VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Pendukung Bapaslon Bupati Banjar Dianiaya, Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 22:53 WIB

Pendukung Bapaslon Bupati Banjar Dianiaya, Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi

Ilustrasi pemukulan. Foto-Net

apahabar.com, MARTAPURA – Diduga oknum pendukung dari dua kubu bakal pasangan calon (Bapaslon) Pilbup Banjar 2020 terlibat perseteruan.

Bahkan sampai melapor ke Polres Banjar terkait kasus penganiayaan dari salah satu oknum pendukung calon.

Kejadian ini terjadi di Desa Pasar Baru, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar, pada Rabu (12/8).

“Benar kami menerima laporan terjadinya dugaan tindak pidana ringan terkait penganiayaan dari oknum pendukung salah satu calon,” ujar Kapolres Banjar, AKBP Andri Koko Prabowo melalui Kasat Reskrim, AKP Rizky Fernandez, Jumat (14/8).

Pelapor diketahui bernama Mahyudi (45), pendukung paslon H. Rusli-Guru Fadlan Asy’ari. Sementara terlapor diungkapkan AKP Rizky, berinisial J.

Kecamatan Sambung Makmur sendiri sudah umum diketahui merupakan basisnya pendukung H. Saidi Mansyur.

Meski demikian, AKP Rizky menyebut dalam laporan pelapor tidak membawa atas nama tim pasangan calon, karena saat ini statusnya masih bakal calon, dan tim sukses pun belum ada yang resmi.

apahabar.com

Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Rizky Fernandez. Foto-apahabar.com/Hendra Lianor

“Laporannya atas nama pribadi. Dari kedua pihak (pelapor dan terlapor) mereka mengaku pendukung masing-masing dua paslon. Namun kami tidak membahas paslonnya, tapi fokus menggali dugaan tindak pidananya,” papar Rizky.

Kronologis Kejadian

AKP Rizky menjelaskan kejadian berawal dari perbedaan dukungan. “Kejadiannya di rumah pelapor. Kronogis awal pelapor didatangi empat orang untuk mengklarifikasi soal perbedaan dukungan,” ungkap Rizky.

Dari sana, terjadilah pemukulan kepada Mahyudi. “Dari keterangan ia sempat menangkis,” imbuhnya.

Rizky menegaskan pemukulan tidak menggunakan senjata tajam (sajam). Ia menyebut di antara tiga orang lainnya membawa sajam, namun bukan ikut menyerang melainkan melerai kejadian.

“Makanya terlapor hanya satu orang saja.”

Rizky memperkirakan peristiwa tersebut merupakan tindak pidana ringan, karena secara kasat mata fisik pelapor tidak ada tanda luka maupun lebam.

Untuk alat bukti, polisi menunggu hasil visum. Sementara dari keteranga saksi, menurut Kasat Reskrim belum menguatkan terjadi pemukulan.

“Ada tiga saksi yang kami periksa. Keterangannya beda-beda, ada yang menyebut terjadi pemukulan ada yang tidak, jadi tidak singkron. Hasil visum lah nanti yang menguatkan,” papar Rizky.

Seandainya hasil visum tidak menunjukkan adanya pemukulan, Rizky mengatakan kemungkinan besar kasus ini tidak dapat dilanjutkan.

Bawaslu Banjar Ikut Menindaklanjuti

Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar, Fajeri Tamjidillah mengaku bakal berkoordinasi dengan pengawas di kecamatan untuk menindaklanjutinya.

Jika memang terbukti ada tindak pidana, kata Fajeri, pihaknya akan mengkoordinasikan kepada Sentra Gakkumdu.

“Namun untuk diketahui, baik pasangan H. Rusli-Guru Fadlan dan Saidi Mansyur-Habib Idrus, belum ditetapkan sebagai calon,” ungkap Fajeri, Kamis (13/8).

Mantan Ketua KPU Kabupaten Banjar ini juga mengimbau agar semua pihak menghormati semua proses tahapan Pilbup Banjar 2020. Untuk itu perlu sama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif agar pesta demokrasi berjalan dengan lancar.

H. Rusli Akui Pelapor Adalah Relawannya

Terkait dugaan penganiayaan ini, bakal calon Bupati Banjar, H. Rusli membenarkan bahwa Mahyudi merupakan relawannya.

“Sebelum melaporkan ke polisi dia juga telah melapor kepada kami,” ujar H Rusli ketika dikonfirmasi, Kamis (13/8).

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar ini mengaku prihatin dan menyesalkan adanya dugaan penganiayaan yang dialami relawannya di Desa Pasar Baru.

“Hal ini tidak seharusnya terjadi. Semestinya semua orang bisa saling menghormati, apalagi saat ini bukan masa kampanye. Kalau ada relawan memasang spanduk, baleho, stiker itu hal biasa sebagai bagian dari sosialisasi,” jelas Anggota DPRD Kalsel ini.

Saidi Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Bakal Calon Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur menyebut terkait dugaan penganiayaan tersebut merupakan ulah oknum tidak bertanggung jawab.

“Saya mendengar ada berita soal penganiayaan tersebut. Sebagai calon bupati, saya pribadi sangat menyayangkan. Saya mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi, dan semoga tidak ada lagi oknum-oknum seperti itu,” jelas Saidi Mansyur.

Wakil Bupati Banjar ini berharap masalah ini cepat diselesaikan pihak berwajib, agar tidak ada lagi kabar yang simpang siur di masyarakat.

“Harapan saya masyarakat jangan mudah terprovokasi dari oknum tidak bertanggung jawab. Kepada media juga agar lebih banyak mengedukasi masyarakat dengan informasi yang membantu penyelenggara dan pemerintah agar tahapan-tahapan Pilkada ini berjalan dengan lancar, aman, dan damai,” pungkas Saidi Mansyur.

Editor: Aprianoor

Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Dua Tersangka Korupsi KNPI Tala Ditahan Lebih Lama
apahabar.com

Hukum

Youtuber Ferdian Paleka Cs Dimasukan ke Tong Sampah oleh Para Tahanan
apahabar.com

Hukum

Tim Macan Kalsel dan Buser Polsek Bantim Buru Pelaku Penganiayaan Bersenjata Samurai di Jalan Jati
apahabar.com

Hukum

Belum Sempat Nikmati Sabu, Mahasiswa di Tapin Keburu Diborgol Polisi
apahabar.com

Hukum

Ari Sigit Serahkan Aliran Dana Rp3,5 Miliar dari “MeMiles”
apahabar.com

Hukum

Tangani 73 SPDP, Kejari Banjarmasin Sorot Kasus Habib Tato
apahabar.com

Hukum

Bawa Sabu, Buaya dari Alalak Ditangkap
apahabar.com

Hukum

Kurang Materi, Berkas Perkara GM Dikembalikan Jaksa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com