Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Pemkot Banjarmasin Undur Lagi Penerapan Sanksi, Kenapa?

- Apahabar.com Kamis, 20 Agustus 2020 - 13:48 WIB

Pemkot Banjarmasin Undur Lagi Penerapan Sanksi, Kenapa?

Sejumlah warga di Banjarmasin masih kedapatan tak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Realisasi sanksi untuk para pelanggar protokol kesehatan di Banjarmasin molor lagi.

Terbaru, Pemkot Banjarmasin kembali mengundur waktu penerapan aturan yang juga memuat denda bagi warga yang abai menggunakan masker itu.

Sejatinya, Peraturan Wali (Perwali) Nomor 60 Tahun 2020 ini akan diterapkan mulai Jumat 21 Agustus besok.

“Belum, selama bulan Agustus sosialisasi. Pak Wali itu tanggal 1 September rencananya melakukan penindakan,” ujar Kepala Bidang Tindak Pidana Umum Satpol PP Banjarmasin Dani Matera kepada apahabar.com, Rabu (20/8).

Dari 14 sampai 20 Agustus, sosialiasi kepada masyarakat dilakukan. 14 Agustus, para personel gabungan TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, hingga BPBD diterjunkan.

Ratusan aparat gabungan itu menyisir setiap jengkal sudut Kota Banjarmasin untuk mensosialisaskan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mulai dari wajib masker, menjaga jarak, sesering mungkin cuci tangan, hingga menghindari kerumunan.

Namun sayang, kata Dani, dari hasil evakulasi sosialisasi itu kepatuhan warga untuk menerapkan protokol kesehatan terbilang rendah.

“10 persen warga yang masih tidak mengenakan masker,” ujar Dani.

Patroli ke sejumlah kafe, warung kopi, warung makanan, pusat belanja dan tempat hiburan juga menemukan bahwa kebanyakan masker hanya dikenakan di leher.

“Ketika sudah tiba di tempat tujuan warga melepas masker, dan hanya menaruh di kantong,” jelas dia.

Namun warga mesti berpikir dua kali untuk tak mengenakan masker.

Mulai 1 September, pihaknya akan mulai menerapkan sanksi. Untuk memberi efek jera, TNI dan Polri juga akan dilibatkan.

Mengacu Perwali Nomor 60 Tahun 2020, di Bab IV pasal 12 tertera, sanksi bisa berbentuk kerja sosial membersihkan fasilitas umum hingga denda administratif paling banyak Rp100 ribu.

Pembinaan fisik terukur juga dilakukan seperti memulangkan dan membubarkan kerumunan, hingga penyitaan kartu tanda penduduk atau KTP.

“Tapi yang kita harap, masyarakat jangan sampai lah diberikan sanksi,” ucapnya.

Dani mengingatkan terhadap masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk tetap setia mengenakan masker.

Selain menyiapkan sanksi, Satpol PP juga akan menyediakan masker gratis ke warga.

“Tapi kita perlu tambahan juga. Ya pengen membantu nanti silakan ya,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kalsel Marak Pembuangan Bayi, Perda Mengaji Jadi Solusi?
apahabar.com

Kalsel

Dewan Kota Genjot Permodalan Koperasi dan UMKM Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kunker ke Luar Negeri DPRD Kalsel Bikin Beringin ‘Galau’

Kalsel

Esok, Sandiaga Uno ke Sekumpul, Mau Apa?
apahabar.com

Kalsel

Operasi Simpatik Intan 2019, Tekan Angka Kecelakaan di Banua Jelang Ramadhan
apahabar.com

Kalsel

Bandara Internasional Syamsudin Noor Pukau Jokowi!
apahabar.com

Kalsel

Bertambah 8 Positif Covid-19 di Banjarbaru, Semuanya Kontak Erat Klaster Gowa

Kalsel

Tanbu Raih Penghargaan Terbaik III Penyusunan Dokumen RKPD
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com