Bertambah 13.094, Covid-19 Indonesia Tembus 1 Juta Kasus Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 10 Orang, Positif 8 H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Sabu 6 Kg di Samarinda dan Balikpapan Banjarmasin Resmi Perpanjang Tanggap Darurat Banjir, Kecamatan Timur Terparah!

MUI Minta Pimpinan MPR Tak Anggap Enteng Protokol Kesehatan

- Apahabar.com Senin, 24 Agustus 2020 - 11:26 WIB

MUI Minta Pimpinan MPR Tak Anggap Enteng Protokol Kesehatan

Tangkapan layar para pecinta otomotif berfoto bersama usai menghadiri undangan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Minggu (23/8). Foto: Instagram Bamsoetchannel via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta pimpinan MPR tidak menganggap enteng protokol kesehatan Covid-19.

Abbas menilai tindakan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengundang ratusan orang pecinta otomotif ke Gedung MPR/DPR/DPD RI berisiko besar karena dilakukan di zona merah COVID-19.

“Janganlah para pemimpin di negeri ini menganggap enteng masalah Covid-19 ini. Risikonya akan sangat besar. Oleh karena itu, janganlah ada di antara kita yang menganggap bahwa negeri kita sudah aman dari Covid-19. Terutama di kota-kota yang memang masih merah,” kata Abbas dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Senin (24/8).

Abbas mengatakan pada Sabtu (22/8) kemarin jumlah pasien Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 151.498 orang. Namun, usaha untuk tidak berkumpul-kumpul dan menghindari kerumunan belum juga maksimal.

“Jadi ada kenaikan 2.090 orang dari hari sebelumnya. Hal ini tentu jelas sangat merisaukan kita. Untuk itu usaha dan upaya bagi menekan penularan nya jelas harus selalu kita usahakan dengan menghindari kerumunan atau berkumpul-kumpul,” ujar Abbas.

Ia menilai ketentuan tentang protokol Covid-19 bukan hanya memakai masker, namun juga menjaga jarak hendaknya benar-benar dihormati dan ditegakkan.

“Untuk itu, teladan dari pemerintah sebagai pihak yang akan digugu dan ditiru oleh rakyat luas tentu jelas sangat-sangat diharapkan. Oleh karena itu kehadiran gambar di atas jelas terasa sebagai sesuatu yang mengganggu,” kata Abbas.

“Bukannya kita tidak setuju dengan hal tersebut, tapi kehadirannya di tengah-tengah masa Covid-19 yang sudah sangat melelahkan ini tentu jelas-jelas sangat kita prihatinkan dan sesalkan karena tidak mencerminkan keteladanan yang baik bagi rakyat dan bangsa,” imbuhnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Esok, Pengurus Pusat JMSI Lakukan Rakorev Via Online
apahabar.com

Nasional

Hasil Seleksi CPNS 2019, 5.056 Formasi Kesehatan dan Guru Kosong
apahabar.com

Nasional

Mabes Polri Benarkan Penangkapan Jaringan Terduga Teroris di Palangkaraya
apahabar.com

Nasional

Lima Warga Tersambar Petir, Dua Tewas di Tempat

Nasional

Isak Tangis Warnai Pemakaman Herman Seventeen
apahabar.com

Nasional

Kemnaker Sebut Subsidi Gaji Telah Disalurkan kepada 2,3 Juta Pekerja
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Segera Cabut Konsesi Lahan Sukanto Tanoto
apahabar.com

Nasional

KPU Catat Puluhan Calon Peserta Pilkada Positif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com