Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

Pacu Ekspor, Kemenperin Genjot Industri Smeler Nikel

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 16:33 WIB

Pacu Ekspor, Kemenperin Genjot Industri Smeler Nikel

Salah satu pekerja di pabrik feronikel Antam di Pomalaa menunjukan feronikel: Foto-Dok. Humas PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong peningkatan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri, salah satunya industri smelter nikel.

Lewat kebijakan hilirisasi ini mereka meyakini kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional dapat diberikan. Di antaranya melalui capaian nilai ekspor.

apahabar.com

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Dody Widodo. Foto-Antara

“Maka itu, pentingnya peran industri smelter. Jadi, kita tidak lagi mengekspor ‘tanah dan air’ saja, tetapi sudah menjadi sebuah produk yang high-end,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Dody Widodo lewat keterangan resmi, Jumat (7/8).

Dalam upaya memacu daya saing industri logam dasar, kata dia, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Beleid itu mengamanatkan peningkatan nilai tambah melalui pengolahan sumber daya mineral.

“Sehingga produk yang diekspor memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor produk mineral hasil pertambangan,” tuturnya.

Selain itu, sambung dia, pemerintah juga telah menerbitkan UU No 3/2014 tentang Perindustrian yang diturunkan dalam pembentukan peraturan pelaksana berupa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Sumber Daya Alam.

Implementasi regulasi tersebut di antaranya mengatur mengenai pemanfaatan sumber daya alam secara efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Kemudian, pemerintah juga menekankan pelarangan atau pembatasan ekspor sumber daya alam dalam rangka peningkatan nilai tambah industri guna pendalaman dan penguatan struktur Industri dalam negeri. Serta jaminan ketersediaan dan penyaluran sumber daya alam untuk industri dalam negeri.

“Dewasa ini, industri smelter nikel yang menghasilkan nickel pig iron (NPI), feronikel, nikel hidrat dan stainless steel telah tumbuh pesat. Hingga saat ini, telah beroperasi sekitar 19 smelter yang tersebar di Jawa Timur, Banten, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara,” ungkap Dody.

Bahkan, lanjut dia, sudah ada yang dalam proses pembangunan smelter nikel yang mengolah nikel kadar rendah menjadi bahan baku baterai yang berlokasi di Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Banten.

“Berdasarkan data BPS, pada tahun 2018 dan 2019, nilai ekspor produk industri logam berbasis nikel berturut-turut mencapai 4,8 miliar dolar AS dan 7,08 miliar dolar AS atau meningkat 47,5 persen,” sebutnya.

Besarnya kontribusi industri smelter nikel tersebut, lanjut Dody, perlu didorong untuk pengembangan hilirisasi produknya.

“Diharapkan smelter nikel tidak hanya melakukan ekspor dalam bentuk NPI maupun bahan baku baterai, tetapi dalam bentuk produk lebih hilir seperti produk hilir berbahan baku stainless steel dan baterai listrik,” imbuhnya.

Melihat potensi dari peran industri smelter nikel di tanah air, Kemenperin memberikan apresiasi atas terbentuknya Forum Nikel Indonesia (FINI).

“Diharapkan industri smelter nikel di dalam negeri dapat semakin berperan dalam pengembangan industri logam dasar dan produk hilir nikel,” ujar Dody. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Berkah dari China Harga Batu Bara Naik 2,5 Persen Pekan Lalu
apahabar.com

Ekbis

Setelah Natal, Harga Emas Antam Melambung Rp 6.000
UMKM Menuju Pasar Digital

Ekbis

UMKM Menuju Pasar Digital
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Diminta Percepat Pengembangan Kawasan Halal
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Rp1 Juta per Gram, Simak 4 Taktik Investasinya
apahabar.com

Ekbis

Bank Indonesia Edukasi Puluhan Jurnalis Ekonomi Se-Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Perkuat Kerja Sama Pertamina dan Petronas
apahabar.com

Ekbis

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun ke Rp 1.006.000/Gram
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com