Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Nasehat Gus Mus ‘Menyikapi’ Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 22 Agustus 2020 - 06:00 WIB

Nasehat Gus Mus ‘Menyikapi’ Covid-19

KH Mustofa Bisri Sumber; net

apahabar.com, BANJARMASIN – KH Mustofa Bisri atau yang dikenal dengan Gus Mus memiliki pandangan menarik tentang Covid-19. Berikut kutipan nasehat ulama yang juga seniman tersebut.

“Ketahuilah, kepanikan global yang disebabkan makhluk Allah yang sangat lembut ini ‘masih terlalu kecil’ dibanding kepanikan akbar yang terjadi di yaumil qiyamah.”

“Ada yang memandang pandemi ini sebagai musibah, pelajaran dan juga pencucian atas dunia.”

“Kita biasanya mengejar dunia, sekarang dipaksa menjaga jarak dengan dunia sehingga langit pun menjadi bersih dan cerah.”

“Dulu kita sibuk dengan dunia, tanpa jarak, sampai jarang di rumah. Dengan keluarga berjarak, dengan diri kita sendiri, apalagi! Kita dipaksa kembali pada keluarga kita dan diri kita sendiri. Wabah menghancurkan keangkuhan kita.”

“Yang kaya menjadi sombong karena kekayaannya, yang berpangkat karena pangkatnya, yang berilmu karena ilmunya. Kini mereka semua -yang kaya, yang berilmu yang berpangkat- semua kelimpungan.”

“Kita diajak Allah untuk menengok diri kita sendiri sebagai manusia saja, tanpa embel-embel tanpa gelar, sebagai anak cucu adam. Kullukum min adam. Wa adam min turab. Setiap darimu adalah anak cucu adam, dan adam adalah dari tanah. Kita lupa kita bersaudara sama-sama sebagai anak cucu adam. Kita lupa asal kita tanah!”

“Kita diutus menjadi khalifah di atas dunia, tapi justru menjadi hamba dunia. Ini mesti menjadi penerungan kita dimasa sulit ini, ketika kita sendiri dengan Allah, agar kita bisa kembali ‘menjadi hamba Allah yang dhaif’ dan kemudian bertobat.”

“Tapi dengan ujian seperti inipun kita masih angkuh. Kita sibuk membersihkan jasad, tapu kita lupa membersihkan diri. Kita satu jam dua jam membersihkan badan, itu bagus, tapi kita lupa membersihkan ruh yang menjadi inti diri kita.”

“Kita minta tolong kepada Allah tapi masih berjarak dengan Allah dan masih lengket dengan dunia. Keangkuhan (karena ilmu, harta, pangkat) dan kedekatan kita dengan dunia itulah yang membuat kita berjarak dengan Allah. Oleh karena itu marilah kita bertobat.”

Editor: Muhammad bulkini

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Arab Saudi Terima Warga Asing Masuk Negaranya, Bagaimana dengan Umrah?
apahabar.com

Religi

Upaya Mengembalikan Eksistensi Islam, MUI Kalsel Gelar Diskusi
apahabar.com

Habar

Saring Permintaan Haji dari Lebih 160 Negara, Arab Saudi: Dilarang Sentuh Kakbah
Syekh Ali

Habar

Jadi Korban Penusukan di Bandar Lampung, Siapa Sebenarnya Sosok Syekh Ali Jaber?
apahabar.com

Religi

Sains Buktikan Kebenaran Alquran
apahabar.com

Ceramah

Bahagiakan Guru Ngaji, Gus Mus: Berikan Kado Buat Mereka
apahabar.com

Religi

Rasulullah tak Langsung Guyur Badan Kala Mandi Junub
apahabar.com

Religi

Ditemukan Manuskrip Lampung, Ungkap Sejarah Dakwah Islam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com