konferensi pers, Selasa (25/8) siang.

Kemudian sekitar pukul 00.30, korban datang membeli lem Fox kepada saksi Uji. Tak lama berselang Bayu mendengar Yamin adu mulut dengan korban.

Miras Bawa Petaka di Pasar Batuah, Intip Penyesalan Kepolisian

“Sampai berkelahi saling adu jotos,” sambung AKBP Andri.

Yamin merupakan warga Tanjung Rema, Martapura. Sedangkan Bayu warga Jawa Laut, Martapura.

Waktu itu Bayu sempat melerai dan menasehati Yamin supaya tidak berkelahi lagi.

Sesaat dilerai, korban lari ke arah sepeda motornya yang diparkir di depan WC umum.

Tak dinyana, Yamin justru mengambil keris miliknya di samping toko tak jauh dari tempat pesta minuman keras.

“Dan langsung mengejar hingga menikam dari belakang mengenai punggung belakang korban,” papar AKBP Andri.

Korban terus berlari ke arah sepeda motor dan sempat menaiki kendaraanya. Namun entah kerasukan apa Yamin tetap mengejar dan menusuk badan Korban.

“Tersangka Bayu ikut mengejar. Setelah sampai ia melihat tersangka Yamin dan korban masih berkelahi. Tersangka Bayu ini reflek ikut memukul mengenai wajah korban. Korban pun juga sempat melawan dan menangkis,” kata AKBP Andri.

apahabar.com

Kapolres Banjar AKBP Andri Koko memamerkan sejumlah barang bukti pembunuhan di Pasar Kasbah. Foto: apahabar.com/Hendra Lianor

Karena melawan, tersangka Bayu langsung mencabut senjata tajam miliknya yang ditaruh di pinggang sebelah kiri dan menusuk korban mengenai dada sebelah kiri.

“Tersangka Yamin kembali mau menusuk korban namun sempat ditangkis,”

Setelah menangkis korban terjatuh dari atas motornya, kemudian kedua tersangka langsung meninggalkan korban menuju tempat pesta minuman keras.

“Tersangka Bayu bilang sama tiga rekannya agar segera meninggalkan tempat ini supaya tidak terlibat masalah. Kedua tersangka pun lari menggunakan motor bonceng tiga bersama Ipit untuk mengantar Ipit ke rumahnya,” jelas Kapolres Banjar.

Setelah itu kedua tersangka melarikan diri ke Begau Banjarmasin untuk bersembunyi sebelum akhirnya ditangkap petugas Satreskrim Polres Banjar dan Buser Polda Kalsel.

Dini Hari, Warga Pasar Batuah Geger Mayat Penuh Luka

Menurut pengakuan Yamin, awal terjadi perkelahian karena saat ia bertanya soal kembalian uang beli lem FOX, dirinya merasa tersinggung karena dijawab sambil marah oleh korban. Ia juga mengaku tidak begitu kenal sosok korban.

“Saya bertanya apakah sudah benar jumlah kembaliannya, dia menjawab sambil marah, lalu langsung saja saya hampiri, dan terjadilah perkelahian,” ungkapnya kepada wartawan.

Pelaku juga mengambil senjata tajam lantaran merasa kalah saat berkelahi.

“Waktu itu tidak ada rencana mau menusuk, karena melawan, saya langsung berpikir mengambil senjata tajam,” katanya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya senjata tajam, motor tersangka dan korban, lem FOX, dan sejumlah uang.

Kini, kedua tersangka dikenakan tuduhan pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang dan dijerat Pasal 170 ayat 2 dan 3 UU KUHP, dengan ancaman paling lama 12 tahun kurungan penjara.

Kedua tersangka pun harus rela merasakan dinginnya tidur di balik jeruji besi untuk pertama kalinya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penjaringan Calon Bupati Banjar dari Golkar Banjir Peminat
apahabar.com

Kalsel

Kenaikan Gaji Belum Bisa Direalisasikan, PNS Kalsel Sabar Ya…
apahabar.com

Kalsel

Kampung Tangguh Covid-19 di Basirih Selatan Dapat Apresiasi
apahabar.com

Kalsel

Warga Bantaran Sungai Kelayan Kekurangan Air Bersih
apahabar.com

Kalsel

Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Bertambah, Semua dari Angsana
apahabar.com

Kalsel

4 PDP Tambah Daftar Positif Covid-19 di Batola
apahabar.com

Kalsel

Tim Kesehatan Pakai Jas Hujan, Ibnu Sina: APD Sudah Dipesan
apahabar.com

Kalsel

Breaking News! Berawal dari Sebuah Ledakan, Warung Malam di Balangan Tiba-tiba Terbakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com