Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Mulai Hari Ini, Pemprov Kalsel Kembali Berlakukan WFH

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 09:45 WIB

Mulai Hari Ini, Pemprov Kalsel Kembali Berlakukan WFH

Ilustrasi. Foto: Manadopst

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali melakukan perubahan sistem kerja untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Hal ini ditetapkan dalam surat edaran Gubernur Kalsel Nomor 065/00891 /OORG tahun 2020, tentang perubahan pertama sistem kerja masa transisi menuju tatanan normal baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Dengan memperhatikan perkembangan penyebaran Covid–19 di Kalsel yang terus meningkat, termasuk penyebaran pada klaster perkantoran pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov Kalsel,” ucap Gubernur melalui Sekretaris Daerah, Abdul Haris dalam rilis yang diterima apahabar.com, Senin (3/8).

SE Gubernur yang dikeluarkan per 30 Juli lalu tersebut akan diberlakukan mulai hari ini (3/8). Termasuk akan dilakukan evaluasi dengan memperhatikan perkembangan kondisi Covid-19 di Kalsel.

Sedikitnya, ada 9 poin yang ditekankan dalam SE ini yaitu pertama, pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas tetap melaksanakan tugas di kantor (work from office).

“Kedua, pejabat fungsional, pelaksana dan tenaga kontrak melaksanakan tugas di rumah (work from home) kecuali petugas kebersihan, petugas keamanan dan sopir tetap melaksanakan tugas sesuai tugas fungsinya,” lanjut Haris.

Poin ketiga yaitu mengatur jumlah maksimum pegawai yang melaksanakan tugas di kantor yaitu sebesar 50 persen dari jumlah karyawan. Khususnya pada perangkat daerah atau unit kerja yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.

“Dibuat jadwal kerja bergiliran bagi seluruh PNS dan tenaga kontrak. Ketentuannya yaitu sehari WFO dan sehari WFH,” sebutnya

Bagi instansi yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, kemudian ditemukan pegawai yang terpapar Covid-19, maka diwajibkan melakukan swab massal. Lalu, seluruhnya melakukan WFH selama 14 hari.

“Pelayanan dilaksanakan melalui daring. Sampai pegawainya tidak ada lagi yang terpapar Covid-19, maka pelayanan langsung di kantor dapat dilaksanakan kembali,” beber dia.

WFH juga diwajibkan untuk pegawai yang memiliki indikasi Covid-19 atau dalam kondisi sakit seperti demam tinggi, memiliki penyakit penyerta, termasuk hamil.

“Begitu juga yang memiliki riwayat interaksi dengan ODP, PDP atau terkonfirmasi positif,” lanjutnya.

Untuk mengurangi kontak fisik dan mencegah penularan di tempat kerja, Pemprov Kalsel meniadakan apel pagi dan absensi secara manual. Kebijakan ini akan diatur oleh kepala perangkat daerah masing-masing.

Poin berikutnya adalah peraturan pelaksanaan perjalanan dinas yang dilakukan secara selektif oleh kepala perangkat daerah.

Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dilaporkan kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

“Seluruh PNS wajib melaporkan aktivitas kinerja dan kehadirannya secara berjenjang. Sebagai dasar perhitungan dan pemberian TPP,” pungkas Haris.

Sebagai informasi, penetapan kebijakan SE Gubernur ini berdasarkan pedoman SE Menteri pemberdayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (MenpanRB) Nomor 58 tahun 2020 tentang sistem kerja aparatur sipil negara dalam tatanan normal baru.

Serta, keputusan Menteri dalam negeri Nomor 440-830 tahun 2020, tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman Corona Virus Disease 2019 bagi ASN di lingkungan kementerian dalam negeri dan pemerintah daerah.

0Editor: Aprianoor

Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pencarian Kai Rahman yang Diduga Tenggelam, Dihentikan
apahabar.com

Kalsel

Jasa Penitipan Hewan Raup Untung Jelang Lebaran
apahabar.com

Kalsel

Sempat Disorot, Dinas Perpustakaan Tabalong Terapkan Protap Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Monitor Distribusi Bansos E-Warung
apahabar.com

Kalsel

Penurunan Harga Tiket Pesawat Picu Deflasi Kalsel!
apahabar.com

Kalsel

Presiden Atensi Kasus Stunting di Kalsel, Bang Dhin: Bentuk Tim Percepatan Penanganan
apahabar.com

Kalsel

Tekan Laju Covid-19, Camat dan Kades di Tabalong Diperintahkan Tutup Tempat Wisata
apahabar.com

Kalsel

Akhirnya, Korban Perahu Karam di Batola Ditemukan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com