Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Nasehat Gus Mus ‘Menyikapi’ Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 22 Agustus 2020 - 06:00 WIB

Nasehat Gus Mus ‘Menyikapi’ Covid-19

KH Mustofa Bisri Sumber; net

apahabar.com, BANJARMASIN – KH Mustofa Bisri atau yang dikenal dengan Gus Mus memiliki pandangan menarik tentang Covid-19. Berikut kutipan nasehat ulama yang juga seniman tersebut.

“Ketahuilah, kepanikan global yang disebabkan makhluk Allah yang sangat lembut ini ‘masih terlalu kecil’ dibanding kepanikan akbar yang terjadi di yaumil qiyamah.”

“Ada yang memandang pandemi ini sebagai musibah, pelajaran dan juga pencucian atas dunia.”

“Kita biasanya mengejar dunia, sekarang dipaksa menjaga jarak dengan dunia sehingga langit pun menjadi bersih dan cerah.”

“Dulu kita sibuk dengan dunia, tanpa jarak, sampai jarang di rumah. Dengan keluarga berjarak, dengan diri kita sendiri, apalagi! Kita dipaksa kembali pada keluarga kita dan diri kita sendiri. Wabah menghancurkan keangkuhan kita.”

“Yang kaya menjadi sombong karena kekayaannya, yang berpangkat karena pangkatnya, yang berilmu karena ilmunya. Kini mereka semua -yang kaya, yang berilmu yang berpangkat- semua kelimpungan.”

“Kita diajak Allah untuk menengok diri kita sendiri sebagai manusia saja, tanpa embel-embel tanpa gelar, sebagai anak cucu adam. Kullukum min adam. Wa adam min turab. Setiap darimu adalah anak cucu adam, dan adam adalah dari tanah. Kita lupa kita bersaudara sama-sama sebagai anak cucu adam. Kita lupa asal kita tanah!”

“Kita diutus menjadi khalifah di atas dunia, tapi justru menjadi hamba dunia. Ini mesti menjadi penerungan kita dimasa sulit ini, ketika kita sendiri dengan Allah, agar kita bisa kembali ‘menjadi hamba Allah yang dhaif’ dan kemudian bertobat.”

“Tapi dengan ujian seperti inipun kita masih angkuh. Kita sibuk membersihkan jasad, tapu kita lupa membersihkan diri. Kita satu jam dua jam membersihkan badan, itu bagus, tapi kita lupa membersihkan ruh yang menjadi inti diri kita.”

“Kita minta tolong kepada Allah tapi masih berjarak dengan Allah dan masih lengket dengan dunia. Keangkuhan (karena ilmu, harta, pangkat) dan kedekatan kita dengan dunia itulah yang membuat kita berjarak dengan Allah. Oleh karena itu marilah kita bertobat.”

Editor: Muhammad bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Umar bin Khattab dan Bayi yang Dititipkan pada Allah
apahabar.com

Habar

Saudi Batasi Usia Jemaah, Komnas Haji dan Umrah Sarankan Dua Opsi Keberangkatan

Habar

Ajak Jalan Kaki ke Sekumpul, Habib Fathurrahman Punya Misi Tersembunyi
apahabar.com

Religi

Ketua MUI Tapin: Jangan Lupakan Esensi Idul Fitri
apahabar.com

Habar

Mengenang Abah Guru Sekumpul (18), Kisah Sedih saat Menimba Ilmu
apahabar.com

Religi

Masuk Islam Mengaku Tanpa Paksaan, Warga Badui Nyatakan Bahagia Jadi Mualaf
apahabar.com

Ceramah

Guru Hasanuddin Betulkan Kesalahpahaman Masyarakat di Haul Syekh Samman
apahabar.com

Habar

Jalan Panjang Temukan Islam, Mike Tyson: Saya Perlu Allah SWT
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com