3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Nadiem Resmi Terbitkan Kurikulum Darurat Pandemi Covid-19, Simak Isi Kepmennya

- Apahabar.com Senin, 10 Agustus 2020 - 14:43 WIB

Nadiem Resmi Terbitkan Kurikulum Darurat Pandemi Covid-19, Simak Isi Kepmennya

Mendikbud Nadiem Makarim. Foto sebelum pandemi Covid-19). Foto-detikcom/Grandyos Zafna

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi menerbitkan kurikulum darurat pandemi covid-19.

Kurikulum darurat saat pandemi Covid-19 ini merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional.

Kurikulum darurat tersebut diterbitkan lewat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Kepmen itu telah diteken Nadiem pada Selasa (4/8).

Dalam keterangan di situs Kemdikbud, Nadiem menyatakan kurikulum darurat ini merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional.

Namun, ada pengurangan kompetensi dasar di setiap mata pelajaran.

Nadiem juga tidak mewajibkan seluruh sekolah untuk mengikuti kurikulum darurat ini. Berikut 3 opsi yang diberikan:

1. tetap mengacu pada Kurikulum Nasional
2. menggunakan kurikulum darurat
3. melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri

“Satuan Pendidikan dalam kondisi khusus tidak diwajibkan untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas atau kelulusan,” demikian bunyi salah satu poin lampiran Keputusan Menteri tersebut.

Tak hanya bagi para siswa-siswi. Pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru dalam mendukung kesuksesan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Berikut isi Kepmen 719/P/2020:

MEMUTUSKAN:

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KURIKULUM PADA SATUAN PENDIDIKAN DALAM KONDISI KHUSUS.

KESATU: Satuan Pendidikan pada PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah yang berada pada daerah yang ditetapkan sebagai daerah dalam Kondisi Khusus oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dapat melaksanakan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi Peserta Didik.

KEDUA: Pelaksanaan Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

KETIGA: Dalam hal penetapan Kondisi Khusus sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dicabut oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah maka pelaksanaan Kurikulum pada Kondisi Khusus tetap dilanjutkan sampai dengan berakhirnya tahun ajaran.

KEEMPAT: Ketentuan pemenuhan beban kerja minimal 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam satu minggu dikecualikan bagi pendidik pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

KELIMA: Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.(Jtt)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sejarah Mayor Muller, Utusan Belanda yang Lenyap di Belantara Kalimantan

Nasional

Rekam Pungli, Warga Dianiaya Polantas
apahabar.com

Nasional

Kerusakan yang Memilukan Akibat Tsunami
apahabar.com

Nasional

Amerika Serikat Laporkan Lebih dari 1,1 Juta Kasus Covid-19
apahabar.com

Nasional

Ombudsman RI: Siapa yang Ambil Untung dari Rapid Test?
apahabar.com

Nasional

Ratusan Korban Puting Beliung Mengungsi ke Masjid
apahabar.com

Nasional

Rusak Lingkungan Itu Haram, MUI Dukung Save Meratus..!!
apahabar.com

Nasional

Prabowo ‘Jual’ Janji Turunkan Harga Telur, Peneliti: Merugikan Peternak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com