VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

MUI Minta Pimpinan MPR Tak Anggap Enteng Protokol Kesehatan

- Apahabar.com Senin, 24 Agustus 2020 - 11:26 WIB

MUI Minta Pimpinan MPR Tak Anggap Enteng Protokol Kesehatan

Tangkapan layar para pecinta otomotif berfoto bersama usai menghadiri undangan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Minggu (23/8). Foto: Instagram Bamsoetchannel via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta pimpinan MPR tidak menganggap enteng protokol kesehatan Covid-19.

Abbas menilai tindakan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengundang ratusan orang pecinta otomotif ke Gedung MPR/DPR/DPD RI berisiko besar karena dilakukan di zona merah COVID-19.

“Janganlah para pemimpin di negeri ini menganggap enteng masalah Covid-19 ini. Risikonya akan sangat besar. Oleh karena itu, janganlah ada di antara kita yang menganggap bahwa negeri kita sudah aman dari Covid-19. Terutama di kota-kota yang memang masih merah,” kata Abbas dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Senin (24/8).

Abbas mengatakan pada Sabtu (22/8) kemarin jumlah pasien Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 151.498 orang. Namun, usaha untuk tidak berkumpul-kumpul dan menghindari kerumunan belum juga maksimal.

“Jadi ada kenaikan 2.090 orang dari hari sebelumnya. Hal ini tentu jelas sangat merisaukan kita. Untuk itu usaha dan upaya bagi menekan penularan nya jelas harus selalu kita usahakan dengan menghindari kerumunan atau berkumpul-kumpul,” ujar Abbas.

Ia menilai ketentuan tentang protokol Covid-19 bukan hanya memakai masker, namun juga menjaga jarak hendaknya benar-benar dihormati dan ditegakkan.

“Untuk itu, teladan dari pemerintah sebagai pihak yang akan digugu dan ditiru oleh rakyat luas tentu jelas sangat-sangat diharapkan. Oleh karena itu kehadiran gambar di atas jelas terasa sebagai sesuatu yang mengganggu,” kata Abbas.

“Bukannya kita tidak setuju dengan hal tersebut, tapi kehadirannya di tengah-tengah masa Covid-19 yang sudah sangat melelahkan ini tentu jelas-jelas sangat kita prihatinkan dan sesalkan karena tidak mencerminkan keteladanan yang baik bagi rakyat dan bangsa,” imbuhnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gibran Dilarang Bawa Nama Besar Jokowi Saat Berbisnis
apahabar.com

Nasional

Satu Pelatih Ditetapkan Tersangka, Ketua PSHT Bakal Kumpulkan Semua Pengurus
apahabar.com

Nasional

Longsor Sukabumi, Sudah 15 Korban Ditemukan Tewas
apahabar.com

Nasional

Malam Valentine, Puluhan Remaja di Banjarmasin ‘Ngamar’ Bareng
apahabar.com

Nasional

Bekas Menteri SBY Wanti-Wanti Rencana Jadikan Kalsel Ibu Kota RI

Nasional

Aneh, Senpi Laras Panjang Penembak Polisi di Tala Bisa Diisi Bermacam Peluru
apahabar.com

Nasional

HAN 2019, Perundungan Anak di Medsos dan Sekolah Jadi PR
apahabar.com

Nasional

OTT Hakim, KPK Sita Ribuan Dolar Singapura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com