Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel

Nadjmi Adhani Wafat, PBNU: Korban Meninggal karena Covid-19 Mati Syahid

- Apahabar.com Senin, 10 Agustus 2020 - 23:29 WIB

Nadjmi Adhani Wafat, PBNU: Korban Meninggal karena Covid-19 Mati Syahid

Prosesi pemakaman wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Duka masih menyelimuti warga Banjarbaru, Kalsel, setelah Wali Kota Nadjmi Adhani wafat akibat Covid-19, Senin (10/8).

Pantauan apahabar.com hingga tadi malam, ucapan duka masih ramai menjadi status warga di media sosial. Seperti di grup WhatsApp dan Facebook serta Instagram.

“Rest in power sir! Khusnul Khotimah Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani” ucap salah satu wartawan di Kalsel, Muhammad Rifani.

“Kota Banjarbaru berduka, semoga bapak Husnul Khotimah, ternyata Allah lebih sayang,” tulis PPNS Seksi Opsdal Satpol PP Banjarbaru, Yanto Hidayat.

Postingan terakhir Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani di akun Instagramnya dibanjiri ribuan komentar netizen.

Semuanya berisi doa dan dukungan kepada orang nomor satu di kota Banjarbaru tersebut.

“Pak kaget mendengar info pagi ini, innalillahi wainnailaihirojiun, selamat jalan pak husnul khatimah terimakasih sudah membangun Banjarbaru melalui tenaga, pikiran serta cinta pian, Banjarbaru kehilangan sosok pemimpin seperti pian,” tulis akun @namasayaharry.

“terimakasih banyak atas dedikasi pian untuk kota Banjarbaru, pian luar biasa,” tulis akun @riowardojo.

Bahkan, tak hanya itu, kepala daerah di Kalsel dan Tanah Air juga turut menyampaikan ungkapan duka.

Gubernur Kalsel H Sahbirin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Palangka Raya, dan banyak lagi.

Mereka semua merasa kehilangan. Sembari mendoakan agar Nadjmi mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT.

“Turut berduka cita atas berpulangnya ke Rahmatullah kolega kepala daerah bpk Nadjmi Adhani, walikota Banjarbaru Kalimantan Selatan saat melawan covid-19. Semoga diterima iman Islamnya dan diluaskan alam kuburnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,” tulis Ridwan Kamil di akun Instagramnya.

Semasa hidup, Nadjmi memang dikenal baik. Itu dirasakan sekali oleh Wali Kota Palangka Raya. “Beliau sosok pengayom,” ujarnya.

Selama pandemi Covid-19, Nadjmi kerap turun mengingatkan warganya untuk mengikuti Protokol Kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

Mahfum, sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarbaru, Nadjmi memiliki tanggung jawab besar agar warganya sedapat mungkin terhindar dari virus mematikan itu.

Namun, siapa sangka justru Nadjmi sendiri yang terpapar. Ia bersama istri Ririen Kartika Rini terkonfirmasi positif beberapa waktu lalu.

Menurut Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, pada Kamis (23/7) lalu, Nadjmi beserta istri melakukan tes cepat, yang kemudian hasilnya menunjukkan reaktif.

Lalu dilanjutkan dengan rontgen dan swab, hingga Sabtu (25/7) hasilnya menunjukkan keduanya positif mengidap virus asal Wuhan tersebut.

“Kemudian Minggu (26/7) pak wali (Nadjmi) disarankan untuk proses penyembuhan dan penaganan untuk observasi lebih lanjut dilakukan prosesnya di RSDI,” lanjutnya.

Namun, Nadjmi meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif selama dua pekan di RSUD Ulin Banjarmasin. Ia menghembuskan nafas terakhir, Senin (10/8).

“Beliau meninggal pukul 02.30 WITA saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin. Saat ini jenazahnya masih di rumah sakit,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Banjarbaru Dedi Sutoyo, Senin.

Nadji sempat berpesan kepada seluruh ASN Kota Banjarbaru untuk selalu menjaga kesehatan selama bertugas.

“Beliau selalu menyampaikan kepada saya untuk selalu menjaga kesehatan sebaik-baiknya. Beliau sangat perduli dan perhatian kepada kami yang sedang bertugas dalam penanganan Covid 19 ini,” kata Kadinkes Banjarbaru, Rizana Mirza.

Mati Syahid

Pada awal pandemi Covid-19, sebelumnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyimpulkan bahwa penyakit akibat virus corona atau Covid-19 tergolong sebagai wabah atau tho’un.

Oleh karenanya korban yang meninggal lantaran virus corona tergolong syahid.

Hal itu diputuskan dalam bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU tentang Fiqih Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 atau virus corona.

“Bahwa Covid-19 merupakan wabah (tho’un), karena itu orang yang meninggal akibat Covid-19 statusnya adalah syahid fil akhiroh. Sebab kedudukan syahadah (mati syahid) tidak hanya didapat oleh mereka yang gugur di medan perang,” demikian keputusan bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail PBNU yang salinannya bisa diunduh di website resmi nu.id.

Hasil keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH. M. Nadjib Hassan dan Sekretaris Sarmidi Husna.

Ikut sebagai Tim Perumus antara lain: KH. Afifuddin Muhajir, KH. Ahmad Ishomuddin, KH. Miftah Faqih, KH. Solahuddin Alayubi, KH. Abdul Ghafur Maimun, KH. Afifudin Dimyathi, KH. M. Najib Hassan, KH. Azizi Hasbullah, KH. Abdul Moqsith Ghazali, KH. Mahbub Ma’afi, KH. Asnawi Ridwan, KH. Najib Bukhari, KH. Darul Azka, dan KH. Sarmidi Husna.

Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim menyebutkan bahwa di antara yang termasuk mati syahid adalah orang yang tertimpa tha’un atau wabah.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما تعدون الشهداء فيكم? قالوا : يا رسول الله, من قتل في سبيل الله فهو شهيد. قال إن شهداء أمتي إذا لقليل! قالوا: فمن هم يا رسول الله? قال من قتل في سبيل الله فهو شهيد, ومن مات في سبيل الله فهو شهيد, ومن مات في الطاعون فهو شهيد, ومن مات في البطن فهو شهيد, والغريق شهيد

)رواه مسلم(

“Rasulullah Saw. bertanya (kepada sahabatnya): ‘Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?’ Mereka menjawab: ‘Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah,’. Rasulullah Saw bersabda: ‘Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid.’ Para sahabat bertanya: ‘Mereka itu siapa ya Rasul? ‘Jawab Rasulullah Saw: ‘Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang mati di jalan Allah (bukan karena perang) juga syahid, orang yang tertimpa tha’un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid” (HR Muslim).

“Kita mengikuti keterangan para ulama, bahwa yang dimaksudkan dengan dengan kesyahidan orang-orang tersebut adalah mereka yang gugur bukan di medan perang,” kata Wakil Sekretaris LBM PBNU KH Mahbub Maafi Ramdhan ketika ditanya perihal status jenazah muslim pasien Covid-19 di Jakarta, Minggu 22 Maret 2020 dikutip dari nu.or.id.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bursa Calon Wali Kota Mencuat, Muhidin Mantap Usung Anaknya
Bule Teweh

Kalsel

Kalsel Kebanjiran, HST Lumpuh Total!
apahabar.com

Kalsel

Warga Sakit Sempat Terlantar, Bukti Pemkab Tanbu Salah Hilangkan Program Kesehatan Gratis
apahabar.com

Kalsel

Dahsyatnya Banjir di Tanbu, Ribuan Jiwa dan Lahan Pertanian Terdampak
apahabar.com

Kalsel

PDIP Sodorkan Tiga Kader Terbaik untuk Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Hingga 19 Juli, Banjarmasin Hampir Tembus 2 Ribu Kasus Covid-19
apahabar.com

Kalsel

HUT ke-74 Bhayangkara, Kapolri Sumbang 4 Ton Beras ke HST
apahabar.com

Kalsel

Resnarkoba Polres Tapin Bekuk Sopir Pengedar Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com