ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Kalsel

Sabtu, 1 Agustus 2020 - 19:08 WIB

Panduan Mengolah Limbah Hewan Kurban yang Ramah Lingkungan

Reporter: Musnita Sari - apahabar.com

Ilustrasi pemotongan sapi kurban. Foto-Istimewa

Ilustrasi pemotongan sapi kurban. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pelaksanaan kurban agar ramah lingkungan.

Selain imbauan mengganti kantong plastik sebagai pembungkus daging, limbah pasca-penyembelihan juga tidak boleh dibuang sembarangan.

“Prinsipnya kurban harus peduli lingkungan yaitu tidak membiarkan limbah tanpa penanganan atau berceceran,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana saat dihubungi lewat gawai, Sabtu (1/8) sore.

Hewan kurban ujarnya harus diproses seoptimal mungkin. Sehingga tepat guna, efisien dan tidak mencemari lingkungan.

“Pastikan area penyembelihan dan penanganan limbah mencukupi sesuai dengan jumlah hewan kurban,” katanya

Baca juga :  Kisah Perjuangan Badut di Kotabaru Mencari Nafkah di Tengah Pandemi

Panitia hendaknya tidak memaksakan apabila hanya tersedia area yang sempit. Hendaknya proses penyembelihan dapat dilakukan di lokasi yang lain.

“Sediakan sarana penanganan daging kurban dan limbah seperti darah atau isi perut. Ini untuk menjamin kesehatan masyarakat dan menjaga kualitas lingkungan,” jelasnya

Untuk diketahui, limbah hewan kurban terbagi menjadi dua yaitu limbah padat seperti bagian jeroan, kulit dan lainnya. Kemudian, limbah cair seperti darah ataupun hasil pencucian organ tubuh hewan.

“Terdapat dua cara penanganan limbah, yaitu untuk isi perut (rumen dan kotoran) dikomposkan secara mandiri oleh pengelola masjid atau dikirimkan ke tempat pengomposan,” lanjutnya.

Baca juga :  Pencabulan Kotabaru: Siswinya Dihamili Ayah Sendiri, Sang Guru Tak Kuasa Menangis

Sementara, limbah cair atau bagian yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan menjadi kompos serta pakan ikan atau ternak.

“Jika pengolahan dilakukan di tempat lain, maka siapkan wadah pengiriman,” paparnya

Selain diolah, limbah juga dapat ditimbun di dalam lubang tanah dengan kedalaman minimal 1 m3 untuk sapi yang berukuran 400-600 kilogram dan minimal 0,3 m3 untuk kambing yang berukuran 25-35 kilogram.

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Usai Ditangkap, Piton-Piton di Banjar Langsung Diborong Warga
apahabar.com

Kalsel

Kuras Tambak, Polres Batola Panen 350 Kilogram Ikan
apahabar.com

Kalsel

Jelang Nataru, Guru Khalil Pastikan Harga Bapok di Banjar Aman
apahabar.com

Kalsel

Implementasi Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Undang Undang Profesi Penilai Mendesak
apahabar.com

Kalsel

Repnas Bagikan Seribu Baju Hazmat ke Seluruh Rumah Sakit di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Siang Ini, Cuma Tanjung yang Berpotensi Bebas Hujan
Di Start Up Weekend Banjarmasin, Ibnu Harapkan Mahasiswa Berkembang Lebih Bagus

Kalsel

Di Start Up Weekend Banjarmasin, Ibnu Harapkan Mahasiswa Berkembang Lebih Bagus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com