Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Pasien Sembuh Covid-19 Rentan Alami Gangguan Kejiwaan, Simak Penjelasannya

- Apahabar.com Selasa, 4 Agustus 2020 - 13:07 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 Rentan Alami Gangguan Kejiwaan, Simak Penjelasannya

Ilustrasi - Seseorang yang mengalami stres mental atau gangguan psikis. Foto-Pixabay via Antara

apahabar.com, MILAN – Studi yang dilakukan oleh rumah sakit San Raffaele di Milan menyebutkan pasien sembuh Covid-19 mengalami tingkat gangguan kejiwaan yang lebih tinggi termasuk gangguan stres pascatrauma (PTSD), kecemasan, insomnia dan depresi.

Survei membuktikan bahwa separuh lebih dari 402 pasien yang diawasi usai menjalani pengobatan Covid-19 mengalami setidaknya satu gangguan ini sebanding dengan keparahan inflamasi selama sakit.

Pasien, 265 pria dan 137 perempuan, kembali diperiksa setelah satu bulan dirawat di rumah sakit.

“Jelas bahwa inflamasi yang disebabkan oleh penyakit tersebut juga dapat bereaksi terhadap tingkat kejiwaan,” kata profesor Francesco Benedetti, ketua kelompok Unit Penelitian di Psychiatry and Clinical Psychobiology di San Raffaele, melalui pernyataan.

Laporan itu dipublikasi di jurnal ilmiah Brain, Behavior and Immunity pada Senin (4/8) waktu setempat.

Berdasarkan wawancara klinis dan pertanyaan tentang penilaian diri, para dokter menemukan PTSD pada 28 persen kasus, depresi 31 persen, kecemasan 42 persen dan insomnia 40 persen, dan akhirnya gejala obsesif kompulsif 20 persen.

Menurut studi, perempuan paling banyak mengalami kecemasan dan depresi meski keparahan infeksinya lebih rendah, menurut pernyataan.

“Kami berhipotesis bahwa ini bisa saja karena fungsi sistem imun yang berbeda,” kata Profesor Benedetti.

Walhasil, efek kejiwaan yang tidak begitu serius ditemukan pada pasien rawat inap ketimbang pasien rawat jalan.

Dampak kejiwaan dari Covid-19 dapat disebabkan baik dari respons imun terhadap virus itu sendiri maupun dari faktor stres psikologi seperti stigma, isolasi sosial dan kekhawatiran penularan terhadap orang lain, katanya.

Hasil tersebut akan menyoroti kekhawatiran soal potensi komplikasi kesehatan yang melemahkan bagi pasien sembuh Covid-19.

Awal Agustus ini para ilmuwan memperingatkan kemungkinan gelombang kerusakan otak terkait virus corona pada pasien Covid-19.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Terinfeksi Covid-19, Desainer Kenzo Takada Meninggal Dunia
apahabar.com

Internasional

Rusuh di AS, Pertokohan Dijarah, Kantor Polisi Dibakar
apahabar.com

Internasional

Imam Besar Al-Azhar Ajak Muslim Rangkul Kristen
apahabar.com

Internasional

Imbas Covid-19, Utang Baru Korporasi Global Capai Rekor 1 Triliun Dolar
apahabar.com

Internasional

Dikabarkan Kritis Gegara Corona, Donald Trump Masih Berambisi
apahabar.com

Internasional

Corona Terjang Dunia, Kasus Positif Sudah Tembus 10 Juta
apahabar.com

Internasional

Rusia Siapkan Vaksinasi Massal Corona pada Oktober

Internasional

Guru Sejarah di Prancis Dipenggal Usai Perlihatkan Karikatur Nabi, 7 Orang Tersangka Diseret ke Meja Hijau
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com