Mengejutkan, Kakak Haji Isam Ungguli Popularitas Cuncung dan Mila Karmila di Pilbup Tanbu 2020 Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium

Pejabat di Banjarbaru Positif Covid-19, Klaster Perkantoran Mengancam

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 16:40 WIB

Pejabat di Banjarbaru Positif Covid-19, Klaster Perkantoran Mengancam

Secara umum, perkantoran saat ini sudah menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Wali kota dan lima pejabat di Pemkot Banjarbaru terkonfirmasi positif Covid-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 setempat pun angkat bicara ihwal klaster perkantoran.

“Kami belum bisa memastikan terjadi klaster perkantoran. Masih dalam proses pemantauan terus,” ujar Juru Bicara GTPP Covid-19, Rizana Mirza kepada apahabar.com, Senin (3/8) siang.

Secara umum, Rizana tak menampik perkantoran saat ini sudah menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19.

Namun yang terjadi di Banjarbaru, kata dia, sementara ini belum digolongkan klaster perkantoran.

Pasalnya, para pejabat yang tertular Covid-19 kebetulan sedang melakukan aktivitas berbarengan, dan berada dalam suatu ruangan dengan rentang waktu yang cukup lama.

“Kebetulan semua yang kena itu mereka pernah satu mobil, satu tempat dengan waktu lama. Jadi klaster kantor itu belum ada,” ungkapnya.

Namun dirinya tak menampik jika kemungkinan munculnya klaster perkantoran di Banjarbaru.

Oleh karenanya, saat ini ia bersama tim kesehatan Kota Banjarbaru gencar tracing dan tracking terhadap kontak erat.

“Kemungkinan juga itu bisa terjadi, makanya kami tetap tracing dilaksanakan di kantor-kantor, tapi kami tidak mungkin memeriksa semua, berapa ribu pegawai itu ya. Sehingga mereka jika ada gejala bisa melapor ke kami atau puskesmas untuk kami tindaklanjuti untuk melakukan swab dan sebagainya, jadi sementara ini klaster kantor ini Insyaallah enggak ada,” terangnya, dalam kesempatan terpisah.

Baca juga :  Selama 7 Bulan, 6.248 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19

Maka dari itu, Pemkot mengambil kesimpulan. Hingga esok, atau sejak Senin (3/8) hari ini, semua kantor pemerintahanan di Banjarbaru disterilisasi.

“Ini nanti yang dilakukan BPBD dan mandiri masing masing oleh SKPD tersebut dan work from home (WFH) akan dijalankan mulai Rabu (5/8) depan,” tutupnya.

Untuk diketahui, usai Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani dinyatakan positif Covid-19 usai pemeriksaan tes usap atau swab.

Tak berselang lama lima pejabat lainnya juga dinyatakan positif Covid-19.

Adapun kelima pejabat tersebut, yakni, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah, beserta sopir dan ajudannya.

Kedua, Kepala Bappeda Kota Banjarbaru, Kanafi. Ketiga, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Jainudin.

Lalu, Kepala Bagian Hukum, Gugus Sugiarto dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banjarbaru Sri Lailana.

Untuk pemeriksaan swab kepada para pejabat tersebut dilakukan, Senin (27/7) lalu di RS Idaman.

Selanjutnya pada Kamis (30/7), mereka dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR di Ansari saleh Banjarmasin.

Kelimanya masuk dalam kategori orang tanpa gejala atau OTG. Saat ini mereka dirawat di karantina LPMP Banjarbaru. Ada pula yang isolasi mandiri dengan pengawasan tim kesehatan.

Baca juga :  Update Covid-19 di Kapuas: Sembuh 5 Orang

Terus Membaik

Terkonfirmasi positif Covid-19, kondisi para pejabat di lingkup Pemkot Banjarbaru dilaporkan stabil dan membaik.

“Alhamdulillah pak wali kota sudah semakin membaik,” ucap Rizana.

Demikian dengan kondisi kelima pejabat lain yang dalam karantina di LPMP Banjarbaru.

“Mereka cukup tenang menjalani karantina tersebut,” terangnya.

Sama halnya juga kondisi pejabat yang mengisolasi diri di rumah. Semuanya kategori orang tanpa gejala atau OTG.

Senada dengan Rizana, Wali Kota Darmawan Jaya juga menyampaikan bahwa kondisi rekan duet politiknya di RS Ulin Banjarmasin berangsur membaik.

“Untuk kondisi wali kota saat ini beliau membaik dan beberapa hari ini memang ada komunikasi dengan beliau,” ucap Jaya.

Jaya mengaku rutin menyemangati Nadjmi dan istri.

“Tujuan utamanya adalah untuk menyemangati dan mendoakan beliau serta istri untuk cepat sembuh dan beratifitas kembali,” jelasnya.

Jaya juga membeberkan kondisi orang nomor satu di Kota Banjarbaru itu dalam terapi plasma konvalesen.

“Kita memang ada mengirimkan personalia dari Pemkot Banjarbaru untuk pergi ke Jakarta ke rumah sakit pusat Angkatan Darat untuk mengambil plasma darah untuk membantu percepatan penyembuhan bapak wali kota,” terangnya.

Sebagai informasi, pengobatan terapi plasma darah ini kerap digunakan sebagaian ahli sebagai alternatif pengobatan Covid-19.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kurang Info, Warga Tetap Salat di Masjid Sabilal Muhtadin
apahabar.com

Kalsel

Polres Tapin Sebar Petugas pada 580 TPS
apahabar.com

Kalsel

Kabut Asap di Martapura dan Banjarbaru Berangsur Normal
apahabar.com

Kalsel

Geger Speed Boat Terbakar di Jembatan Dewi
apahabar.com

Kalsel

Hadapi PSBB, Check Point di Batola Klaim Siap 100 Persen
apahabar.com

Kalsel

Pemkab HSS Kembali Laksanakan Safari Gerakan Salat Subuh Berjamaah
apahabar.com

Kalsel

KPU Kalsel Kaji Aturan Pembatasan Akun Media Sosial Peserta Pilkada Serentak 2020
apahabar.com

Kalsel

Geger Peti Misterius di Sekumpul, Polisi Beber Hasil Penyelidikan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com