Skandal Baramarta, Eks Dirut Bongkar Sosok Oknum Jaksa Diduga Penikmat Korupsi Dana Taktis Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis!

Nasib Mamanda di Kalsel: Minim Pergelaran dan Kalah dengan Hiburan Modern

- Apahabar.com Selasa, 25 Agustus 2020 - 09:22 WIB

Nasib Mamanda di Kalsel: Minim Pergelaran dan Kalah dengan Hiburan Modern

Kompas Budaya HSS menampilkan kembali kesenian mamanda di acara yang digelar Disdik HSS. Foto-Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Mamanda, kesenian tradisional Kalimantan Selatan makin hari makin redup.

Jika dahulu kesenian ini bisa dijumpai pada setiap event hajatan, kini pertunjukan drama berlatar kerajaan itu sudah cukup sulit untuk disaksikan.

“Kesenian mamanda saat ini, katakanlah sudah sangat redup,” ucap Iwan dari Kompas Budaya Hulu Sungai Selatan (HSS) yang juga seorang pegiat seni budaya.

Dalam 15 tahun terakhir, menurut Iwan, tak ada masyarakat yang menggelar mamanda pada event hajatan seperti pada acara pernikahan.

Padahal, dahulu setiap ada acara-acara pesta rakyat hanya ada dua pilihan untuk mengundang tamu hiburannya, yakni pertunjukan seni bakuntau atau mamanda. Tapi saat ini mamanda kalah dengan hiburan modern, misalnya seperti musik elekton.

Saat ini kesenian mamanda hanya ditampilkan di acara-acara seremonial pemerintahan. Tapi meski begitu dia masih bersyukur pemerintah masih peduli terhadap eksistensi kesenian tradisional.

Dia menceritakan dekade 1990-an adalah era terakhir yang memiliki banyak grup kesenian mamanda. “Tak terhitung jumlah pastinya, tetapi sebelum tahun 90-an ada puluhan grup mamanda di HSS ini. Setelahnya, perlahan mulai redup hingga seperti sekarang ini,” papar pria asal Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan itu.

Bisa dikatakan saat ini tak ada lagi sanggar atau grup khusus mamanda yang masih aktif di HSS. Tetapi, lanjut dia, pegiat dan orang-orang yang menggemari kesenian mamanda masih bisa dikumpulkan.

Seperti saat acara Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu sebutnya, pelakon atau pemain-pemainnya dari orang yang pernah berada di grup mamanda. Generasi muda yang masih peduli kesenian mamanda pun ikut diajak berperan pada pertunjukan itu.

Dinas Pendidikan Kabupaten HSS, mengundang Kompas Budaya HSS untuk menampilkan kesenian mamanda pada Kamis (13/8) lalu. Hal itu untuk memfasilitasi seniman tradisional, dalam berkreatifitas selama pandemi Covid-19 ini.

Menurutnya, berdasarkan penuturan tokoh-tokoh terkait sejarah perkembangannya, mamanda merupakan kesenian yang berasal dari HSS. Meski begitu ada juga daerah lain yang mengklaim hal yang sama.

“Sehingga sangat disayangkan, daerah yang dulunya sangat besar kegiatan mamandanya, kini sudah mulai kehilangan kejayaannya,” tutur kontributor berita TVRI Kalsel, untuk wilayah Kabupaten HSS itu.

Pada dasarnya, kesenian mamanda memiliki pakem tersendiri. Kesenian itu menggunakan latar zaman kerajaan zaman dahulu. Tetapi dalam praktiknya bebas dan bisa disesuaikan dengan konteks situasi sosial, budaya, atau politik, zaman sekarang.

Unsur komedi juga menjadi salah satu daya tarik, bagi masyarakat yang menontonnya.

“Misalnya, ada dialog ada pemeran mengeluh telah bepergian jauh menggunakan motor. Padahal ‘kan zaman dahulu tidak ada kendaraan,” katanya memberi contoh.

Kiasan seperti itu ungkapnya, tidak hanya untuk memancing tawa penonton. Tetapi dapat berisi pesan moril, dakwah, bahkan kritik sosial. Ia pun memiliki harapan besar kesenian mamanda masih bisa diselamatkan. Generasi muda menjadi harapan besar agar mamanda bisa terus hidup di tanah Banua.

Editor: Puja Mandela

Editor: Reporter: AHC27 - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, Tabalong Nihil Kasus Aktif Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Berpotensi Hujan, BMKG Ingatkan Karhutla Masih Mengancam
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Pengawasan Mitra Kerja, Komisi IV Minta Laporan Per Tiga Bulan
apahabar.com

Kalsel

Simak Ramalan BMKG Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

VIDEO: Ketatnya Reka Ulang Pembunuhan Istri Muda Pembakal HST
apahabar.com

Kalsel

Siap-siap, Uniska Segera Buka Jurusan S1 Farmasi
apahabar.com

Kalsel

Angin Kencang Hantam Rumah Warga di 6 Desa Kabupaten Banjar
apahabar.com

Kalsel

Sepekan, Polisi Ungkap Dua Kasus Sabu di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com