Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Korban Jiwa, Warga HST Tewas Cara Nonton Live Streaming Liga Champions Chelsea vs Sevilla di SCTV & Vidio.com Malam Ini 7 Pemuda Diamankan Saat Demo di Banjarmasin, Polisi: Mereka Mabuk Gaduk Sudah Minta Maaf, Sekda Tala Tetap Dipolisikan

Panduan Mengolah Limbah Hewan Kurban yang Ramah Lingkungan

- Apahabar.com Sabtu, 1 Agustus 2020 - 19:08 WIB

Panduan Mengolah Limbah Hewan Kurban yang Ramah Lingkungan

Ilustrasi pemotongan sapi kurban. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pelaksanaan kurban agar ramah lingkungan.

Selain imbauan mengganti kantong plastik sebagai pembungkus daging, limbah pasca-penyembelihan juga tidak boleh dibuang sembarangan.

“Prinsipnya kurban harus peduli lingkungan yaitu tidak membiarkan limbah tanpa penanganan atau berceceran,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana saat dihubungi lewat gawai, Sabtu (1/8) sore.

Hewan kurban ujarnya harus diproses seoptimal mungkin. Sehingga tepat guna, efisien dan tidak mencemari lingkungan.

“Pastikan area penyembelihan dan penanganan limbah mencukupi sesuai dengan jumlah hewan kurban,” katanya

Panitia hendaknya tidak memaksakan apabila hanya tersedia area yang sempit. Hendaknya proses penyembelihan dapat dilakukan di lokasi yang lain.

“Sediakan sarana penanganan daging kurban dan limbah seperti darah atau isi perut. Ini untuk menjamin kesehatan masyarakat dan menjaga kualitas lingkungan,” jelasnya

Untuk diketahui, limbah hewan kurban terbagi menjadi dua yaitu limbah padat seperti bagian jeroan, kulit dan lainnya. Kemudian, limbah cair seperti darah ataupun hasil pencucian organ tubuh hewan.

“Terdapat dua cara penanganan limbah, yaitu untuk isi perut (rumen dan kotoran) dikomposkan secara mandiri oleh pengelola masjid atau dikirimkan ke tempat pengomposan,” lanjutnya.

Sementara, limbah cair atau bagian yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan menjadi kompos serta pakan ikan atau ternak.

“Jika pengolahan dilakukan di tempat lain, maka siapkan wadah pengiriman,” paparnya

Selain diolah, limbah juga dapat ditimbun di dalam lubang tanah dengan kedalaman minimal 1 m3 untuk sapi yang berukuran 400-600 kilogram dan minimal 0,3 m3 untuk kambing yang berukuran 25-35 kilogram.

Editor: Aprianoor

Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sepeda Motor Dominasi Arus Mudik
apahabar.com

Kalsel

Update Corona di Kabupaten Banjar: ODP 72 dan PDP 2 Orang
apahabar.com

Kalsel

Temuan APK ‘Bandel’ Menurun
apahabar.com

Kalsel

Mantan Anggota DPR RI Bagikan 2.000 Masker Gratis di Bumi Saijaan
apahabar.com

Kalsel

Satu Warganya Positif Covid-19, Banua Anyar Dijaga Ketat
apahabar.com

Kalsel

Polisi Peserta Seleksi Pendidikan Pengembangan Dites
apahabar.com

Kalsel

Kabar Covid-19 Tabalong, Ada Penambahan Pasien Positif dan Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Lawan Perundungan, ‘Kopi’ Siap Jadikan Banjarmasin Kota Inklusi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com