Breaking News! Gunung Bugis di Kaltim Membara Lagi Jelang MotoGP Jerman 2021, Momen Marc Marquez Meramaikan Barisan Depan Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga Buka-bukaan, Pj Gubernur Sebut Pajak Kendaraan Bermotor Kalsel Nunggak Hampir Rp1 Triliun Maryadi Meninggal di Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan, Polisi Beber Keterangan

Pencairan Subsidi Gaji Ditunda, Simak Penjelasan Menaker

- Apahabar.com Senin, 24 Agustus 2020 - 21:51 WIB

Pencairan Subsidi Gaji Ditunda, Simak Penjelasan Menaker

Menaker, Ida Fauziyah. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Subsidi gaji/upah dari pemerintah yang dijadwalkan cair 25 Agustus, besok, mengalami penundaan hingga akhir bulan nanti.

Alasannya menurut Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah lantaran harus mengecek kembali data yang diserahkan BPJamsostek.

Seperti diketahui BSU ini untuk 15,7 pekerja. Namun dari data yang diserahkan BPJamsostek, ada sebanyak 2,5 juta nomor rekening yang tervalidasi harus dicek kembali.

“Kalau dijuknisnya (petunjuk teknis) waktu paling lambat 4 hari untuk melakukan check list. Jadi 2,5 juta (pekerja batch pertama ) kami mohon maaf butuh kehati-hatian untuk menyesuaikan data yang ada,” katanya di Jakarta dikutip dari kompas.com, Senin (24/8).

Namun, Ida memastikan penyaluran subsidi gaji untuk tahap pertama sebanyak 2,5 juta pekerja bakal disalurkan akhir Agustus ini.

“Kami butuh waktu 2,5 juta itu bukan angka yang sedikit. Kami memang menargetkan bisa dilakukan transfer itu dimulai dari akhir bulan Agustus ini,” ucapnya.

Untuk total nomor rekening pekerja yang telah melaporkan kepada BPJamsostek hingga hari ini tercatat sebanyak 13,7 juta. Masih tersisa 2 juta rekening lagi yang masih dalam proses.

“Calon penerima subsidi gaji atau upah dari BPJS Ketenagakerjaan tadi Pak Dirut (BPJamsostek) menyampaikan rekening yang sudah masuk 13,7 juta. Masih ada dua juta lagi yang masih dalam proses. Karena datanya itu masih membutuhkan validasi data dari BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

“Maka kami tadi menerima untuk batch pertama 2,5 juta. Nah, dari 2,5 juta ini kami akan melakukan check list untuk mengecek kesesuaian data yang ada,” lanjut dia.

Padahal, pada kesempatan sebelumnya Ida mengatakan pemerintah mengupayakan agar besok bantuan Rp 600 ribu mulai mengucur ke rekening pekerja non PNS dan BUMN yang jadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

“Diupayakan (mulai dikucurkan 25 Agustus), yang penting kami mempersiapkan semuanya,” kata Ida terkait pencairan bantuan Rp 600 ribu yang dimulai 25 Agustus dikutip dari detikcom.

Seperti diketahui, pemerintah telah menganggarkan Rp37,7 triliun untuk program subsidi pekerja terdampak Covid-19.

Tiap pekerja mendapatkan total Rp 2,4 juta. Adapun skema pencairan atau transfer dana dilakukan 2 bulan sekaligus sebanyak 2 kali.

Tahap pertama, subsidi gaji itu ditransfer Rp1,2 juta untuk dua bulan sekaligus. Berikutnya untuk dua bulan kembali ditransfer Rp1,2 juta.

Mereka yang berhak adalah karyawan swasta dan non PNS bergaji di bawah Rp5 juta/bulan serta terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
(kps/dtk)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kawal Proses Pencoblosan, Prabowo Meninggal Kena Serangan Jantung
apahabar.com

Nasional

Polisi Ungkap Penimbunan Masker dan Antiseptik di Makassar
apahabar.com

Nasional

Gelar Rapat Terbatas, Jokowi Minta Kondisi Papua Segera Dipulihkan  
apahabar.com

Nasional

Mayat Tanpa Kepala di Kalteng Korban Sodomi
apahabar.com

Nasional

Berikut 7 Wasiat Almarhum Ustaz Arifin Ilham Pada Anak dan Jamaahnya
apahabar.com

Nasional

Minta Negara Sebut Dalang Kerusuhan Demo Omnibus Law, SBY : Saya Nggak Yakin BIN Anggap Saya Musuh Negara
apahabar.com

Nasional

Saling Memaafkan di Bulan Suci
apahabar.com

Nasional

WNI di Korsel Hanya Menunggu Seminggu untuk Berhaji
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com