Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Pandemi, Pendapatan Kota Banjarmasin Tertinggi Se-Indonesia!

- Apahabar.com Selasa, 18 Agustus 2020 - 18:44 WIB

Pandemi, Pendapatan Kota Banjarmasin Tertinggi Se-Indonesia!

Ada beberapa sektor pajak yang dimaksimalkan hingga akhirnya mampu menutupi pendapatan dari sektor pajak hotel dan hiburan yang menurun akibat Covid-19. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Situasi ekonomi Kota Banjarmasin tampaknya mulai membaik.

Hal itu selaras dengan pertumbuhan ekonomi ibu kota Kalimantan Selatan ini.

Terbukti, hingga akhir Juli capaian dari pendapatan asli daerah (PAD) Banjarmasin telah terealisasi sebesar 69,54% dari target sebesar Rp254 miliar.

Capaian ini rupanya disebut yang tertinggi se-kabupaten atau kota di Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto, melalui konferensi video, baru tadi.

“Alhamdulillah kita mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat mampu menjaga ksetabilan PAD dalam kondisi pandemi,” ujar Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil, Rabu (18/8).

Awalnya PAD tahun 2020 ditarget mencapai Rp367 miliar. Namun setelah beberapa kali realokasi untuk anggaran penanganan Covid-19, maka targetnya diturunkan menjadi Rp254 miliar.

Lantas apa saja kiat Pemkot Banjarmasin untuk menjaga kestabilan PAD di tengah pandemi?

Ia mengakui ada beberapa sektor pajak yang dimaksimalkan hingga akhirnya mampu menutupi pendapatan dari sektor pajak hotel dan hiburan yang menurun akibat Covid-19.

Seperti, pajak reklame yang realisasinya sudah hampir Rp2 miliar lebih sampai Juli lalu dari target Rp3,25 miliar.

Kemudian pajak penerangan jalan umum (PJU) yang realisasinya sudah mencapai Rp26,5 miliar dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp16,6 miliar.

“Jika dikatakan mengalami penurunan pastilah ada, cuma tidak terlalu terjun bebas. Semoga sampai Desember nanti bisa terpenuhi yang ditargetkan,” pungkasnya.

Realisasi pendapatan 34 provinsi senilai Rp154,19 triliun atau 47,55 persen dari target Rp324,28 triliun.

Adapun pada kabupaten/kota, realisasi penerimaannya sebesar Rp382,11 triliun atau 48,44 persen dari target Rp788,77 triliun.

Persentase realisasi pendapatan provinsi di Indonesia rata-rata 47,55 persen, dengan 19 provinsi melampaui rata-rata dan 15 lainnya di bawah rata-rata.

Provinsi dengan persentase realisasi pendapatan terbesar adalah DKI Jakarta sebesar 64,9 persen, diikuti Sumatera Barat 60,85 persen dan Daerah Istimewa Yogyakarta 58,53 persen.

Sedangkan provinsi dengan realisasi pendapatan terendah yakni Papua yang hanya 22,18 persen, Papua Barat 24,81persen, dan Aceh 29,98 persen.

Jika dilihat berdasarkan kabupaten/kota, rata-rata persentase pendapatan sebesar 48,21 persen.

Nah, persentase pendapatan tertinggi terjadi di kota Banjarmasin sebesar 69,54 persen, sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Manokwari hanya 9,02 persen.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Xiaomi Dikabarkan Kembangkan “Ponsel Pintar”
apahabar.com

Ekbis

Membanggakan, Kopi Kalsel Dilirik di Finlandia
apahabar.com

Ekbis

Emas 99,9 di Banjarmasin Alami Penurunan
apahabar.com

Ekbis

OPEC Pangkas Produksi, Harga Minyak Kembali Melonjak
apahabar.com

Ekbis

Paket J&T Laris Manis karena Promo, FMCG Paling Banyak Dikirim
apahabar.com

Ekbis

Anindya Bakrie: Tanpa Kemerdekaan, Tidak Mungkin Punya Keinginan Tinggi
apahabar.com

Ekbis

Meningkatnya Kekhwatiran Terhadap Covid-19, Rupiah Ditutup Melemah 148 Poin
apahabar.com

Ekbis

Rezeki Kampung Ketupat, Omzet Naik Empat Kali Lipat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com